HEART CHOICES 1/4


WARN: INI FF UDAH LAMA BANGET TAPI AKU BARU PUBLISH SEKARANG. INI FF KEDUA KU ^^ READ JUSEYO ^^

————————————————————————-

Annyeong, kembali ke FF author yang abal-abal ini ;3 Kali ini aku ngeluarin FF yang gak biasa aku buat (?) yaitu seseorang yang mempunyai syndrome dan gak lazim di terima masyarakat^^ Yah, semoga kalian suka deh ceritanya :) Sekali lagi, cerita ini milik author murni & asli. Dan cast hanya milik tuhan. Sifat pada karakter tidak sesuai dengan aslinya dan hanya karangan belaka. Kemudian umur juga tidak dicocokan, kecuali beberapa saja. Yang terakhir author ingetin,

————————————————————————-

NO COPYCAT, NO PLAGIATOR, NO SILENT READERS, NO BASH, RCL^^

Heart Choices

Title: HEART CHOICES

Cast:

– Seohyun SNSD / Seo Joo Hyun

– YoonA SNSD / Im Yoon Ah

– SeHun EXO K / Oh Se Hun

– BaekYeol

– EXO

– Super Junior

– BAP

-BToB

PG: PG-15

Genre: Sad, Romantic, Friendship, Action,

Length: Chapter [1/4]

Author: Bekicot Princess / Saarah

Seohyun POV

Aku heran dengan diriku sendiri, apa aku kelainan jiwa? Atau semacamnya. Tapi sungguh ini sangat mengganggu hidupku. Aku bisa mendengar isi hati semua orang hanya dengan menyentuh tubuh orang tersebut. Kalian mungkin berfikir itu kelebihan yang luar biasa. Namun, mendengar isi hati orang lain sungguhlah tidak menyenangkan.

“Seo Joo Hyun.” Terdengar geming suara dari depan kelas. Ah, seosangnim Changmin sedang mengabsen,

“Ne, hadir.”

Aku mengangkat tanganku dengan lembut dan suara yang sedikit gemetar. Sungguh aku tadi mendengar isi hati seosangnim yang sangat mengerikan. Tadi pagi aku bersentuhan dengannya dan aku mendengar isi hatinya yaitu Sebelum dia berangkat mengajar, dia memukul istrinya yang sedang hamil karena tidak membuatkan seosangnim sarapan. Makanya aku gemetar saat di absen olehnya.

SKIP>>

Sampai sekarang, hari kedua sekolah. Aku belum mendapat seorang chingu yang setia padaku. Yang bisa mengerti aku. Mungkin mereka takut padaku karena aku tidak pernah tersenyum ataupun tertawa sama sekali. Mereka melihatku sebagai Seohyun yang angkuh dan aneh. Padahal mereka salah, aku selalu gemetar melihat mereka. Dibalik kepribadian mereka yang ceria, ternyata mereka mudah saling membenci. Oh Tuhan, andai saja aku tidak tahu isi hati mereka, mungkin aku tidak akan setakut ini.

Tiba-tiba seseorang mengaburkan lamunanku.

“Kau Seohyun kan? “

Benar seseorang memanggilku dari belakang, dia menyentuh pundakku. Saat ku melihatnya, oh ternyata dia adalah Oh Se Hun, dia hampir sama seperti ku pendiam dan tidak terlalu aktif di kelas. Aku hanya berharap saat itu dia menawarkan diri jadi chingu baruku. Namun tidak,

“Tolong ambilkan penghapusku.”

Dia menunjuk penghapusnya yang jatuh di bawah mejaku. Akupun mengambilnya. Lalu menyerahkan penghapusnya dengan senyuman yang ku usahakan sekeras mungkin. Karena, masa sih aku takut dengan Sehun yang pendiam? Dia kan tak punya niat buruk.

“Gamsahamnida”  Katanya.

Sehun pun langsung menggunakan penghapusnya dengan tenang. Tak terasa aku merasa keringat dingin sendiri. Padahal isi hati nya yang kudengar tidak buruk, dia hanya mengatakan:

Seohyun anak yang sangat baik, bahkan senyumannya benar-benar manis’

Aniyoo.. apa aku tidak salah dengar dengan isi hatinya? Senyumku manis. Oh Tuhan terimakasih, aku akan mulai menjadi anak yang baik dan selalu tersenyum.

SKIP>>

Sejak itu aku selalu memerhatikan Sehun untuk memancing percakapan dengannya. Sungguh aku hanya ingin menjadi chingu barunya, ku mohon Oh Se Hun lihatlah aku, ajak aku bicara atau kalau tidak… aku akan kehilangan banyak harapan.

