OMCIA! YBIMA /Part 7a/


crush month apartement

| Title |

One Month Crush In Apartemen! [Yadong boy in my apartemen!]

| Main Cast |

Park Leera

Kim Jong In

Park Chanyeol

Seo Joo Hyun

| Another Cast |

EXO Members

The Blonde Curly Girl

Sasangnim

| Genre |

School life, romance, fluff, AU

| Length |

Chaptered

| Rating |

Teen

PG-15

| Summary |

Tinggal dengan namja mesum itu di apartemen ini?! GILA! Shireo!

Previous Part

| Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6a | Part 6b |

NO PLAGIARISM PLEASE. AND IF YOU ARE SILENT READERS PLEASE GO OUT^^

Previous Part

Apartemen Leera-Kai, Kamar

Tubuh Leera yang lemah sekarang terasa panas olehnya. Ubun-ubunnya serasa dibakar dan tangannya seakan sudah seminggu tidak bergerak. Kaku namun panas. Ia merasa keningnya yang begitu panas. Juga pipinya yang hangat. Mata Leera kini sudah mulai terbuka. Ia melihat langit-langit kamarnya. Lalu pandangannya beralih ke sekeliling kamarnya. Tak ada siapa siapa.

Ia berusaha bangun. Untuk membayar rasa penasarannya. Bagaimana aku bisa disini? mengapa tubuhku teramat panas? dan mengapa tidak ada seseorang pun menemani ku di kamar?

Leera akhirnya dengan mudah duduk di atas ranjangnya. Sedikit menyingkirkan selimutnya. Agar kakinya yang gerah bisa terobati. Kepalanya tidak pusing. Namun, tubuhnya amat lemas.

Ia mengerjapkan matanya beberapa kali. Lalu saat ia membuka matanya. Ia sudah melihat Kai berdiri di dekatnya. Memandangnya dengan raut datar. Namun, di mata Kai ada sinar kelegaan.

“Kau sudah baikan?” Tanya Kai sembari menyelidiki keadaan Leera. Leera sepertinya tidak dapat menangkap suara Kai dengan baik. Ia masih terdiam tidak mengerti.

“Bagaimana?” Tanya Kai lagi. Ia sadar Leera tidak memerhatikannya. “Leera-Ah?” Tanyanya lagi.

“Apa kau demam?” Tanya Kai. Ia ingin menyentuh Leera, namun takut Leera akan marah padanya. Ya, apa boleh buat. Tetapi bagaimana cara mengecek panasnya kalau begitu? Satu satunya cara yang diketahui Kai untuk mengecek suhu tubuh apakah orang itu demam atau tidak hanyalah dengan menempelkan kening mereka satu sama lain. Dan itu mustahil jika Leera adalah gadis yang tidak suka disentuh. Akhirnya Kai memutuskan untuk bertanya,

“Bolehkah aku mengecek suhu tubuhmu?” Tanya Kai pelan. Dan tiba-tiba Leera mengangguk dengan lemas.

Kai langsung memajukan tubuhnya. Memegang kepala bagian belakang Leera lalu menyatukan keningnya dengan kening Leera. Mereka saling terdiam satu sama lain. Hingga Kai dapat mengetahui Leera demam atau tidak.

Rasanya begitu.. panas.

Leera masih terdiam membisu. Lelah dan lemas. Bahkan ia sedikit tidak sadar apa yang dilakukan padanya. Lalu Kai berbicara dengannya sembari menempelkan kening satu sama lain. Ia berbicara dengan pelan.

“Kau demam”

#

Kening mereka masih menempel satu sama lain. Hingga saatnya Leera sepenuhnya sadar. Ia terlonjak dan segera mendorong Kai.

“KYAAAA!”

Kai terdorong jatuh ke bawah tempat tidur. Ia meringis mendapati kakinya terhantam kaki meja lampu. Ia mulai memandang malas Leera yang histeris.

Yeoja itu akhirnya sadar. Padahal kalau ia bersikap manis seperti tadi, semua akan baik baik saja -_- sudahlah. Aku sudah malas kalau begini, eh tetapi dia kan masih demam?

“APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU HAH NAMJA BYUNTAE?!”

Leera mengambil bantal di dekatnya lalu memukulkannnya pada kepala Kai di bawah tempat tidur. Bertubi tubi ia merutuki Kai sembari memukulkan bantal itu ke kepala Kai.

“Dasar namja tidak tahu diri!” Pukulan bantal pertama.

“Namja yadong!” Pukulan bantal kedua.

“Namja gila!” Pukulan bantal ketiga.

“Namja mesum!” Pukulan bantal keempat.

Hingga pukulan bantal seterusnya dengan rutukan rutukan dari Leera. Ia mungkin terlampau kesal dengan Kai. Tentu saja ia kaget setengah mati. Saat ia tersadar tiba-tiba saja keningnya sudah bertempelan dengan kening Kai dan wajah mereka sangat berdekatan! Bayangkan saja, setelah kau sadar dr alam sadarmu lalu ada seseorang yang wajahnya sangat dekat denganmu. Apakah itu tidak mengagetkan? Apalagi Leera yang histeris seperti itu.

Sembari dipukuli Kai minta ampun pelan dan menamengi kepalanya dengan kedua tangannya. Ia tidak tahan dipukuli terus menerus. Apakah si Leera itu tidak sadar ? Daritadi siang ia itu dirawat dan dijaga oleh Kai! Bahkan yang mengeluarkannya dari gudang itu saja si Kai! Mengapa ia jadi marah-marah?

Baiklah, kali ini mereka kembali seperti layaknya air dan minyak.

“Ah! Mengapa aku tidak pernah sadar eoh?” Ujar Leera masih sembari memukuli Kai dengan bantal.

