OMCIA! YBIMA /Part 6/ SHORT STORIES 6a


crush month apartement

| Title |

One Month Crush In Apartemen! [Yadong boy in my apartemen!]

| Author |

Saarah Salsabila Shofa / Bekicot Princess

| Main Cast |

Park Leera

Kim Jong In

Park Chanyeol

Seo Joo Hyun

| Another Cast |

Min-young, Ah-ryn, Hye-rin ( OC )

The Blonde Curly Girl

| Genre |

School life, romance, fluff, AU

| Length |

Chaptered

| Rating |

Teen

PG-15

| Summary |

Tinggal dengan namja mesum itu di apartemen ini?! GILA! Shireo!

Previous Part

| Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 |

NO PLAGIARISM PLEASE. AND IF YOU ARE SILENT READERS PLEASE GO OUT^^

Previous Part

“Jadi, kau ingin dijodohkan dengan siapa?” Tanya Kai lagi. Entah sudah berapa kali.

“Em..”

“Ayolah, katakan saja”

“Jaga rahasia ini baik-baik sebelum kau menjodohkanku. Arra?”

Leera meneguk ludahnya dalam-dalam. Menarik nafasnya dan menatap manik mata milik Kai di depannya.

“Park Chanyeol”

Aku Leera. Pipinya memerah malu. Ia menutup wajahnya dengan bantal terdekat. Sementara Kai masih belum bereaksi.

“Ya, Baiklah” Wajah Kai menunjukan reaksi biasa. Tidak menunjukan gejolak apapun. Leera membuka sedikit bantalnya dan mendelik ke arah Kai. “Wae kau tidak terkejut?” Tanyanya.

“Aku sudah menduga dan tahu. Kau pikir aku tuli, buta, dan bisu?” Balas Kai. Lalu ia bangkit dari sofanya. Ia berjalan ke kamarnya namun sebelum itu ia membalikan badannya.

“Tunggulah besok. Aku akan melakukan sesuatu pada Chanyeol agar ia mau membuka hatinya padamu”

BLAM

Kai menutup pintu kamarnya.

*

Nyonya Park sedang bercanda tawa dengan suaminya. Tuan Park yang bernama asli Park Hyeon-Joo. Ia menghempaskan pasir ke arah istrinya. Lalu menatap istrinya lekat dengan raut serius.

“Kira-kira, bagaimana keadaannya?”

Nyonya Park tersenyum ke arah suaminya. “Nde, aku yakin ia baik-baik saja..”

‘Baik-baik saja’ ? Apa Nyonya Park tidak sadar saat beberapa hari lalu Leera menelponnya hingga beberapa kali. Alih-alih Nyonya Park merasa bersalah, ia justru memasang tampang tanpa dosa.

“Dia -Leera- mungkin sedikit egois pada partnernya. Mungkin berebut kamar mandi atau semacamnya?” Terang Nyonya Park santai. “Sudahlah, ayo kita nikmati waktu berlibur kita Hyoennie”

“Lagipula Leera kan tinggal dengan yeoja baik. Anaknya Young-jin pasti bersikap manis. Buktinya, si Hyun-sik saja bersikap sangat manis” Timpal Nyonya Park lagi santai. Ia membicarakan keluarga Kim. Kim Young-jin adalah ayahnya Kai dan Hyun-sik adalah ibunya.

“Kau ini meracau saja. Dia bukan yeoja, melainkan namja. Namun, terimakasih sudah memuji aku manis” Jawab Hyun-sik yang baru sampai.

Mata Nyonya Park/Park Na Mi langsung membulat sempurna.

“Putriku? Tinggal dengan seorang namja?!” Pekiknya, persis anaknya yang suka memekik tiba-tiba.

Hyun-sik dan Hyeon-Joo berpandangan. “Jadi kau baru tahu, Na Mi-ya?” Tanya Hyun-sik sembari menepuk pipi Na Mi pelan. Na Mi atau Nyonya Park itu melemas.

‘Pantas saja ia menelponku terus dengan menggebu-gebu. Bisa gawat kalau Hyoennie tahu’ Gumam Nyonya Park dalam hati.

“Mengapa kau sangat panik?” Tanya suaminya.

“Tidak.. tidak ada apa-apa” Balas Nyonya Park. Lalu ia kembali seperti biasa.

#

Leera bersembunyi dibalik selimutnya, berusaha menutup dirinya dari pandangan Kai. Namja itu adalah umpan mimpi buruk bagi Leera. Leera percaya bahwa, jika ia melihat Kai sebelum tidur lebih dari 10 detik. Itu berarti nanti malam sudah dipastikan Leera akan mimpi buruk. Menurut Leera itu mutlak dan dia harus menyalonkan peraturan ini ke lembaga hukum setempat.

