Since We’re Child and Now You Love Me ( Kaistal Ver )


Click to visit the original post

poster:  Fenetre Licorne Art . Thank you!

| Tittle|

Since We’re Child and Now You Love Me

| Author |

Bekicot Princess / Saarah Salsabila Shofa

| Main Cast |

Kim Jongin aka Kai EXO

Jung Soojung aka Krystal F(x)

| Genre |

Friendship, Fluff Romance, Family

| Length |

Mini-chapter / 3 Part or above

| Rating |

T

| Disclaimer |

All things in this fanfic are mine expect casts. Don’t be a plagiator or you will get the regrets.

| Summary |

Cinta itu tumbuh di tempat yang tidak terduga dan di waktu yang tidak terduga

NO SILENT READER AND PLAGIATOR

Sasa rekomendasikan FF ini pd Kaistal shipper dan juga pencita cinta pertama

“Tuan muda…”

Lelaki berperawakan tinggi dengan rambut di sisir rapih juga kerutan di sekitar matanya menghampiri Jongin. Ia sedikit menunduk dengan serbet kecil yang melenggang di pergelangan tangannya.

Jongin–bocah berumur 12 tahun itu, dengan rona merah menghiasi tulang pipinya yang menggembung, rambut hitam nya yang gelap merata melemas menutupi dahinya, ia menggunakan setelan tuxedo ukuran anak kecil. Tubuhnya yang kecil kurus itu terlihat pas dibalut kain mewah berwarna hitam– Predikatnya sebagai keturunan bangsawan bidang pertambangan dikenal hampir di seluruh kota. Sang Kim Jong In, bocah 12 tahun yang menawan, berpakaian selalu rapih dengan senyum yang selalu disunggingkannya tiap bertemu oleh orang-orang. Semua orang yang ditemuinya selalu menganggapnya titisan dari surga dan berjiwa malaikat. Namun sayangnya, sifat ayah dan ibunya tidak sebanding dengannya. Kontras bagaikan langit dan bumi.

” Paman istirahat saja. Aku sudah bisa menyemir sepatuku sendiri “

Jongin mengambil sepatunya dengan polos dari tangan sang pelayan. Ia tersenyum memperlihatkan giginya pada pelayannya itu–yang ia tidak pernah tahu namanya karena dari masing-masing pelayan itu tidak ada yang pernah memperkenalkan diri–

“Sudahlah, aku tidak akan mengadukannya pada Appa ataupun Eomma. Pokoknya paman tenang saja ” Jongin sedikit berjinjit untuk menepuk pundak sang pelayan. ” Sip kan paman?” Ia tidak berjinjit lagi dan mendongak pada sang pelayan untuk memberikan cengiran khas nya.

Sang pelayan lalu tersenyum sangsi. Hal ini sudah sering terjadi. Khususnya kemarin, disaat ulang tahun Jongin yang ke-12. Para pelayan tidak bisa mengerjakan seluruh tugasnya untuk menjaga anak itu karena Jongin terlalu memaksa untuk mengerjakannya sendiri. Kemarin para pelayan sungguh merasa bersalah karena Jongin selalu keluar taman tanpa izin juga tanpa pengawal.

Sang pelayan undur diri dan membungkukan dirinya pada Jongin. Lalu menutup pintu kamar Jongin dengan lembut.

Jongin memandang pintu itu dengan tatapan bahagia. Ia lebih senang menjadi mandiri. Masa menyemir sepatunya sendiri ia tidak bisa?
Jongin mengambil kotak semiran itu. Dengan pelan ia menyemirkan sepatunya dan juga berhati-hati karena ini pengalaman pertamanya.

“Dari sisi kanan ke kiri, atas ke bawah, sisi kanan ke kiri. Ingat sampai sepatumu terlihat baru. Hitam dan mengkilat!” Jongin sedikit bersenandung selama menikmati kegiatan menyemirnya. Sepatunya yang mungil itu kelihatan baru sekarang. Mengkilat seperti baru.