Aniyo… Dia sama sekali tidak memandangku,

Aku pun jadi ketakutan sekarang, mengapa Sehun jadi dingin? Aura kelas ini serasa berubah sekali. Aku jadi tidak bersemangat lagi. Padahal sejak Sehun waktu itu bilang senyumku manis (walaupun di dalam hatinya) aku akan bertekad untuk selalu tersenyum. Namun sekarang, harapan itu sirna. Atau apakah mungkin aku menyukai Oh Se Hun?

Aku masih memandangi Sehun dengan tatapan kesal, dan seketika itu ada seorang yeoja yang berlari kearah ku dan tak sengaja bersentuhan dengan tanganku. Spontan aku terbayang isi hatinya,

‘Jangan sok mencari perhatiannya Oh Se Hun. Dasar yeoja mengerikan. Kau saja tak pernah tersenyum.’

Ya ampun? Siapa yeoja itu? Akupun langsung menengok ke belakang. Ternyata dia adalah Dani T-Ara, sang ketua kelas. Tapi anehnya saat aku menatap wajahnya, dia malah tersenyum. Benar-benar aneh bukan manusia itu? Di dalam hatinya dia benci padaku, namun di luar hatinya dia tersenyum padaku. Ini yang tidak kusuka dari manusia. Mereka itu munafik sekali.

SKIP>>

#
Dua minggu kemudian..

Author POV

Seohyun mengenakan seragam sekolahnya, dia sekarang sudah siap untuk berangkat ke sekolah. Tempat yang mengerikan itu. Sampai saat ini pun Seohyun tak pernah cerita kepada orangtuanya tentang ini. Dia memendamnya selalu,

“Seohyun, kau tidak apa-apa kan?”

Omonni menarik tangan Seohyun yang hendak pergi. Soehyun terhenti dan menatap mata ibunya dengan tatapan ‘ya aku baik-baik saja’.  “Ne, aku tidak apa-apa.”

Lalu Seohyun berangkat ke stasiun kereta yang ada di dekat rumahnya, hanya dengan kereta lah Seohyun bisa ke sekolahnya. Karena di daerah Bussan ini hanya ada satu sekolah pusat yaitu di Bussan Center Academy.

Seohyun melangkahkan kakinya dengan pasti, dan dalam hatinya ia berkata

‘Aku yakin aku akan dapat chingu yang setia padaku, makanya aku tidak akan menyerah’

—-

#Bussan Center Academy

Author POV

Seohyun sudah sampai di hamparan rumput sekolah, dia datang pagi-pagi sekali. Dia pun menyusuri jalan masuk kelasnya, di jalan dia sempat dijahili oleh BaekYeol couple yang katanya couple paling ganas dan gila di sekolah ini setelah couple TaeNy.

“Yeojaa… ada uang mu jatuh tuh!” Baekhyun yang disapa Bacon itu menunjuk lantai sambil menggugah pundak Seohyun.

Seohyun pun lalu menengok kearah yang ditunjuk oleh Baekhyun. “Mwo?”

BaekYeol pun lalu tertawa terbahak-bahak. Lalu berseru bersama,

“MATA DUITANN! GYAHAHA.”

Seohyun POV

Apa-apaan ini? Baru pagi-pagi saja aku sudah dikejutkan seperti ini, mwo. Ini gila, Baekhyun tampangnya memang cute tapi mengapa dia brutal dan gila seperti ini? Begitu juga Chanyeol yang tinggi dan tampan, tapi sayangnya aku dibuat ilfil sama kelakuannya.

“Dia adalah korban kita yang pertama!” Chanyeol pun membuka mulutnya yang selebar samudera itu dengan teganya -_-

Aku pun tidak peduli dan langsung melanjutkan jalanku ke kelas, masih terdengar suara-suara mereka berdua yang bergema akibat masih sepinya sekolah.

“Chukkae ne yeoja !!! Kau tlah menjadi..” Suara Baekhyun habis dia pun berdehem-dehem *nah sukurin!*

Chanyeol melanjutkan omongan Baekhyun,

“Kau tlah menjadi korban kita yang pertamaaa~ yo, yo.. ” Lanjut Chanyeol sambil di lagu-kan dan di tambah rap.

Baiklah, kini aku sudah jauh dari kedua orang autis itu. Setidaknya suara mereka yang sangat berisik sudah tidak terdengar lagi,

#
Kelas

Seohyun POV

Aku duduk anteng di bangku ku. Setidaknya aku menulis-nulis sesuatu yang tidak jelas di sebuah kertas untuk mengisi kejenuhan. Biasanya yang datang kedua setelah aku adalah Suho, kini aku tinggal menunggunya saja dan menebak apakah nanti dia akan menyapaku?