Saat itu pukul 9 malam dan akhirnya Leera memejamkan matanya.

“Huo.. aku mengantuk sekali ” Leera menutup wajahnya dengan selimut. Lalu,

Pukul 12 Malam,

Leera bangun. Ia berencana ingin menonton film Breaking Dawn di televisi malam ini. Sendirian tanpa gangguan Kai. Ia sudah menjadwalkannya. Malam ini ia akan menonton sendiri dengan tenang dan …. damai.

Ia duduk di tempat tidurnya perlahan. Menengok tempat tidur Kai dan melihat selimut dengan isinya yang besar.

“Baguslah jika si babo itu masih tidur” Gumam Leera lalu melangkah dengan berjinjit sambil keluar. Ia terus berjinjit hingga pintu dan sukses tidak menimbulkan suara! Leera jjang!

Ia berjalan santai menuju ruang TV. Kemudian menuju tempat tombol lampu lalu mencetrekan tombol dengan mata tertutup–karena terlampau santai dan senang si Kai yang menyebalkan tidak akan mengganggu acara menontonnya–

PLEK

Lampu hidup dan menerangi isi ruangan namun.

EH?!

MENGAPA SUDAH ADA NAMJA BYUNTAE ITU DI SOFA?!

Leera dengan geram dan tidak percaya berdiri mematung di dekat sofa. Rasa panas menjalar hingga ubun-ubun. Tangan Leera mengepal dan menengok ke arah TV yang baru di hidupkan oleh Kai. Terlihat iklan di TV itu.

Film Breaking Dawn Part 1 Akan Segera Di Mulai

INI TENGIK!

Leera mencelos melihat muka Edward dengan tampannya terpampang di layar TV. Ia mendengus benci pada Kai. Kai akhirnya memalingkan wajahnya ke Leera. Ia bertanya santai.

“Tumben bangun jam segini. Kau ingin menonton bersamaku?”

Kai melebarkan lengannya ke arah sofa. Seakan menyuruh Leera duduk diantara lengannya. Lalu Kai mengangkat alisnya pada Leera yang terantuk.

“Heh Babo! Buat apa kau bangun jam segini?!” Teriak Leera. Membuat Kai lagi-lagi kesal karena Leera merusak telinga nya seenak jidat.

“YA! Aku hanya ingin menonton film kesukaanku. Wae?” Tanya Kai pada akhirnya sambil memegang kuasa remot lebih jauh. Kai tersenyum puas melihat Leera kebingungan.

Leera POV

AA! Bisa gila aku malam ini! Mau pagi, siang, sore.. semua sama saja! Dia akan tetap menggangguku. Ekhh.. menyebalkan namja itu. Aku tahu dia tidak akan pernah berubah dari kelakuan aslinya. Ih menyebalkan-menyebalkan-menyebalkan! Hua eomma!

Bagaimana ini? Filmnya sudah hampir mulai dan aku harus menonton bersamaan dengan dia? Iuh. Apalagi film itu merupakan film romantis pula. Ya Tuhan. Bagaimana ini, nanti aku disangka yang tidak-tidak olehnya. Bagaimana jika dia menganggapku suka padanya? ANIYA! Itu tidak akan terjadi oke? Baiklah Leera. Pikirkan baik-baik. Bernafas bernafas dan tarik…

Author POV

Sementara Kai berteriak kegirangan dan penuh kemenangan.

Rasakan itu! Sudah kuduga yeoja itu akan kembali keras kepala seperti biasanya. Kelakuannya selalu saja seperti anak kecil. Lihatlah, apakah ia akan duduk disini bersamaku atau kembali tertidur seperti pengecut?

Kai semakin menikmati duduknya yang nyaman di sofa. Ia menaikan kakinya di sofa dan memiringkan tubuhnya untuk dapat melihat televisi. Terdengar suara intro dari film Breaking Dawn.

Wajah Edward Cullen terpampang di layar TV.

“KYA!” Leera menjerit tertahan. Namun Kai dengan mudah mendengarnya. Ia menoleh pada Leera. ” Sudahlah jika kau mau menonton yasudah duduk saja ” Sahut Kai. Si Leera masih belum bereaksi. Namun lambat laun ia mendekat dan mendekat. Dan dia duduk di karpet.

Film dimulai. Latar menggambarkan hutan dan suasana kehidupan vampir. Film Breaking Dawn Part 1 ini menceritakan kelangsungan kisah cinta Edward Cullen sang vampir dengan Bella Swan sang manusia. Mereka hendak menikah dan melakukan pesta pernikahan. Momen momen bahagia mereka terekam jelas di otak Kai dan Leera. Mereka terlihat menikmati film. Tak satupun dari mereka yang berbicara.