Kai terus menutup matanya dan melindungi kepalanya dari bantal itu. Terus begitu hingga Leera menghentikan pukulannya ( walaupun dengan presentase yang kecil ).

“Dasar namja sembarangan!!”

“Mengapa kau sembarang menyentuhku!!”

“Yang boleh menyentuhku itu hanya namjachinguku!!”

“Ishh!”

Masih dipukuli hingga akhirnya.

Apa? Mengapa pukulan bantalnya berhenti?

SYUTTT

Pandangan Leera menjadi kabur. Otaknya mulai tidak bekerja dan tubuhnya lemas. Rasanya seperti orang yang sedang berlari lalu di panah dari jauh. Leera langsung lemas dan rubuh. Ia terjatuh ke depan, bersamaan dengan berhentinya pukulan bantal itu pada Kai.

Kai menangkap tubuh Leera dengan sigap. Kai sudah menyangkanya. Mana mungkin orang demam bisa sehisteris Leera tadi? Pasti lambat laun ia akan menjadi lemas, malahan pingsan. Dan benar saja, Leera pingsan sekarang.

BRUK

Kai kini menahan berat badan Leera dan berjongkok. Bersiap berdiri untuk menaruh tubuh yeoja itu di atas ranjang agar tertidur dengan nyaman kembali. Akhirnya Kai membaringkan Leera dengan lancar tanpa hambatan. Karena beberapa helai rambut menghalangi wajah Leera. Kemudian Kai menyingkirkan helaian rambut itu ke pinggir wajahnya agar wajah Leera terlihat jelas.

Setelah membaringkan Leera. Kai kembali mengecek ponselnya secara tidak sengaja. Tak terprediksi, ternyata Chanyeol mengirimi nya pesan juga.

From: 098-776789
Kai-Ah ini nomormu kan? Bagaimana keadaan yeoja itu? dan juga apa kau frustasi sekali? ‘-’)/ aku hanya ingin mengingatkan! jangan lupa belajar! atau nilaimu akan jauh berada di bawah nilaiku. Kkkkk~!

Walaupun tidak ada namanya Kai sudah tahu. Ini pasti Chanyeol. Kai merasa kaget saat membacanya. Nilai? Ulangan? Iya juga! Besok adalah ulangan Sosiologi bab ‘Adaptasi’ itu! Kai harus segera belajar atau nilainya akan jauh lebih kecil dibanding Chanyeol! Apalagi Chanyeol adalah siswa yang jenius. Kai yakin ia tidak belajar sama sekali. Sudah pasti wajah Chanyeol menunjukan ‘kesepeleannya terhadap Kai’. Mengalahkan Kai dalam urusan nilai? Tentu saja hal mudah bagi Chanyeol. Kai kan cuma berada di urutan 5 terbawah di kelas unggul? Namun, Kai sudah tidak ada pilihan lagi. Sekarang kawan sekamarnya ( Leera ) sedang demam dan bahaya apabila tidak segera di sembuhkan. Siapa lagi yang akan mengurus Leera selain Kai sendiri?

Kai pun segera membanting ponselnya di kasur.

“Dasar sombong si Chanyeol itu” Ujarnya pelan. Lalu berputar putar mengelilingi ruangan. Tak lain tak bukan karena ia tidak tahu bagaimana cara mengobati seseorang yang demam. Apakah di beri obat Mylanta? Atau obat pil? Dites darah ? Atau suntikan? Ugh, Kai memang tidak suka kedokteran. Ia juga tidak peduli akan kedokteran. Namun, Kai mau tak mau harus mengobati Leera.

“Ayolah Kai. Kau pasti bisa” Bisik Kai dalam hati. Ia pun mengingat – ingat masa kecilnya. Disaat ibunya ( Kim Hyunsik ) mengobatinya saat demam di umur 6 tahun.

Oh shit. Kai sama sekali tidak bisa mengingatnya. Yang ia ingat hanyalah disaat ibunya mengecek suhu tubuhnya melalui kening masing masing. Dan oleh karena itulah Kai mengecek suhu tubuh dengan cara seperti itu.

Tetapi..

AHA! KAI ADA IDE LAIN

“Buat apa aku pusing pusing jika sudah ada internet yang bisa menjawab semua pertanyaanku” Kai melakukan smirk pada dirinya sendiri lalu mencari ponselnya. Membuka Google lalu mengetikkan apa yang ia cari.

‘발열을 치료하는 방법’

Lalu ia klik dan muncul aneka macam tulisan dan saran. Kemudian Kai mengklik pilihan paling pertama dan membaca tulisannya. ( Loading internet di KorSel sangatlah cepat )

Kai tersenyum saat mendapati cara-cara mengobati orang demam dengan sangat ringkas, lengkap, padat, dan mudah dimengerti.

“Pertama, siapkan kompres dingin. Lalu ditaruh di keningnya” Ujar Kai dalam hati mengikuti bacaan di internet. Sambil memegang ponselnya ia berjalan ke dapur. Menuangkan air dingin lalu kain kecil dari lemari. Ia melakukan semuanya sembari melihat layar ponsel.

“Tuang dan… peras” Ujar Kai pada diri sendiri lalu mengulangi kegiatan yang sama. Disaat kegiatan memeras kain. Ia menaruh ponselnya di meja agar tidak terkena air. ( re: iphone )

Disaat yang sama Leera masih tertidur pulas. Tak menyadari kegigihan Kai yang berusaha merawatnya. Ia terpejam mengarungi alam bawah sadarnya. Lalu yeoja ini mengigau.

“Ah…. dasar namja mesum.. eghhh” Desah Leera sembari berdecak decak lemas. Alisnya menekuk menandakan ekspresi kesal dan marah. Namun, matanya masih tertutup rapat.

Kai masuk ke kamar dengan membawa ember kecil berisi air. Juga dengan kain kecil di dalam ember itu. Ia menghampiri ranjang Leera dan menaruh ember kecil itu di atas meja lampu. Lalu mencoba memeras kain.