“Yey! Kini aku bisa menyemir sepatu sendiri!” Jongin meloncat-loncat kegirangan di kamarnya. Ia terus mengitari kamarnya yang lebar sembari meloncat-loncat. Menjerit-jerit tak keruan atas kebahagiaan kecilnya. Jongin lalu menatap cermin yang berada di kamarnya. Ia menatap tubuhnya dari ujung rambut hingga ujung kakinya yang mengkilat.

Rambutnya hitam gelap. Lemas terjuntai hingga menutupi dahinya. Tubuhnya tidak terlalu tinggi di umur 12 tahun. Kecil, tidak berisi. Bahkan lengannya kurus. Kulitnya masih seputih salju. Juga bibirnya yang semerah delima, dan tulang pipi yang selalu merona merah dalam situasi apapun. Tuxedo hitam ukuran kecil itu membalut tubuhnya dengan sempurna. Membuatnya terlihat  seakan-akan malaikat yang baru turun dari langit.

Jongin menggerakan pundaknya sedikit lalu mengambil sehelai benang halus di atas pundaknya yang merusak pemandangan tuxedonya. Lalu membuangnya ke lantai sambil mengamati benang itu yang jatuh ke karpetnya.

Si kecil Jongin mengamati jam klasik yang menggantung di dinding. Ini baru pukul 10 pagi. Dan Jongin akan berangkat membeli setelan baju baru pukul 11 pagi. Baguslah, masih satu jam lagi.

Jongin berniat menulis diari. Si kecil Jongin memang suka menulis. Ia menumpahkan isi hatinya melalui menulis. Mulai dari ayahnya yang selalu mengajaknya bermain piano. Ibunya yang selalu mengelus rambutnya dengan tersenyum. Pelayan yang terlalu baik padanya. Juga kesepian hidupnya tanpa teman. Jongin hanya bisa memandang teman-temannya melalui televisi. Kadang mukanya memelas saat melihat teman-temannya bisa bermain bebas satu sama lain. Entah itu bermain di alam bebas ataupun di sekolah–bahkan belajar di sekolah saja Jongin anggap sedang bermain–

Jongin menamai buku diari nya Krystal. Mengapa begitu? karena Jongin selalu memimpikan seorang teman bernama Krystal. Dia adalah bocah berumur 12 tahun juga seperti Jongin. Selalu meladeni cerita Jongin yang dibagi padanya. Mereka selalu bertukar cerita dengan bahagia. Bermain sepanjang hari dan tertawa. Namun sayangnya, itu hanyalah mimpi. Bukan sungguhan.

Dear krystal,
Minggu ini aku begitu kesepian. Appa dan Eomma pergi jauh. Kata Appa dia pergi supaya bisa membelikanku mainan terkeren tahun ini. Eomma juga bilang begitu. Ia bilang ia pasti akan sangat merindukanku. Juga permainan pianoku. Paman-paman  sangat baik terhadapku, namun aku berjanji tidak merepotkan mereka. Karena mereka orang baik. Krystal.. kapan kau akan sungguh-sungguh kesini. Mengapa kau hanya muncul di dalam mimpi?

CKLEK

“Tuan muda.. saatnya pergi”

Lagi-lagi pelayan yang sama. Jongin terpaksa menyembunyikan buku diarinya. Diarinya adalah rahasia terbesarnya. Dan tidak ada seorang pun yang boleh mengetahuinya. Jongin langsung siap , ia berdiri tegap dan menyembunyikan buku nya di kolong tempat tidur.

“Baiklah, paman”

Jongin berjalan kearah pelayan dan menutup pintu kamarnya.

°Since We’re Child and Now You Love Me°

Gadis itu bernama Jung Soojung. Ia sedang menjualkan kue ke sekitar perumahan kumuhnya. Ia hanya tinggal bersama ibunya seorang. Ayahnya kabur dari tanggung jawabnya dan entah kemana, namun Krystal tidak peduli. Yang ia perhatikan sekarang ialah hidupnya bersama ibunya, sekolah, bekerja, beli baju baru, dan teman.