Lama-kelamaan Edward mulai melingkarkan tangannya yang dingin di pinggang calon istrinya, Bella. Leera mengelinjang geli dan menutup setengah matanya. Ia memang tidak biasa melihat skinship. Ya wajar saja dia sangat gugup saat hampir dicium Kai kemarin malam bukan?

Demikian adegan Edward-Bella hingga Leera menutup matanya dengan bantal. Sementara Kai tetap segar memandang adegan di depannya. Bagaimanapun juga mereka berdua hanyalah muda-mudi berumur 15 tahun lebih sedikit karena baru menginjak usia SMA.

“Ya! babo! tutup matamu!” Leera melempar bantal pada Kai. Kai terlihat sedikit kesal.

“Ya! apa masalahmu. Aku hanya ingin menonton” Lanjut Kai. Ia terus memandang televisi.

“Ya! kau masih bocah 15 tahun sama denganku!” Leera kembali mengoceh. Setidaknya ceramahnya bisa meredakan keyadongan Kai. Namun, gagal. Adegan selesai dan Kai melihat semuanya.

“Bodoh..” Gumam Leera lalu menelungkupkan wajahnya di bantal.

Film terus berjalan hingga akhirnya Edward-Bella pun berbulan madu ke suatu pulau yang indah. Bahkan tempat mereka menginap saja sangat indah. Leera rasanya ingin menginap di cottage sekeren itu. Memandangi laut dan perabotannya yang super keren.

Ia membayangkan dirinya dengan suaminya nanti berbulan madu ke tempat yang indah. Ia membayangkan rupa suaminya yang tampan, Park Chanyeol. Namun,

MENGAPA WAJAH YANG TERBAYANG OLEH LEERA SELALU KAI?!

Leera menggeram kesal dan mengacak rambutnya. Kai dari belakang mengawasinya dan menertawainya. “Yeoja aneh gila bin ajaib” Lalu kembali meneruskan menonton filmnya.

Leera memutuskan untuk terus menonton film dan berhenti berkhayal. Ia terus meratapi lika-liku kehidupan cinta Edward-Bella yang tiada hentinya. Kehidupan cinta mereka yang tadinya bukan apa-apa, tidak berarti nan berbahaya. Berubah menjadi cinta yang abadi, kekal, dan setia selamanya. Edward yang selalu pengertian terhadap Bella. Pria paling romantis seantero jagad raya. Juga Bella, wanita tercantik yang pernah Leera lihat–kecuali dirinya sendiri yang katanya lebih cantik dari Bella– Leera terus memahami film hingga Breaking Dawn Part 1 habis. Muncul beberapa credits dan dia merasa lapar.

“Lapar…” Ujarnya,

Tapi aku malas untuk membuat makanan..

Leera memilih menahan laparnya dan kembali menonton credits hingga selesai (?)

“Mau kubuatkan mie?”

Tiba-tiba suara bass menghampirinya. Leera sedikit terlonjak karena sebuah nafas hangat memantul di telinganya. Ia sedikit terdiam lalu menoleh pada Kai.

OH MY GOSH.

Mengapa Kai selalu mendekatkan wajahnya begitu? Bodoh.

“Ya sudah kubilang jangan suka mendekatkan wajahmu seenaknya ke areal tubuhku” Tuntut Leera. Kai mengangkat alisnya. “Lantas?” Tanya nya. Lalu ia kembali berdiri tegak.

“Jadi bagaimana? mau tidak kubuatkan mie?” Tanya Kai lagi.

Leera merasakan sensasi lapar di perutnya. Serasa di koyak koyak. Bunyinya juga hampir di dengar Kai. Ia terus melihat perutnya yang lagi meringis kesakitan. Ingin diisi.

“Ya… aku benci mengatakan ini namun.. ya aku mau” Leera tersenyum kecut lalu membuang pandangan. Ia duduk di sofa sementara Kai pergi untuk membuat semacam mie. Leera terbengong di sofanya.

Mengapa ia sebaik itu?

Lalu ia menerka-nerka. Pasti Kai ada maunya. Namun sesaat setelahnya Kai bersikap manis dan semua berjalan lancar. Demikian sampai Leera menjerit ngeri karena ayah dari Edward di patahkan lehernya dan dicabut kepalanya oleh Volturi.

#

Sekolah,

“Chanyeol-ya. Aku ingin berbicara denganmu..” Kai menatap Chanyeol dengan sedikit senyum hambar lalu menggiring Chanyeol menuju ke depan kelas. Koridor yang khusus saat ini sepi.