CRESS

Akhirnya selesai. Lalu disaat Kai mau menaruh kompres di atas dahi Leera, Leera terlihat mengigau kembali..

“Gezzz, yadong dan tidak tahu diri kau eghhh… prrr” Leera kembali mendesah dan berdecak decak mengantuk. Lalu membalikan badannya ke sebelah kanan-yaitu arah yang berbanding terbalik dengan Kai berada.

Anak ini.. sewaktu tidur saja masih bisa mengigau dan marah marah padaku..

Kai pun menarik sedikit tubuh Leera agar tidur dengan posisi lurus. Dengan begitu, kompres tidak akan mudah jatuh. Kai pun melanjutkan kegiatan kompresnya. Ia menaruh perlahan kain dingin itu diatas dahi Leera yang seperti bokong kuali yang panas.

PLEK

Akhirnya kompres tersebut sudah tertata rapih di atas kening Leera. Leera terlihat tidak mengigau. Mungkin mimpinya kembali indah.

Kai menghembuskan nafas lega. Lalu ia membawa ember kecil itu kembali ke dapur. Membuang air nya dan kembali mengambil ponselnya dan duduk di samping ranjang Leera. Ia kembali membaca petunjuk di internet.

“Membuatkan sup? yang benar saja?”

Kai membulatkan mata saat membacanya. Sudah jelas kan Kai tidak bisa memasak. Masa iya ia harus membuatkan sup ‘tidak enak’ pada Leera ? Bukannya kalau begitu malah sakitnya akan bertambah parah? Dan juga, masa iya ia harus memanggil Kyungsoo lagi ke apartemennya.

“Yah, setidaknya kalau ada resep semua bisa dimasak kan?” Ujar Kai memenangkan dirinya sendiri. Ia kembali mengetik di google.

수프를 만드는 방법

Yeah, akhirnya ketemu. Pilihan pertama adalah ‘cara membuat sup ala koki profesional’ dan yang kedua ‘cara membuat sup ala pemula’.

“Kalau dipikir-pikir, pilihan pertama terlalu ekstrim”

Kai pun memandang horor link pilihan pertama dan beralih ke pilihan kedua. “Kurasa sup pemula lebih baik” Kai memencet tombol lalu munculah cara membuat sup ala pemula itu.

Kai membaca keseluruhannya lalu tersenyum karena ia merasa ia pasti bisa membuatnya.

20:00 KST

10 Menit Kemudian dan Kai sudah selesai membuatnya. Ia mencari mangkuk kesana kemari namun tidak ada.

“Sial, dimana yeoja itu menyimpan mangkuknya?”

Kai terus mencari hingga lemari lemari paling atas namun tidak kunjung ketemu. Ia langsung pasrah dan terpaksa menyajikan dengan piring saja. “Ya, semoga tidak tumpah sup nya”

Kai membawa sepiring sup itu perlahan ke kamar. Menaruhnya di atas meja lampu. Lalu membangunkan Leera.

“Ya, bangunlah. Kau harus makan malam” Ujar Kai sembari membisik ke Leera.

Bagaimana cara membangunkan yeoja ini? Bagaimana jika ia bangun lalu langsung menendang Kai kebelakang? Bodoh, padahal Kai berniat baik ingin membuatkannya sup.

“Leera-ya”

Masih tidak ada gerakan.

“Ireonal palli… kau harus makan malam”

Tetap tidak ada gerakan.

Kai terus membangunkannya. Namun, Leera tak kunjung bangun. Beberapa menit berlalu. Hingga saatnya Kai tertidur. Tidak kuat akan dirinya yang sebenarnya sudah lelah.

Ia tertidur di kursi di sebelah tempat tidur Leera. Sambil memegang sendok makan.

#

Apartemen Seohyun-Chanyeol

Seohyun tersadar dari kegiatan membaca bukunya. Ia mencoba menajamkan pendengarannya. Tidak ada pergerakan, apakah mungkin Chanyeol sudah tidur?

Ia pun menutup buku sosiologinya dan melepas kacamatanya. Ia bangkit dari tempat tidurnya dan membuka pintu.

CKLEK

Suasanaa sepi, ruangan di depan kamar gelap. Seohyun pun beralih ke tombol lampu.

Kemana Chanyeol? Jam segini ia sudah tidur?

Seohyun pun menghidupkan tombol lampu. Alangkah kagetnya ia yang melihat Chanyeol tertidur di sofa. Mengapa ia tertidur disana? Bukannya ia tidak suka tidur di sofa?

Seohyun pun dengan langkah pelan mendekati Chanyeol. Lalu menggerak gerakan tubuhnya.

“Chanyeol-Ah..”

“Bangun..”

“Pindahlah ke kamar..”

Chanyeol tetap tidak bergeming. Seohyun tetap membangunkan Chanyeol. Ia tidak mungkin membiarkan Chanyeol tidur di luar. Apalagi udara malam yang dingin. Namun,

“Chanyeol-Ah. Bangunlah, tidurlah di kamar. Disini terlalu dingin” Ujar Seohyun sembari menggerak gerakan tubuh Chanyeol. Namun, tidak ada tanda tanda Chanyeol bangun.

Ah, terpaksa kalau begini. Aku akan membiarkannya tidur disini. Lagipula aku tidak kuat mengangkat tubuhnya ke kamar.

Seohyun pun masuk ke kamarnya Chanyeol. Mengambil selimut dan bantal. Ia menggotong semua barang itu ke arah sofa. Dimana Chanyeol tertidur.

Ia melihat raut Chanyeol yang tenang. Sepertinya ia sedang tidur dengan sangat pulas. Seohyun pun mengangkat kepala Chanyeol pelan lalu menyelipkan sebuah bantal di bawah tengkuknya. Lalu menyelimuti Chanyeol dengan selimut yang dibawanya.