“Kue Beras?” Sapanya pada salah seorang ibu separuh baya. Ia menyerahkan kue beras itu. Lalu ibu itu memberinya balasan yang setimpal. “Ambil saja kembaliannya, anak manis”

Krystal tersenyum lalu membungkuk hormat. Kemudian ia pergi, menyusuri jalan setapak yang biasa dilaluinya. Gaun tidur nya yang kumal itu berayun di tengah angin. Ia adalah gadis yang periang lagi aktif. Tidak minder dengan apa yang dilakukan nya dan statusnya. Krystal adalah gadis dengan rambut kelabang panjang hingga bahunya, Walaupun ia dipanggil Krystal oleh ibunya, ia tetap menganggap dirinya adalah Jung Soojung.

Pandangan Krystal terarah ke sebuah pabrik sepatu yang baru saja dibangun di desanya. Terkadang banyak kendaraan mahal hilir mudik disana. Seolah pabrik itu teramat penting. Krystal selalu memerhatikannya. Namun, hari ini berbeda. Krystal melihat sebuah mobil dengan cat merah. Yang biasanya datang kesana kan mobil hitam mengapa kali ini merah? pikir Krystal lalu membawa nampan kue beras itu di atas kepalanya lalu berjalan menuju pabrik itu.

°Since We’re Child and Now You Love Me°

Lelaki muda berumur 12 tahun itu melangkah masuk ke tempat yang asing baginya. Tumpukan sepatu di ujung ruangan yang luas. Suasana yang lumayan kotor. Kim Jongin tidak menyukai itu. Ia terbiasa dengan ruangan yang bersih. Namun, ia harus memakluminya. Karena ini adalah pabrik sepatu di desa.

“Walaupun kelihatannya nampak kumal. Namun, ini pabrik kita tuan muda. Masih dalam renovasi. 2 tahun ke depan, kau akan lihat cabangnya di seluruh dunia” Ujar pelayan yang sedari tadi menjaga Kai disampingnya. Kai nampak mengangguk mengerti lalu menyeringai melihat para pekerja melakukan tugasnya.

“Appa memang hebat bisa membuat pabrik sekeren ini” Puju Kai lalu tersenyum pada pelayan itu. Pelayan itu menyambut senyum Kai lalu memanggil seorang pekerja.

“Apakah pesanan tuan sudah tersedia?”

Pekerja itu demikian mengangguk sopan lalu membungkuk. “Selamat datang tuan Kim Jongin. Kau anak yang manis” Puji pekerja itu. Seorang wanita tua dengan sanggul rambutnya yang rapih.

Kai mengeluarkan senyum giginya yang indah. Lalu membungkuk.

“Sungguh kehormatan bagiku” Jawab Kai. Lalu tersenyum.

“Kau juga sangat dewasa” Puji pekerja itu lagi. Lalu membungkuk sopan. Pekerja itu mulai melangkahkan kakinya ke dalam pabrik. Mengambil pesanan tuan muda ini.

Dari ujung pintu pabrik berdiri seorang gadis muda. Dengan rambut kelabangnya yang khas.  Ia celingak celinguk melihat ke dalam pabrik. Lalu menurunkan nampan kue nya yang berat.

“Kau tunggu disini, nampan. Aku akan segera kembali!” Ujarnya pada nampan itu seraya mengelusnya. Lalu ia melangkah pelan menyelinap ke dalam pabrik.

WHOA… Krystal menganga menatap isi pabrik. Pabrik yang sangat luas. Dan alat-alat yang keren. Lihat! yang itu bisa bergerak sendiri! Krystal terpana dan terbengong menatap semua itu. Ia pun memutuskan berkeliling lagi secara menyelinap. Para pekerja sepertinya tidak menyadarinya, dan asik dalam pekerjaan masing-masing.