Chanyeol menyunggingkan senyum konyolnya seperti biasa. “Nde… waeyo Kai-ya? Ada seseorang yang meminta tanda tanganku?”

Kai memaklumi sikap over-pede Chanyeol dan seketika langsung tertawa renyah. ” Ada-ada saja kau ini” Lalu menepuk pundak Chanyeol.

“Aku serius” Jawab Chanyeol. Membuat tawa Kai meledak seketika.

“Baiklah Chanyeol-ya. Aku tidak ingin membicarakan itu. Tapi suatu hal lain yang teramat penting” Kai menatap serius Chanyeol. Membuat atmosfer di sekitar mereka berbeda.

“Aku ingin bertanya sesuatu.. bersediakah kau menjawabnya dengan jujur?” Kai bertanya. Rautnya serius. Dingin. Penuh pertanggung jawaban.

“Nde?” Balas Chanyeol tergesa-gesa. “Cepat katakan” Lanjutnya.

Kai memandang Chanyeol lama lalu memandang sekitarnya. Ia lalu mengawasi Leera yang sedang mengawasinya. Sial, mengapa anak itu selalu memerhatikan kami?

Kai akhirnya menarik lengan Chanyeol untuk berbicara di taman belakang sekolah.

“YA? apa yang akan kau lakukan?” Desak Chanyeol lalu memegang tangan Kai.

“Sudah, ikuti saja aku” Balas Kai datar lalu mereka sampai di taman belakang sekolah.

Angin berhembus kencang di taman belakang dengan rumput yang diapangkas rapih itu. Beberapa pohon cemara menuyudutkan mereka. Memberi ruang yang teduh dari sengatan sinar matahari. Kai berdiri memalingkan mukanya sambil melipat tangan. Lalu memulai pembicaraannya dengan Chanyeol.

“Siapa yeoja yang sedang kau sukai sekarang?”

DEP

Dada Chanyeol bergemuruh. Untuk apa Kai menanyakan hal seperti itu? Chanyeol berusaha mencari jawaban dalam hatinya. Satu-satunya wanita yang dapat ditaruh di jawaban Chanyeol hanyalah partner sekamarnya, Seo Joo Hyun aka Seohyun. Gadis manis yang rajin.

“Tidak ada” Dusta Chanyeol. Lalu ia menatap selidik Kai.

“Bohong” Sahut Kai sembari memegang pundak Chanyeol. Ia mencoba menyelidiki mata Chanyeol. Apakah ia berbohong atau tidak. Sayangnya Kai tidak dapat menemukan jawabannya.

“Aku serius” Tukas Chanyeol lalu melepaskan cengkraman Kai dari pundaknya. “Untuk apa kau menanyakan ini?” Tanya Chanyeol menjadi dingin. Ia tak mau seorang pun mengetahui rahasianya.

Kai tidak menjawab pertanyaan Chanyeol dan balik bertanya. “Ada yeoja yang menyukai mu Chanyeol-Ah”

DEP

Lagi lagi sebuah batu menghujam dada Chanyeol. Ia merasa seperti terhempas dari lautan. Menabrak pasir dan merasakan hangatnya sinar matahari. Tak sempat ia menjawab pernyataan Kai. Kai langsung menyahut.

“Dan, jika kau menyadari siapa yeoja itu…” Kai mengalihkan pandangannya ke wajah Chanyeol.

“–Kau harus membuka hatimu padanya”

Raut Kai terlihat serius. Namun, Chanyeol menganggap sepele. Sudah lah, hal seperti ini hanya menyulitkan si populer dan si jenius Park Chanyeol. Dia tidak akan membuka hatinya kepada yeoja manapun kecuali yeoja yang disukainya. Apa Kai terlalu naif? Chanyeol tidak mungkin menerimanya begitu saja. Namun, Chanyeol ingin sedikit bermain-main. Tidak salahkan menyetujui proyek Kai barusan? Tetapi, Chanyeol tidak akan benar-benar membuka hatinya. Yeah, sedikit memainkan perasaan yeoja itu.

“Tidak masalah” Tukas Chanyeol. Membentuk tangan untuk tos. Kai melakukan smirk lalu membalas tos Chanyeol.

Di dalam hati Kai, ia lega. Bahwa Leera akan aman nantinya dalam dekapan Chanyeol. Kalau dipikir-pikir alangkah baiknya Kai mau melakukan semua ini? menjodohkan Leera? Kai melakukan ini karena merasa bersalah pada Leera. Min-young sendiri adalah fans fanatiknya, dan Min-young akan menyerang Leera secara tiba-tiba. Bukannya ini semua karena Kai?