Tidurlah yang nyenyak, Chanyeol-Ah..

Seohyun berlalu dan menuju ke dapur. Ia melihat makanan yang tadi dibuatnya untuk Chanyeol. Padahal masakannya disukai Chanyeol. Namun, mengapa ia tidak memakannya? pikir Seohyun. Ia mengatakan itu setelah melihat makanannya yang masih utuh, tidak disentuh Chanyeol sama sekali.

“Chanyeol-Ah..”

#

Hawaii,

Canda tawa dan suasana riuh terdengar dari ruangan yang mewah itu. Suara gelas, suara garpu dan sendok yang beradu, aneka macam topik pembicaraan, dan suara – suara aneh lainnya. Tempat makan di hotel yang luas, mewah dan megah. Para orang tua berkumpul. Bercanda tawa dan mengobrol entah apa. Dalam jangka waktu pendek, mereka seakan lupa pada anak-anaknya yang sedang mengalami aneka peristiwa tak terduga.

“Aku tidak menyangka kau sampai lupa dengan anakku, Nami-ya” Hyunsik menyenggol lengan Nami yang sedang mengiris daging steak nya. “Kau ini pikun sekali ya. Dari dulu dan sekarang masih pikun” Lanjut Hyunsik lagi. Membuat Nami memberhentikan kegiatan mengirisnya.

“Baboya Hyunsik-Ah! Kau tahu, aku belum pernah melihat anakmu” Pekik Nami sembari pura pura cemberut. Hyunsik tertawa kecil lalu menenangkan Nami. “Sudah jangan marah” Lalu terkekeh kecil.

Park Hyeonjoo menuangkan wine ke gelas mungilnya. Lalu meminumnya dengan tenang. “Sewaktu kecil bukankah kita pernah berkunjung ke rumahnya?” Tanya suami Nami itu dengan alis ditekuk. Nami hanya tersenyum malu, “Ne, sudahlah. Aku memang pikun”

“Aku ingat sekali disaat mereka bermain bersama, Leera dan Kai. Mereka sangat akrab” Ujar Hyunsik riang. Sembari menepuk nepuk pundak Nami.

Karena Kim Youngjin adalah sosok yang dingin dan terkesan cool. Maka ia terdiam sembari makan. Ia keturunan bangsawan dan aturan makan yang sopan masih melekat pada dirinya.

“Mereka sangat akrab? Jinjayo?” Tanya Nami dengan heran. Nami ingat sekali saat Leera bilang padanya kalau partner ya itu menyebalkan. Inilah itulah.. dan Nami hanya mengira mereka berebut kamar mandi atau semacamnya. Namun, dugaannya meleset jauh. Anaknya itu, si Leera tidak pernah berhubungan dengan namja sebelumnya juga sangat pemarah, pemalas, dan cerewet. Inilah yang membuat Nami tidak tenang.

“Ne, aku punya foto mereka berdua. Namun, di ponsel nya Youngjin” Balas Hyunsik dengan bangga. Lalu Hyunsik memanggil suaminya, “Chagi, kupinjam ponsel mu sebentar ne”

Beberapa detik kemudian ponsel itu sudah di pegang Hyunsik. Ia memencet beberapa tombol dan membuka suatu foto. Yang sengaja disimpannya sebagai kenang-kenangan. Foto itu sudah lama, disaat Leera dan Kai balita.

“Nah, ini dia” Ujar Hyunsik menunjukan itu pada Nami.

GYUTT

Mata Nami membulat sempurna. Lalu ia tertawa. Bagaimana tidak, foto itu menunjukan Kai dan Leera si balita lucu. Sedang duduk dan bermain bersama di istana pasir. Wajah mereka berdekatan. Karena masih polos, tentu saja mereka tidak mengerti apa – apa. Seperti pasangan yang cocok. Nami tertawa tawa memandang foto itu. Diikuti Hyunsik.

“Mereka lucu sekali bukan?” Ujarnya. Dibalas anggukan dari Nami.

Satu foto … yang membuat takdir berubah.

Pinggir Pantai,

Mereka berempat sudah selesai makan malam. Kedua ibu-ibu itu keluar dari hotel. Mencoba menikmati suasana malam yang berangin. Angin itu menerbangkan helaian rambut mereka. Nami dan Hyunsik ( Ibunya Leera dan Kai ) berdiri di pinggir pantai sembari menahan kain yang mereka pakai agar tidak terbang begitu saja.

“Park Nami?” Tanya Hyunsik memecah keheningan.

“Ne?” Balas Nami, tanpa menghadap Hyunsik.

Hyunsik terdiam sejenak. Beberapa angin kencang menghempas helaian rambutnya.

“Apakah kau membutuhkan seorang menantu?”

Hening..

Nami berfikir. Sangat lama sambil memandang laut di depannya. Biru tua, terpampang luas dengan indah, angin-angin menghembus dari timur ke barat. Terkadang menerpa mereka. Membuat mereka sedikit goyah.

Nami lalu menengokan kepalanya pada Hyunsik. Menaikan alisnya lalu tersenyum.

#

Pagi Hari, Apartemen Leera-Kai

Di kamar mereka. Leera terkujur lemas di ranjangnya. Tubuhnya yang lemas dan pucat kini mulai membaik. Suhu tubuhnya mulai stabil. Leera berusaha membuka matanya. Ia merasa sedikit berat. Namun, ia merasakan sesuatu yang dingin di keningnya. Sambil terpejam ia meraba raba keningnya, lalu menemukan kain yang basah.

Sebuah kompres??