Kai meminta izin ke pada pelayannya. “Bolehkah aku jalan-jalan?”

Si pelayan tersenyum ramah. “Baiklah, ayo” Katanya seraya bangkit dari posisinya. Lalu hendak keluar. Kai mencegah pelayan itu dan merengut.

“Aku ingin jalan jalan sendiri, paman” Balasnya lalu tersenyum kecut. Ia menggembungkan pipinya. Membuatnya terlihat seperti anak termanis di bimasakti. Pipinya yang merona merah secara otomatis itu mengikuti arah gembungan mulutnya.

“Kau tidak bisa keluar sendirian” Ujar pelayan itu lalu mengusap kepala Kai.

“Paman, sudah jangan kuatirkan aku” Ambek Kai lalu memohon-mohon. Si Pelayan keukeuh dan kembali meminta maaf karena tidak bisa membiarkan tuan muda nya bermain sendirian. Akhirnya Kai menurut. Namun, Kai sudah punya rencana.

Lihat saja, disaat paman itu tidak melihatku. Aku akan meloloskan diri dan bermain!

Tiba-tiba si pekerja yang sama menghampiri mereka dengan membawa sebuah kotak mewah yang terbungkus rapih. Berwarna hitam, mengkilat. Wajah si pelayan terlihat ramah lalu menerima bingkisan itu. Tersenyum pada sang pekerja.

“Gamsahamnida”

Lalu si pelayan dan si pekerja berbincang – bincang. Dan sepertinya hal itu dimanfaatkan Kai untuk meloloskan diri.

Baiklah! ini saat yang tepat!

1, 2, 3

Kai sudah menyelinap ke luar pabrik. Atau lebih tepatnya ke sebelah sawah. Saat merasa lolos dari pandangan si pelayan. Kai berlali bebas menembus angin kencang yang berhembus di pinggir sawah.

“Pemandangan yang indah”

Ujar Kai lalu menatap memuja pada pemandangan disana.

Ia berlari lagi. Menyusuri pinggiran pabrik dan sawah. Kai terlalu senang. Ia berlari dengan setelan jas nya. Membuatnya seperti anak yang kabur dari rumah. Seperti pangeran yang kehilangan rumahnya.

BRUKK

Wajah Kai sudah bertempelan dengan seseorang di depannya. Dia gadis dengan rambut kelabang! Bajunya kumal dan tercium bau kue beras dari wajahnya! Kai terbelalak lalu terjatuh ke bawah. Ia menatap gadis di depannya yang terbelalak juga. Dia Krystal. Kai mengusap bibirnya tidak percaya. Lalu ia bangun dari jatuhnya dan membersihkan bajunya. Krystal merengutkan wajahnya. Ingin menangis. Mengapa aku bisa bertabrakan dan menempelkan wajahnya pada namja asing seperti dia? Hua eomma!

Krystal mulai menatap Kai menuduh lalu tangisannya pecah. Mengeluarkan suara tangis anak kecil yang nyaring. Bagai terompet tahun baru.

Kai kaget lalu menutup mulut Krystal takut-takut si pelayan menemukannya. Apalagi kini dia telah menangisi seorang yeoja. Apakah itu tidak berbahaya huh?

“Tenang tenang…” Kata Kai mendesah pelan sembari mendekap mulut Krystal. Bukannya berhenti menangis, gadis kelabang itu malah tambah jadi nangisnya. Ia mencoba melepas dekapan Kai yang kuat itu. Namun, gagal.

“Kau harus berhenti menangis oke?” Kata Kai lagi pelan. Lalu sedikit melonggarkan dekapan tangannya. Krystal sedikit risih lalu mengerang dengan tidak jelas.

“llepaskan aku!” Katany tidak jelas karena mulutnya di dekap Kai. Lalu Kai melepaskan tangannya karena kasihan.