Mata Chanyeol dan Kai bertemu lalu mereka saling melempar senyum. Dari jauh, seseorang memerhatikan mereka. Seorang gadis penguntit dengan potongan rambutnya yang keriting, blonde.

#

Perpustakaan,

Leera yang kehilangan jejak Chanyeol dan Kai langsung bergegas keluar untuk mengintip mereka. Namun, ia bertemu Seohyun di jalan dan diajak Seohyun untuk membaca buku di perpustakaan. Leera menyetujuinya. Dengan niat sekaligus untuk menanyakan hubungan Seohyun dengan Chanyeol.

“Apa kau baru pertama kali ke perpustakaan, Leera-ya?”

Seohyun memapah beberapa buku tebal dari rak. Lalu menaruh semuanya ke atas meja bundar di perpustakaan. Leera lalu mengangguk malu. Diam-diam ia kagum dengan pribadi Seohyun yang rajin dan manis.

“Kalau boleh tahu, sudah berapa lama?” Seohyun mendelik pada Leera yang mengamati hal kosong.

“Ya, eum. Aku tidak pernah ke perpustakaan selama sekolah”

Pernyataan itu membuat Seohyun terlonjak. Bagaimana bisa Leera seperti itu? tidak pernah ke perpustakaan selama hidupnya? Gila. Padahal fasilitas sekolah Seoul sangat lengkap. Sedangkan di Insandong? Perpustakaan sangat sulit didapatkan.

“Kau, selalu ke perpustakaan setiap istirahat?” Tanya Leera.

Seohyun mengangguk kalem lalu mulai membaca bukunya.

“Dan kau.. selalu meminjam ensiklopedia itu?–” Tanya Leera lagi lalu menunjuk sebuah ensiklopedia tebal yang hampir menyentuh 790 halaman. Ensiklopedia tua berisikan bahasan IPA yang mendalam. Pembedahan tubuh manusia dan…. reproduksi. Ewh, Leera bergidik.

Seohyun lagi-lagi mengangguk. “Sejujurnya aku baru menyelesaikan 500 halaman tadi. Namun, aku merasa bosan lalu kukembalikan saja lagi”

WOW. Ya ampun Seohyun. Jangankan kau yang sudah membaca 500 halaman? aku yang baru melihat cover ensiklopedia itu saja sudah bosan. Benar benar, dunia sudah menggila.

Seohyun sudah hanyut dalam bukunya. Sedangkan Leera baru saja memilih-milih buku apa yang akan ia baca.

Ia menemukan buku novel remaja dan berniat membacanya–walaupun tidak serius benar. Setelah ia mendapatkan bukunya, ia bertabrakan dengan seseorang. Simpel memang, namun membuat si penabrak sangat bersalah.

“Ah, miansahamnida. Aku minta maaf”

Si penabrak meminta maaf dengan tulus. Lalu membuka sedikit kacamata nya. Dia adalah gadis berambut keriting pirang. Terlihat pendiam. Leera menerima permintaan maafnya dan segera duduk di depan Seohyun.

Aneh,

Lalu ia memfokuskan dirinya pada novel remaja tersebut. Sedangkan gadis berambut pirang tadi entah sudah dimana.

“Seohyun-Ah?” Sapa Leera

Seohyun mendongak. “Nde, waeyo?” Jawabnya sabar.

“Aku ingin bertanya padamu, eum–“

“–tentang Chanyeol…” Ungkap Leera sedikit gugup.

“Ada apa dengan Chanyeol?” Tangkap Seohyun. Leera menelan ludahnya. Dia terlihat berfikir.

Baiklah, first apa yang harus kubicarakan dengannya?

“Apakah ia namja yang baik?” Awalan yang bagus Park Leera. Ia akan sedikit basa-basi untuk memulainya.

Seohyun langsung mengangguk.

Leera kembali berfikir untuk pertanyaan selanjutnya. Lalu menatap Seohyun lekat. “Kau tidur sekamar dengannya?” Tanyanya.

“Tidak, tepatnya kami tidur di berbeda ruangan. Namun, satu kamar apartemen” Balas Seohyun mantap. Alisnya bertaut.

“Bagaimana?” Tanya Leera sentimentil. Seohyun agak bingung. Untuk apa Leera menanyakannya sejauh ini. Namun, Seohyun tetap menjawabnya, Layaknya seorang selebriti yang di wawancarai publik.

“Dia istimewa..” Balas Seohyun memuji.

Leera serasa jatuh dari jurang.

“–walaupun hiperaktif dan jarang belajar. Nilainya tetap bagus” Lanjut Seohyun. Membuat Leera bisa menaiki jurangnya kembali.