Leera pun langsung membuka matanya. Pertama-tama ia melihat ke langit kamar, lalu ke kanan dan ke kiri. Lalu menemukan Kai yang tertidur sembari duduk di kursinya di samping tempat tidurnya. Raut Kai terlihat lelah dan mengantuk sekali, di tangannya terdapat sebuah sendok. Lalu mata Leera mendelik ke arah meja lampu dan menemukan sup yang sudah dingin.

Ya ampun, apakah Kai terus menjagaku sejak tadi malam?

Leera menatap khawatir wajah Kai. Ia langsung melihat jam dan lega karena baru pukul setengah 6 pagi. Leera langsung bangkit dari tempat tidur. Masuk ke kamar mandi.

Leera POV

Aku tidak percaya ini. Ia menjaga ku sepanjang malam? Membuatkan ku sup? Apakah sejak tadi malam? Buktinya sup itu kini sudah dingin.. Kompres itu dan sendok yang di genggam nya. Benar! Ia menjaga ku sepanjang malam. Tidak, tidak, aku tak mau berhutang budi padanya. Mengapa ia terlalu baik? Mengapa begitu?

Kalau begitu, saat ini aku harus membalas budi padanya. Ya, sedikit-sedikit lah yang penting ia tidak merasa tersinggung padaku. Ya, ia sudah sangat baik padaku. Mulai dari tadi siang hingga pagi ini. Aku … aku sungguh merasa menyesal telah memukuli nya dengan bantal. Husfft..

Aku menghidupkan shower dan mandi. Sembari memandangi diriku di cermin, aku melihat keningku yang sudah pasti ia sentuh. Ia membuatkan kompres untukku. Namun, mungkin kali ini aku harus mengikhlaskannya menyentuhku. Tak apa kan? Lagipula ia  bersikap baik.

Aku terus merasakan sensasi air dari shower itu membasuh tubuhku yang hangat. Dan kini menjadi normal seperti biasa. Tubuhku yang semula lemas dan begitu panas kini menjadi normal dan kembali lincah.

Setelah beberapa menit aku sudah menyelesaikan mandiku. Aku tetap memakai seragamku di dalam kamar itu. Lagipula Kai sedang tertidur. Dan itu sangat pulas. Mana mungkin ia mengintip,

Setelah selesai, aku menuju dapur. Memasak sarapan yang kuusahakan seenak mungkin. Aku tersenyum sembari memasak saat terbayang di benakku wajah Kai yang kelelahan saat tertidur tadi. Tidak terbayangkan, si namja yadong byuntae tidak tahu diri dan mesum itu memngurusiku yang sedang demam. Sungguh tidak bisa dipercaya. Apa ia kerasukan sesuatu?

Setelah memasak omelette dengan resep di laci dapur. Akhirnya aku menyajikannya di atas meja. Sengaja aku tidak memakannya duluan agar aku bisa makan dengannya sembari menanyakan hal apa saja yang ia lakukan disaat ia menjaga ku tadi malam. HAHAHA pasti ia akan gengsi mengungkapkannya ! Wahaha, aku tidak sabar melihat Kim Jong In si namja yadong itu merasa salah tingkah!

Aku pun melangkah ke kamar. Mencoba membangunkannya. Tepat sekali, ia masih saja tertidur dengan raut yang sama.

“Babo bangun!”

“Babo! Ireonal Ppali!”

Author POV

CKLESS

Kai langsung bangun dari tidurnya. Lehernya sakit karena posisi tidur yang salah. Ia mengedip ngedipkan matanya berusaha mengatur cahaya yang masuk. Kai kemudian mengucek – ucek matanya. Berusaha melihat keadaan di pagi harinya.

Karena yang ia lihat adalah Leera. Ia dengan spontan langsung berujar.

“Kau sudah sehat?”

Leera mengangguk singkat. Lalu kembali menjerit seperti biasanya, “Cepat babo nanti kau telat. Aku sudah siapkan sarapan!”

Kai langsung bangun dan berujung di kamar mandi. Leera tersenyum memandang bahu Kai yang berlalu.

Sarapan,

“Kau terus menjagaku semalaman?” Tanya Leera pada akhirnya. Kai tetap mengunyah omelette nya. Matanya yang semula tertuju pada nasi kini tertuju pada Leera.

“Tidak”

What the hell? Tidak?! Dengan jelas aku melihat dia yang ketiduran!

“Kau bohong bukan?” Tanya Leera lagi. Mencoba memastikan.

“Tadinya aku ingin mengambil kursi itu, namun justru aku jadi ketiduran” Balas Kai santai lalu kembali menyantap omelette nya. Menyebalkan benar namja ini. Sudah jelas masih saja mengelak!

“Aku tahu kau bohong Kai-Ah” Balas Leera lagi. Kai hanya mengangkat bahunya.

“Terus, kau membuatkanku sup?” Tanya Leera sembari mencoba tersenyum. Kaku memang. Terlihat seperti acting yang gagal.

Kai tidak memandang Leera. Ia masih saja menyantap omelette. “Tidak” Balas Kai santai dan singkat. Mata Leera langsung membulat. Usaha Leera untuk membuat Kai salah tingkah gagal. Bukannya mengakui semuanya, Kai malah menghindar seolah-olah Leera hanya overpede semata. Usaha Leera yang tadinya ingin berbaik hati mulai luntur. Anak ini!

“Dengan jelas aku melihat kau memegang sendok dan satu piring sup di atas meja lampu!” Jerit Leera, tidak tahan lagi.

Kai mulai mengarahkan bola matanya pada Leera. “Hei dengar ya Park Leera. Sup itu bukan untukmu melainkan untukku. Sudah kubilang aku ingin mengambil kursi itu sambil makan sup. Malah Aku tertidur dan tanpa sadar menaruh sup itu di atas meja lampu”

Leera kembali terlonjak.

“Ya! Jangan mencoba mengelak!” Leera bangkit dari meja. Lalu ke kamar. Mengambil kompres yang dipakainya tadi malam lalu di taruhnya ke atas meja makan.