Aku bisa membayangkan dia masuk dengan backpack hitamnya dan seragamnya yang benar-benar rapih. Lalu dia akan mengucapkan ‘Annyeong’ dengan sangat besar ke seluruh penjuru kelas. Lalu dia duduk di bangku nya lalu langsung menghidupkan laptopnya.

Tapi bisa juga kalau…

“Annyeong Haseyooo~”  Tiba-tiba suara yang nyaring  terdengar dari pintu kelas.

Mwo? Siapa itu, aku belum pernah melihatnya sebelumnya. Itu bukan Suho yang menggunakan backpack hitam dengan seragam yang rapih. Namun, dia seorang yeoja! Ya yejoa! Mungkin anak baru, ku harap dia tidak pendiam juga sepertiku kalau tidak dia bakal dibully habis-habisan.

“Annyeong,” Yeoja itu tersenyum ke arahku. Karena memang hanya aku yang ada di kelas.

Ya ampun benar-benar cantik yeoja ini. Tubuhnya benar-benar ideal dan wajahnya terlihat sangat bahagia, prediksiku dia pasti akan selalu cantik walaupun sedang merengut. Pemikiranku ini sangat dangkal dan polos ya.

Oh iya! Aku lupa membalas senyumnya, entah mengapa aku selalu mementingkan hal berbau ‘senyum’. Aku sekarang berpikir untuk selalu membalas senyum orang lain selagi masih ada waktu. Aku pun berusaha mengajaknya ngobrol.

“Kau anak baru? Silahkan duduk di sebelahku, ini kosong.”

Aku akhirnya bisa tersenyum padanya. Sungguh aura yeoja ini benar-benar berbeda dengan aura yeoja lain seperti Dani.

“Gamsahamnida ne~ kau sangat baik,” Yeoja itu menarik kursi dan duduk diatasnya, kini dia ada di sebelahku. Saat itu juga, kakiku bersentuhan dengan kakinya.. mwo, isi hatinya adalah:

‘Terimakasih oh Tuhan kau tlah memberiku chingu yang benar-benar baik’

Bisikan isi hatinya membuat senyumku semakin mengembang, ne~ dia tidak munafik, bisa kau bayangkan? Dia berbicara sama dengan apa yang ada di dalam hatinya.

“Kau datang pagi sekali ne,” Dia memulai pembicaraanya denganku. Sungguh dia mungkin orang yang sangat mudah bergaul dan dia tidak sepertiku.

“Hahaha.. aku suka keheningan di pagi hari,” Aku membalasnya dengan tersenyum ringan.

Wah.. benar-benar pagi yang begitu indah. Ditemani chingu baru yang sangat setia, ya tuhan aku harus melakukan apa untuk membalasnya?

Author POV

Saat itu Bel masuk pun berbunyi, percakapan antara Seohyun dan yeoja baru itu semakin panjang. Semua murid yang baru masuk ke kelas pun kaget melihat ada yeoja baru yang amat cantik itu. Apalagi sekarang dia sedang berbicara dengan yeoja murung seperti Seohyun. Itu aneh.

Apalagi Oh Se Hun yang melihat itu, dia benar-benar kaget. Kekagetan nya ditangkap oleh mata Seohyun.

Seohyun yang dari tadi bicara dengan yeoja baru itu baru sadar kalau dia belum tahu namanya, namun Saesangnim Choi sudah masuk kelas.

Semua murid bingung siapa yang harus menyiapkan kelas, SuHo tidak masuk sekolah hari ini. Akhirnya Leetuk lah yang menggantikannya.

“Ucapkan Salam pada Saesangim..” Leetuk menyiapkan kelas,

Lalu semua murid memberi salam serentak pada saesangnim Choi.

Saesangnim Choi pun mulai berbicara,

“Kita kedatangan murid baru yaitu Im Yoon Ah.. Silahkan perkenalkan dirimu,”

YoonA pun maju kedepan, dialah yeoja yang dari tadi ngobrol dengan Seohyun.

“Annyeong Haseyo, naneun Im Yoon Ah imnida, saya pindahan dari sekolah di Seoul. Namun karena terlalu jauh, saya pindah ke sekolah ini.”

Lalu semuanya memandangi Yoona, memandangi kecantikannya. Lalu Yoona pun menebar senyum ke semua orang.

“Gamsahamnida~” Yoona lalu membungkuk tanda terimakasih lalu kembali ke bangkunya.

Sehun mengikuti gerak Yoona hingga ke bangkunya. Lalu memberi senyum pada Yoona. Yoona pun tersenyum kembali padanya.