“Lanjutkan” Ujar Leera sambil menatap antusias.

Seohyun terdiam lalu melanjutkan “Dia, punya banyak kisah di dalam hidupnya. Dia juga humoris dan periang. Selalu saja membuat ku tertawa. Namun terkadang dia menyebalkan. Dia suka mengganggu diriku belajar. Sudah, sepertinya itu saja..” Akhir Seohyun sembari tersenyum.

Leera ikut tersenyum karena membayangkan seluruh sikap Chanyeol dalam benaknya. Ingin rasanya ia tertawa lepas. Namun, apa boleh buat?

“Dan kau Leera-ya? Apakah hidup dengan Kim Jong In menyenangkan”

DEP!

Rasa panas yang menjalar pada ubun-ubun Leera kembali menyerang. Rasanya ia ingin menjerit sekuat-kuatnya. Lalu menampar Seohyun yang berani menggodanya dengan pertanyaan seperti ini. (Sebenarnya Seohyun tidak mencoba menggoda Leera. Seohyun kan polos=,= Tapi Leera geer abis)

Tentu saja menyebalkan!” Tukas Leera dengan penekanan. Raut wajahnya yang berubah tiba-tiba membuat Seohyun bergidik ngeri.

“Oh baiklah” Kata Seohyun dengan senyum sangsi.

Hening lalu Leera kembali mewawancarai Seohyun.

“Jadi, apa hubunganmu dengan Park Chanyeol?”

Seohyun berfikir sejenak lalu menjawab polos.

“Pasangan…–“

Pasangan??

Leera kembali jatuh dari jurang.

“Pasangan sekamar maksudnya, hehehe”

Oh syukurlah, ternyata sebatas pasangan sekamar!

Leera berhasil mencapai jurang dan naik ke permukaan. Menancapkan bendera kebangsaannya seperti pendaki gunung dan astronot yang super bahagia. TERNYATA MEREKA TIDAK ADA HUBUNGAN APA APA HAHAHA!

Leera tersenyum lalu “Ohoho, begitu”

Seohyun semakin bingung.

#

Sepulang sekolah,

Min-young, Ah-ryin, dan Hye-rin beriringan mengarungi koridor sekolah. Mereka memang selalu pulang lebih lambat. Kumpulan yeoja yang dipimpin oleh gadis bengis keturunan darah eropa itu sangat menghormatinya sebagai sahabat. Min-young, adalah gadis super tinggi. Dijuluki ‘si raksasa’ oleh teman sekelasnya karenaa tubuhnya yang tinggi dan kulit yang pucat. Mungkin ‘sedikit’ kelebihannya itulah yang membuat nya menjadi sok sok-an dan egois. Sahabatnya, Ah-ryin dan Hye-rin sama sekali tidak menyadari sikap egois Min-young. Dan tidak sadar jika mereka dibohongi olehnya bahwa Leera telah mengejek Min-young di depan umum. (re: peristiwa di kantin OMCIA chap 4)

“Aku masih belum tahu siapa nama yeoja yang berani mengejekmu di depan umum itu, Min-youngie” Sahut Ah-ryin menyipitkan mata ke Min-young.

“Aku juga tidak tahu namanya” Timpal Min-young lalu memelankan jalannya setelah melihat seorang gadis yang diincarnya sedang berdiri sendirian di koridor.

“Mari kita tanyakan langsung saja padanya..” Sahut Min-young lalu menyeringai jahat ke arah Leera yang sedang berdiri di ujung koridor.

Mereka bertiga berjalan perlahan hingga mencapai Leera. Minyoung dengan cepat mencengkram pundak Leera dari belakang dan menariknya hingga Leera menghadap ketiganya.

“YA!” Jerit Minyoung seperti pembukaan.

Leera menatap Minyoung kaku. Tangannya menjadi dingin. Mengapa Minyoung bisa ada disini? bukannya ia sudah pulang? pikir Leera.

“Akhirnya kita bertemu lagi, eum.. yeoja-sshi” Tukas Minyoung mencengkram pundak Leera lebih keras. Leera bertahan, tidak meringis.

Leera mengawasi sekitar. Mencari celah untuk kabur dari sini. Namun, sia sia. Semua celah telah dijaga oleh Ahryin dan Hyerin. Yaampun! jangan sampai ia di apa-apa kan disini!

“Katakan, siapa namamu?” Tanya Minyoung menatap Leera lalu menyeringai.

“Park Leera” Balas Leera seolah tidak takut. Ia berbicara tanpa bergetar sedikit pun. Ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan Minyoung.