Kai mengangkat sebelah alisnya. “Apa lagi?” Tanya Kai malas.

“Ini! Ini kompres.. siapalagi orang yang memakaikanku kompres selain dirimu?” Leera tersenyum kemenangan. Kali ini Kai pasti tidak punya alasan lagi.

“Apa kau tidak sadar? semalam kau yang memerasnya sendiri dan memakaikan itu pada dirimu sendiri. Masa kau lupa?” Tanya Kai datar seolah tidak berbohong.

Mata Leera membulat dan dia bangkit meninggalkan Kai yang masih makan. Setelah Leera menghilang Kai tertawa – tawa dalam hati.

“Dasar.. haha”

#

Apartemen Chanyeol-Seohyun

Chanyeol memandang sekeliling. Ia kaget karena sesuatu yang hangat menyelimuti tubuhnya.

“Hah!” Ia langsung bangkit dan mendapati selimut yang membalut tubuhnya.

Chanyeol berusaha mengingat kejadian tadi malam. Disaat ia ketiduran karena bersms ria dengan Kai dan Baekhyun. Lalu ia tertidur. Ia juga menjadi tidak nafsu makan karena Seohyun yang selalu belajar di kamarnya dan tidak bisa diganggu. Namun, Chanyeol tidak usah belajar. Tidak belajar saja nilanya bisa 90 lebih, apalagi belajar. Mungkin 10 kali lipatnya.

“Atau jangan-jangan…..” Chanyeol mencoba menerka dan akhirnya,

“Bidadari itu menyelimuti ku tadi malam?” Ujar Chanyeol lagi. Ia melihat sekitar memastikan tidak ada siapa siapa.

Lalu ia meloncat loncat di atas sofa.

“Yoohoo!”

“Ternyata ia peduli padaku!”

Ia terus meloncat  – loncat di atas sofa sembari menjerit tak keruan.

Sementara Seohyun sedang ada di kamar mandi. Lalu keluar karena sudah selesai. Ia memakai baju seragamnya lalu menyisir rambutnya. Setelah selesai, ia menuju ke ruang sofa. Belum sampai di tengah ruang sofa, dari balik dinding Seohyun melihat Chanyeol yang sedang meloncat-loncat di atas sofa.

“Yeah!” Jerit Chanyeol. Tidak sadar kalau ada mata yang mengawasinya dari balik dinding kamar.

Seohyun tertawa kecil mengamatinya. Ia lalu menuju ke dapur sembari tersenyum kecil.

#

SAS [ Seoul Academy Senior ]

Sasangnim sosiologi yang terkenal baik hati namun menusuk itu, kini berada di ambang pintu. Memegang kertas berlembar – lembar yang merupakan kertas ulangan. Pertama – tama, ia menyapa murid nya satu persatu melalui absen dan tersenyum. Lalu mengatakan ‘apakah kalian siap untuk hari ini?!’ dan seluruh murid pun menjawab siap dengan sedikit paksaan dari hati yang paling dalam.

Banyak murid yan berbisik-bisik. “Guru cantik itu, diam – diam membunuh “

Berbalik dengan murid lain yang kontra dengan guru sosiologi itu. Seorang murid bernama Kim Joon Myun yang biasa di panggil Suho dan yang merupakan ketua kelas itu justru menyukai guru ini. Mungkin karena mereka sering berkomunikasi atau semacamnya?

“Hyung, kau ini jangan sampai tertipu dengan penampilannya dong” Ujar Sehun sembari menyenggol pundak Suho yang terus menerus memerhatikan sasangnim di depannya.

“Oh Sehun, harap perhatikan sasangnim dengan baik ya. Tiru lah Joon Myun ( Suho / Kim Joon Myun ) yang selalu memperhatikan” Ujar sasangnim sosiologi itu dengan lembut. Lalu beralih ke map map nya yang berisikan kertas. Oh Sehun mendengus kesal. Lalu memutar bola matanya. Ia melihat Suho yang berusaha menahan tawa. Pipinya mengembung.

“Sial..” Desah Sehun pelan.

SASAW

Beralih ke sasangnim yang sibuk menyiapkan kertas ulangan.

“Ya, hari ini sasangnim sudah menjanjikan akan mengadakan ulangan sosiologi bagian adaptasi ne. Jadi mohon kumpulkan buku cetak dan catatan kalian ke meja depan”

GLEK

Kai menelan ludahnya dalam dalam. Mengapa sasangnim yang itu memakai cara seperti itu? mengumpulkan buku  ? yang benar saja! Kai tidak bisa menyontek kalau begitu kan? Padahal Kai ingin menyontek karena ia tidak sempat belajar tadi malam. Tadi malam kan ia sibuk mengurusi Leera dan yang lainnya. Egh.. pasrah, Okelah Kai.. gunakanlah saja otakmu yang tersisa

Sementara Leera kaget. Ia menoleh pada Kai yang tampil dengan wajah yang tidak berdosa. Babo! Mengapa ia tidak memberitahuku kalau hari ini ada ulangan sosiologi! Sudah tahu aku tidak mengikuti pelajaran seharian penuh kemarin karena terkunci di gudang! dan sakit tadi malam! Ishh! Dia sangat menyebalkann!

“Baiklah sekali lagi kalian siap?”

“Siap…” Balas murid murid seakan semangat.

Chanyeol memandang Kai dari jauh dengan senyum yang tak dapat diartikan. Lalu menyiapkan pena untuk menulis. Ia berbicara pada Kai tanpa suara.

“Kerjakanlah dengan sungguh sungguh atau kau kalah “

Chanyeol lalu tersenyum evil dan tertawa dalam hati. Mau belajar atau tidak Kai pasti akan kalah, pikirnya.