Krystal menatapnya sebal. Lalu mebersihkan mulutnya dari tangan Kai. Dan… ia menangis lagi!

Kai semakin panik. Dia melihat sekitar lalu kembali mendekap mulut Krystal. “Sudah kubilang jangan menangis lagi!” Ujar Kai sangat pelan pada telinga Krystal. Krystal kembali mengerang ngerang lalu menggigit tangan Kai.

GRAUK

“Ahh.. ” Ringis Kai lalu menjauh dari Krystal. Apakah gadis itu gila? menggigit tangan Kai?

“Makanya jangan sembarangan begitu padaku” Ujar Krystal dengan suara serak. Ia menatap Kai. Kai terjatuh kembali ke tanah. Lalu Krystal mengulurkan tangannya pada Kai.

“Maafkan aku telah menggigit tanganmu. Lagipula kau yang memulainya” Ujar Krystal merasa bersalah. Muka Kai terlihat sangat kesakitan. Ia masih memegang tangannya.

Ya, yeoja itu.. giginya setajam vampir!

Kai masih belum membalas uluran tangannya. Kai masih meringis.

“Aku minta maaf” Kata Krystal lalu menggembungkan pipinya dan memasang tampang bersalah. Ia memajukan bibir bawahnya.

Kai masih tidak meladeni Krystal.

“Ya, aku tahu kau orang kaya. Dan aku hanyalah yeoja kumal nan miskin. Tapi bisakah maafkan aku?” Ujar Krystal. Lalu kembali menggerakan tangannya pada Kai.

Ya, jangan beranggapan begitu. Aku ini bukannya orang kaya yang sombong. Waduh, mengapa dia jadi salah paham?

Kai bangkit dengan uluran tangan Krystal. Ia menatap Krystal lalu tersenyum. “Maafkan aku juga ya” Katanya.

“Tadi aku kesakitan” Ujar Kai sambil nyengir kuda. Krystal tertawa. Lalu mereka sudah berhadap-hadapan. Saling tersenyum.

“Aku Jung Soojung” Ujar Krystal lalu mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan namja yang seumuran dengannya itu.

Kai memandangnya senang. Ia suka manik mata hazel yeoja di depannya itu. Bening… seperti kristal.

“Aku Kim Jongin..” Balas Kai lalu menyambar tangan Krystal.

Alangkah bodohnya Krystal kalau dipikir-pikir. Jika saja ia bilang pada Kai kalau namanya adalah ‘Krystal’ kemungkinan Kai akan sangat terlonjak dan kaget. Namun, yang ada dipikiran Krystal hanyalah nama ‘Jung Soojung’ jadilah ia hanya mengucapkan nama itu pada orang yang akan berkenalan dengannya.

Mereka terdiam sejenak karena gugup. Lalu Krystal menyahut.

“Kau darimana?” Tanya Krystal karena teringat beberapa mobil mewah yang terparkir di depan pabrik. Ia menatap manik mata Kai yang cokelat itu. Ia diam-diam memerhatikan pipi Kai yang memang dari awal sudah merah itu. Dia namja atau yeoja? pipinya kok bisa merah begitu? hihi lucu!

Kai menjawab dengan singkat. “Daejeon” Lalu balas bertanya. “Kau?”

Krystal tersenyum lalu menunjuk pematangan sawah di sebelahnya. “Disana” Lalu tersenyum. “Kau mau berkunjung?” Kata Krystal lalu menatap Kai.

Kai terlihat berpikir sejenak. Lalu memandang ke dalam pabrik.

Baguslah. Sepertinya paman sedang sibuk

“Oke…” Balas Kai sambil menunjukan jempol.

°Since We’re Child and Now You Love Me°

Kai dan Krystal beriringan berdua melewati pematangan sawah. Mengelilingi dedaunan hijau itu. Lalu melihat beberapa kupu-kupu melintasi udara. Krystal tertawa melihat reaksi Kai terhadap kupu-kupu.