Dari jauh Leera dan Minyoung terlihat seperti si raksasa dan si hobbit. Besar dan kecil. Membuat Leera terlihat lemah.

“Aku Lee Minyoung kau pasti sudah tau namaku–“

“–dan aku tidak suka kau mengejekku dan merebut apa yang seharusnya menjadi milikku”

Cengkraman makin keras.

Leera membelalakan matanya. ‘Mengejekku dan merebut’ ? Leera tidak pernah melakukan itu! Ingin rasanya ia menjerit dan mengatakan semuanya. Namun, apakah mereka akan percaya begitu saja? Enak juga apabila ada seseorang yang bersama Leera disebelahnya. Lah ini tidak? tentu saja Leera dalam bahaya.

“Jauhi Kai sebelum terlambat. Jika aku melihat Kai bersamamu lagi. Lihat saja nanti hal apa yang akan menimpamu”

Cengkraman dilepas. Leera tersungkur kebelakang dan berdecak kesal. Minyoung tidak peduli dan segera keluar dari koridor.

Sial, lagi-lagi aku ditangkapnya dan berlagak lemah!

Leera menatap benci bayangan Minyoung yang menjauh.

Lihat saja nanti. Aku tidak akan pernah bersama Kai lagi dan aku akan aman dengan perlindungan Chanyeol. Eh Minyoung! lihat saja nanti!

Leera hampir menangis dan menemukan Kai di depannya.

“Mengapa? mengapa kau baru datang?”

Tangis Leera pecah. Ia refleks memeluk seseorang di depannya. Ia butuh tempat menangis. Tidak peduli siapapun di depannya. Ia sudah tidak tahan dengan sesuatu yang menimpanya tadi. Ia terus menangis di dasi seragam Kai. Kai kaget lalu berusaha merangkulnya untuk menenangkannya. Kai hanya terdiam, ia terus mendengar suara tangis dari Leera yang tak kunjung berhenti.

Kai bingung setengah mati. Ada apa dengan Leera? mengapa mendadak ia jadi begini? memeluknya? dan menangis? ini aneh, jauh dari perlakuan Leera sebelumnya.

“Hey ada apa?” Desah Kai pelan pada Leera.

Leera masih terdiam. Lalu dengan cepat bangkit dari pelukan Kai. Ia memandang Kai sebal lalu membersihkan seragamnya yang tadi bersentuhan dengan Kai.

“Ayo kita pulang..” Suara Leera bergetar sehabis menangis.

Lalu mereka berdua pulang. Setelah Minyoung dkk sudah menghilang, sehingga mereka tidak kepergok berdua.

#

Apartemen, Chanyeol – Seohyun

Saat itu malam hari dan Chanyeol serta Seohyun sedang makan malam. Mereka makan dengan suasana yang hangat dan canda tawa tak terkendali menyelimutinya, Siapalagi yang menciptakan canda tawa selain Chanyeol?

“Ah! Seohyun-ya! Kimchi mu enak sekali, tanganmu memang tangan bidadari!”

Chanyeol mengeluarkan ekspresi gembiranya sembari menyantap kimchi nya yang super sedap itu. Ia melumat sawi putih itu dalam-dalam. Lalu tersenyum.

“Gomawo,” Sahut Seohyun kalem. Lalu melanjutkan makannya.

“Apakah kau mau kubuatkan lagi besok?” Tanya Seohyun lembut dan kalem seperti ciri khasnya. Ia menatap Chanyeol yang memakan kimchi nya dengn lahap. Lalu tertawa dalam hati.

“Tentu saja! buat yang banyak hingga perutku penuh” Lanjut Chanyeol sambil melakukan thumbs up pada Seohyun.

Seohyun senang Chanyeol memuji masakannya. Dulu di rumahnya ia selalu membuatkan makanan untuk ayahnya dan ayahnya juga memuji demikian. Namun, tidak seheboh Chanyeol. Ya bagaimana tidak heboh? Chanyeol kan memang menyukai makanannya dan juga si pembuat makanan yaitu Seohyun sendiri.

“Hey, Seohyun-ya” Chanyeol memanggilnya dengan nada suara yang berbeda. Seohyun menengok ke arah Chanyeol lalu menautkan alisnya. “Ya?”

“Apa kau pernah menjalin hubungan dengan namja sebelumnya?”

DEP

Mengapa Chanyeol bertanya seperti ini ? Semua orang mengeluarkan pertanyaan sentimentil hari ini.

“Belum”

“Kalau menyukai namja?”

“Belum juga”

Chanyeol menelan ludahnya. Benar juga sih, gadis pendiam seperti Seohyun ini. Mungkin hanya memerhatikan tentang nilai sekolahnya saja. Hanya belajar belajar dan belajar. Seolah olah dunia hanya untuk belajar.