SKIP

Ulangan selesai. Bagi Chanyeol ulangan tidak ada bedanya dengan mengisi formulir pendaftaran. Mengisi dan lancar. Chanyeol memang jenius. Sangat jenius.

Kai langsung membuka buku sosiologinya. Mengacak acak rambutnya karena sadar jawabannya banyak yang tidak benar. Nomor 7 dan nomor 18 lalu beberapa nomor lainnya. Kalau begitu bagaimana ia bisa mengalahkan Chanyeol. Sial!

Sementara Leera ia menggeram ke arah Kai. Ulangan ini! susah sekali! jangan jangan aku hanya dapat menjawab satu soal! Bodoh! ah! Kai ! Sekarang aku mulai kesal lagi, kau merusak mood ku! Ah! menyebalkan kau! Lihat  saja nanti!

Pulang sekolah,

“Kau pulang dengan Chanyeol. Aku masih harus disini” Kai berdiri di depan Leera secara tiba-tiba. Leera kaget dan memandang Kai sebal.

“Hish, jangan mengagetkanku” Leera mendesah sebal.

Kai tidak menghiraukan Leera yang marah dan langsung menyahut. “Cepat, pergilah bersama Chanyeol”

Lalu Kai berlalu. Berlari entah kemana.

Leera terpaku di tempatnya. Bodoh! kalau begitu aku jalan kaki? Huh, dasar namja mesum dan juga idiot! menyebalkan!!

Leera pun terpaksa mencari Chanyeol dan Seohyun. Ia berlari menuruni tangga dan menuju ke gerbang. Berlari menerobos kerumunan. Beberapa yeoja mendesah sebal dan menatapnya sinis. Lalu Leera meminta maaf dengan pelan. “Sorry!”

Leera terus berlari hingga ia menemukan namja tinggi yang tak asing lagi di matanya, Park Chanyeol.

Chanyeol tersenyum sumringah seperti biasa. Ia mengangkat alisnya pada Leera. “Pulang bersama kami?” Tanyanya dengan ramah. Seohyun yang berada di sebelahnya tersenyum simpul.

“Ne..” Leera menjawab sopan lalu membungkuk kaku.

“Ayo..” Jawab Chanyeol lalu mereka berjalan beriringan bertiga. Leera di kiri, Chanyeol di tengah, dan Seohyun di kanan. Mereka pulang bersama dengan perasaan senang dan bahagia.

Chanyeol menyeringai melihat Leera yang berjalan disampingnya, Kai yang bodoh. Ia hanya akan termakan taruhan itu. Hahaha

#

Sore hari, Gedung Sekolah SAS

Kai menyelinap di antara koridor. Menghindari satpam yang berkeliling mengecek satu persatu kelas. Ia menghembuskan nafas lega karena satpam itu tidak melihatnya. Kali ini Kai membawa kertas ulangan cadangannya yang berisikan jawaban yang benar semua. Lengkap dengan soalnya tadi.

Kalian tahu apa yang akan kalian lakukan di sore hari begini saat sekolah sudah tidak ada orang? Tentu saja menukar jawaban ulangannya! Karena jawaban ulangannya banyak yang salah. Ia harus menukarnya dengan jawaban ulangan baru yang barusan ia buat. Lalu besok ia pasti akan mendengar sasangnim mengumumkan nilai ‘Kim Jongin dengan nilai 100!’ tentu saja Kai akan benar benar lega jika begitu.

Di dalam kegelapan Kai sudah menyiapkan sebuah senter. Ia menerobos ruang guru dengan senter nya. Keadaan sangat gelap. Namun, Kai adalah namja yang sangat berani, tangguh dan dewasa. Ia tak takut pada apapun. Kai langsung menjumpai meja sasangnim sosiologinya itu. Mencari kertas-kertas jawaban miliknya. Lalu,

Ada suara-suara,

Kai langsung membekap mulutnya. Siapatau itu satpam yang berhasil menemukannya? Tapi mana mungkin, tentu saja satpam sudah ke depan gerbang jika pukul segini. Kai kembali melanjutkan mencari kertas ulangannya. Senter nya ia gigit.

TAP TAP

Lagi – lagi langkah suara asing terdengar oleh Kai. Ia melihat ke arah kaca ruang guru. Kai menghembuskan nafas was was. Siapa itu?

Tidak ada siapa siapa disana, hanyalah bayang-bayang semu. Tak ada apapun. Kai kembali memfokuskan dirinya pada kertas-kertas ulangan itu. Dan akhirnya,

Ketemu

Kai mengambil kertas ulangan miliknya yang jawabannya kebanyakan salah. Lalu ia menaruhnya ke dalam tas nya. Sedangkan jawaban yang benar. Ia selipkan di antara kertas-kertas ulangan itu. Aku yakin, si telinga besar itu pasti akan kalah

Kai memegang senternya yang tadinya ada di mulutnya. Ia mengarahkannya ke pintu ruang guru. Lalu berjalan dengan perlahan. Berhati hati agar tidak menabrak sebuah meja. Ia berusaha agar tidak menimbulkan suara.

TAP TAP

Suara itu lagi. Kai terus mengawasi sekitarnya. Tak ada siapa – siapa, mungkinkah itu hanya bayanganku?

Kai terus berjalan hingga keluar ruang guru. Dan untungnya ia berhasil. Hanya saja, ia curiga dengan suara suara langkah kaki yang terdengar asing tadi.

Chanyeol? tidak mungkin, dia kan pulang dengan Leera dan Seohyun. Guru? juga tidak mungkin, mereka kan semuanya sudah pulang dengan jelas aku sudah mengeceknya. Satpam? No way, mereka sudah ada di gerbang saat ini. Perasaanku tertuju pada seorang siswa.. ya, siswa lain yang menguntitku..