“Kau takut kupu-kupu?” Tanya Krystal lalu tertawa.

Ia menangkap beberapa kupu-kupu lalu diarahkannya ke Kai.

“Ya! jangan!” Kai sedikit mundur. Lalu menutup wajahnya dengan tangan. “Jangan, menjijikan!”

Krystal tertawa lagi lalu melepaskan kupu-kupu itu. “Baiklah, mengapa  kau takut kupu-kupu. Menurutku kupu-kupu itu indah” Tanya Krystal lalu kembali menormalkan jalannya. Kai menatap malas Krystal yang sudah menakut nakutinya.

Apa apaan sih yeoja ini. Menakut nakutiku?

“Apa kau tidak tahu? Kupu-kupu itu berasal dari ulat tahu” Tukas Kai tegas sambil merengut. Krystal tertawa lagi.

“Siapa yang bilang begitu? bodoh sekali” Krystal mencibir. Krystal memang tidak sekolah dari masa SD karena tidak ada biaya. Pantas saja ia tidak mengetahui metamorfosis atau semacamnya. Ia bertanya pada Kai sepolos itu. Jelas saja membuat Kai tertawa.

“Kau gila ya? tentu saja kupu-kupu berasal dari ulat! aku diberi tahu guruku!” Kata Kai seraya membersihkan pundak jasnya.

Krystal mengangguk ngangguk polos lalu kembali menatap Kai lagi. “Berarti kau sangat pintar ya! kau ini hebat!” Puji Krystal lalu tersenyum. Kai sedikit tersipu. Memang banyak orang yang bilang Kai manis dan segalanya. Namun, belum ada yang bilang Kai anak pintar. Sepertinya Krystal lah orang -entah keberapa, namun dianggap Kai orang pertama- yang mengucapkan ‘Kai pintar dan hebat’.

“Terimakasih” Balas Kai.

Lalu kedua bocah 12 tahun itu kembali melanjutkan perjalanannya. Melintasi pematangan sawah sambil menjaga keseimbangan.

°Since We’re Child and Now You Love Me°

–T0 BE C0NTINUED–

a/n: hai readerss!! sasa bikin FF lagi nih rencananya sasa mau bikin ini ONESHOT tapi ya gitu. Males. Ya sasa ini males banget-oo- gak belajar gak bikin ff pasti males. Sebenernya banyak banget ff yang harus sasa selesain. Khususnya OMCIA, The Sexiest Agent, Can I Marry You My Sister, dll. ya ampun pusing ya >.< ditambah lagi proyek sequel lainnya. hihi. berhubung aku merasa berdosa karena gak pernah update ff kaistal. akhirnya aku update nih ff kaistal yeay! ^^ senangnya. semoga aja banyak peminat nya ya, aku sengaja bikin cerita ver anak kecil supaya unyu unyu :3 yaudah kapan-kapan kita berjumpa lagi yah! papay ^^

NO SILENT READERS!

14 comments

  1. Hai marla imnida 99L, salam kenal ya

    Btw, aku suka sama ceritanya. ini fluff banget. dan asal tau aja aku itu pecinta cinta pertama._. sebenernya sih aku nggak nerta apa apa masalah itu, tapi nggak tau kenapa kayaknya cerita childhood itu menyenangkan. sa, plis aku butuh lanjutannya? ini di lanjutin kan? sayang banget kalo enggak. feelnya juga dapet. aku harap ff nya di lanjutin ya^^ OMCIA juga deh, tapi ini dulu ._.

    Keep writing and Fighting ya! Annyeong^^

  2. Keren nih thor! Aku baru baca hehe. Lanjut dong part2 nya! Ini ff dari agustus tahun kmrn loh thor. Penasaran pas udh gedenya. aku kaistal shipper nih wkwk. Sekalian omcia s2p5b/6 nya lanjut ya. Keep writing, hwaiting!! ~~^^

Kritik dan Saran ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s