Sementara Seohyun, ia terlihat bingung. Berkali kali ia menautkan alisnya. Lalu sekejap ia teringat oleh Leera dan kejadian di perpustakaan tadi.

“Jadi, apa hubunganmu dengan Park Chanyeol?”

Ia sangat mengingat pertanyaan Leera tadi. Membuatnya sangat bingung dan aneh. Apa peduli Leera terhadap Chanyeol? Sebegitu pentingkah untuknya? Tentu saja hal itu terus berputar putar di otak Seohyun. Dan Seohyun diam diam tentu saja harus menemukan jawabannya.

“Ah, Chanyeol…” Desah Seohyun pelan. Sepertinya ingin mengucapkan sesuatu yang amat penting.

“–di perpustakaan tadi, Leera menanyaimu..”

Chanyeol tersentak dari kimchi nya dan langsung kehilangan selera makannya. Leera menanyai nya? Oh! pertanda buruk bagi Chanyeol! Chanyeol mulai mengerti arah pembicaraan ini. Dan juga mengerti dengan ucapan Kai di taman belakang yang barusan ia alami.

Park Leera, yeoja yang pernah aku tabrak

Yeoja yang tinggal dengan Kai itu kan?

Chanyeol memerhatikan segala sesuatu yang diucapkan Seohyun.

“Ia.. bertanya bagaimana sikapmu. Yasudah kujelaskan saja tidak apa kan? Apa itu mengganggumu?” Seohyun menggembungkan pipinya. Lalu menatap Chanyeol. “Chanyeol-Ah?”

Chanyeol yang tadi melamun langsung menyahut.

“Nde? Ah, tidak apa-apa..”

#

Apartemen Kai-Leera

“YA! Lama sekali kau ganti bajunya Park Leera!”

Kai mengetuk – ngetuk pintu kamar. Mengapa gadis itu sangat lama ? Padahal mereka hanya ingin berbelanja perlengkapan untuk kemah nanti. Bukannya mau ke pesta besar!

“Ya! Park Leera. Lekaslah, nanti keburu larut!” Gedor Kai lagi lalu menghembuskan nafas berat. Bagaimana caranya membuat gadis putri solo itu cepat keluar? ini sudah jam 8 malam lewat dan dia menyia nyiakan waktu begitu saja?

AHA!

Kai ternyata sudah punya ide yang cemerlang

“Cepat keluar atau kudobrak pintunya!”

DEGGG

Leera terlonjak hingga merinding. Ia langsung menghentikan aktivitas bercerminnya ( padahal udah ganti baju ) lalu lari ke panel pintu.

SLATP

Pintu sudah dibuka oleh Leera. Ia sudah siap dengan penampilannya yang katanya cute itu. Rambut emas nya yang ikal itu tergerai sempurna menutupi leher serta pundaknya. Ia mengenakan dress berpergian berwarna lime lembut. Beberapa corak menghiasi bagian bawah. Dress itu hanya sepanjang lutut. Umum untuk seluruh gadis di Seoul.

Kai memandangi gaya putri solo itu dengan remeh. Lalu menggandeng tangannya. “Ayo kita pergi”

Leera terbelalak dan melepaskannya.

“Ya! apa apaan kau ini pegang pegang huh?” Leera melotot pada Kai yang sedang menarik tangannya.

“Memegang tanganmu saja tidak boleh sedangkan kau memelukku tadi di sekolah?” Tanya Kai sembari mencibir.

Pipi Leera memerah malu. Ia langsung membantah.

“Enak saja. Mungkin saat itu aku tidak sadar, makanya aku memelukmu! ayolah lekas!”

Leera mendahului Kai. Kai hanya tertawa.

“Leera, Leera. Sampai kapan kau mau berubah hah?”

To Be Continued

a/n : sengaja bikin ini supaya reader gak penasaran. jadi aku tuangin sedikit-sedikit. nanti kalo udh kekumpul semua baru aku satuin jadi satu part full. gimana terobosan baruku? mian kalo aneh. aku hanya ingin cepet2 ngeluarin ff ini tapi selalu gak ada waktu hehe. soalnya banyak ff yang harus kuselesain maaf >.< semoga kedepannya reader gak bosen ya sama ff ini^^

NB: Maafkan typo karena aku blm smpet ngedit🙂

166 comments

  1. kalo leera ama yeol keknya krg klop, sama2 narsis apa jd nya??
    mending leera ama kai aja deh, yeol tetep ama seohyun, yg kalem ama yg narsis keknya lbh cocok hahahahha…

Kritik dan Saran ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s