Namun, Kai tidak terlalu memikirkan itu lagi. Mobilnya yang semula terparkir di lapangan sekolah sudah ia pindah ke salah satu toko di dekat sekolah. Lalu ia berjalan kaki ke sekolah. Mengendap endap tanpa ketahuan. Dan akhirnya ia berhasil kan memasuki ruang guru?

Kai menginjak pedal gas mobilnya dan kini mobilnya sudah melaju di tengah jalan raya. Lihat saja esok, Park Chanyeol..

#

Apartemen Kai-Leera

“Kemana saja kau?”

Leera berdiri di depan pintu. Menyilangkan kedua tangannya. Lalu menatap Kai sinis.

Kai mendelikan bahunya. “Menyelamatkanmu dari Minyoung” Balas Kai asal. Lalu melempar tasnya ke sofa.

“Ya! Sudah kubilang gantung tas mu di belakang lemari!” Pekik Leera tidak terima. Sudah bagus sofa itu ia bersihkan tadi sore. Namun, kini Kai merusaknya.

“Terserah..” Kai berlalu ke kamar. Lalu menutup pintunya.

Leera terlihat menggeram kesal. Ia mengepalkan telapak tangannya kuat – kuat. Memandan pintu kamar itu dengan sebal. Ya! kau ini merepotkanku saja!

Akhirnya Leera menuju ke depan pintu. Tanpa basa – basi lagi. Ia membuka pintu.

Setelah pintu itu terbuka lihat. Lihat lah apa yang Leera dapatkan.

Kai sedang berganti baju! Omona!

“KYAAA!” Leera terperanjat dan mundur beberapa langkah dari tempatnya berdiri. Ia menutup wajahnya dengan tangannya dan menjerit – jerit karena telah melihat Kai toples.

Leera langsung meninggalkan pintu dan berlalu ke kamar mandi untuk cuci muka. Ingin membersihkan matanya yang telah kotor karena pemandangan yang tidak mengenakan tadi. Sial, mengapa aku harus melihatnya? Menyebalkan. Untung saja ia belum membuka celana nya , kalau tidak, matilah aku!

Leera terus mencuci mukanya dan menatap wajahnya yang basah di cermin. Kepalanya masih mengeluarkan asap karena emosi pada namja yadong nan byuntae itu.

#

Sekolah, Pengumuan nilai sosiologi

“Sasangnim akan membagikan hasil ulangan kalian”

“Chanyeol dengan nilai 97.. dan Kai..”

To Be Continued

a/n: Senangnya udh bisa nyelesain part 7a. Mian aku bagi dua lagi. Soalnya ya gitu aku lg gak mood nulis dan kalo di gabung jadi satu part dijamin bakal panjang banget ._.v Jadi aku bagi dua aj yah gakpapa kan? Di chap selanjutnya aku insyaallah bakal fokusin ke acara kemah mereka yang pastinya gak kalah seru sama school life! Kai-Leera makin LOL abis😄 dan EXO pada ngongek itu sesuatu banget. Si Leera yang orangnya jijikan dan terus ke hutan itu gimana ceritanya pula kan? >_< thanks banget buat readers yang udh ninggalin komen maupun yang gak ninggalin. Makasih yang sampe mention mention twitter aku di twitter aku @Saarahsalsabil khususnya @etikaaa97 , @jiyeonjung88 , @indahhapsari1 , @fzhutami , DLL ( maaf gak kusebut semuanya ini recent aja hehe ). Yang chap ini sempet aku protek sebenernya karena kesalahan teknis. Tapi tak apelah .-.v yang minta pw bisa baca ff ini lebih cepat🙂 hehe. Untuk part 7b mian, kayaknya masih agak lama. Makasih ya buat semuanya^^ Terus dukung ff ini ya^^ mian gakbisa bales komen kalian semuanya hehe, paling kalo sempet br aku bisa bales^^ thank you ya^^

Oh iya bocoran nih : Nama sekolah Jiyeon itu Seoul Suwon School ^^

NO SILENT READERS PLEASE ^^

121 comments

  1. aduh kai…. gengsi udah gak jaman…
    thor…. itu langkah kaki siapa sih pas kai ada di ruang guru…
    jadi penasaran saya -_______-

  2. Aduhh kasian banget chanyeol malah dipukul pakai bantal sampai jatuh gitu padahal dia kan ngerawat leera.. Hahaha.. Sebenarnya taruhan apa sih mereka? O iya eon, jangan bilang kalau chanyeol bakalan permainin Leera? Engga kan:( next part ditunggu.. Semangat!!^^

  3. Kai gengsinya wkwkwk kira kira nilai kai berapa yii, tapi kalo tinggi itukan curang-_- leera gk bosen bosen ngomel mulu

  4. Kira2 berapa ya nilai kai?o.o,waktu baca yg ada langkah kaki di ruang guru,langsung cepet2 ke atas lagi..liatin Genre nya dan ternyata nggak ada Horrornya>_<,soalnya paling takut sama Hantu,tapi nomor satu yg paling ditakuti tuhan sih

  5. aku gak sukanya dari leera itu dia suka menuduh kai yang tidak tidak, kesian kan kai udah nungguin gitu, tapi kainya sih gengsi gak sih mereka berdua sama sama gengsi, ah taruhan bakal menang di kai dong, terus langkah kaki itu pasti minka?:/

  6. Ini leera kok naif ya,
    Sekedar kritikan ya thor,karakternya kai disini kurang dapet gitu,kurang greget,kalau namja yadong ya diceritain yadongnya gimana,ada adegan yg memperlihatkan kalau si kai ini yadong😀.sekedar kritikan ya thor

  7. Jeng..jeng..jeng..kr2 brp nìlai kai ya?hihi,niat bgt pke berani nuker lembar jawaban..
    Kr2 sp nh yg bkal menang taruhan…

Kritik dan Saran ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s