#
2 Minggu Kemudian

Author POV

“Yoona-Ah, apa kau pernah jatuh cinta?” Seohyun bertanya sangat polos pada chingu barunya, Yoona.

“Tentu saja pernah, Seo-Ah..” Yoona menjawab dengan semangat.

Seohyun lalu tersenyum-senyum dan menggugah-gugah pundak Yoona.

“Hmm…. Siapa orang itu Yoona-Ah?? Aku penasaran ne~”

“Kau akan kuberitahu besok!!” Yoona lalu meloncat-loncat,

Lalu Yoona langsung melanjutkan kata-katanya “Besok kau juga harus putuskan! Siapa orang yang kau sedang sukai, arraseo??”

Seohyun lalu mengangguk kalem. “Arraseo ne”

SKIP>>

#Perpustakaan

Seohyun POV

Bagaimana ini ? aku emangnya pernah jatuh cinta dengan siapa, padahal kan tadinya aku ingin menanyakan ke Yoona jatuh cinta itu bagaimana. Tapi mengapa dia malah menyuruhku memberitahunya siapa orang yang kusukai. Aku kan tidak tahu. Aku bahkan tidak pernah tertarik dengan siapapun. Oh, bagaimana ini. Mengapa aku menyetujui Yoona saat itu? Babo babo..

“Permisi, tapi itu tempat duduk sahabatku.”

Ya ampun siapa itu? Namja yang kelihatan seperti yeoja, alangkah cantiknya. Eh, aku disuruh minggir dari tempatku ini? Padahal kan aku telah mengecup nya duluan sejak awal.

“Mianhae ne, tapi aku sudah disini sejak dari awal..” Aku pun mendongak ke arah wajah namja imut itu lalu kembali membaca buku.

“Hei.. tapi ini sudah perjanjian antara aku dan Sehun! Kalau aku duduk dia harus ada di sampingku!”

Mwo? Apa katanya? Sehun? Ini bangku Sehun? Sejak kapan Sehun punya sunbae yang sedekat itu dengannya?

“Sudahlah Luhan hyung, biarkan dia menikmatnya. Dia kan sudah dari awal disini.” Sehun menarik tangan Luhan yang hendak menarikku.

Ya ampun, Sehun-ssi? Segitunya kah…

“Tidak bisa!!” Luhan tetap menarik tanganku dengan kasar.

Isi hati Luhan benar-benar menyakitkan,
‘Apasih kau ini?! Mengganggu saja,!!’

Akupun merengut dan berusaha melepaskan diriku dari tarikan Luhan. Aku tak bisa beradu omongan dengan Luhan seperti yeoja lainnya. Aku hanya diam namun tindakannku bergerak melepaskannya. Aku pun memandangi Sehun.. Sehun ,, dia tidak diam saja,

“Sudah Luhan hyung, tidak perlu kasar dengan yeoja kan? Kasihan dia.” Sehun mulai menarik tangan Luhan dan mengajak Luhan ke taman. Luhan pun menghembuskan nafasnya dengan berat.

“Baiklah~”

Kini mereka berdua pergi meninggalkan perpustakaan.

Hfft.. Lega sekali rasanya, apalagi saat Sehun-ssi membelaku, sungguh. Entah apa yang kurasakan, hatiku serasa meleleh.. omo… ehh, ehh apa itu? Yoona berpapasan dengan Sehun sambil saling tersenyum? Jeongmal eottokhae? Bagaimana dia melakukannya? Apakah karena dia lebih kyeopta dibanding aku?

Saat aku melamun Yoona ternyata sudah menghampiriku, sontak aku kaget.

“Yoon.. yoona? Mengapa kau ke perpustakaan? Bukannya kau ke kantin untuk makan?” Aku bertanya padanya dengan gugup. Entah mengapa aku gugup, padahal tidak ada apa-apa.

“Aku sudah selesai makan, ada apa denganmu Seo-Ah? Apa kau tidak apa-apa? Kau pucat sekali?”

“Anniyooo.. tadi,” Aku keceplosan pada Yoona, aku tidak mau Yoona dengar ini.

“Yasudah ayo kita ke taman?” Yoona mengajakku dengan senyumnya, aku sebenarnya malas ke taman karena Sehun sudah memberikan kursi ini untukku. Dia membelaku, dan kalau aku ke taman pasti aku dan Yoona akan dipelototi oleh Luhan dan juga… Sehun mungkin akan marah besar padaku jika aku tidak memanfaatkan kursi ini dengan baik.

Aniyoo, mwo? Ini hanya kursi.

“Aniyoo.. aku mau baca buku, mianhae Yoona-Ah..”

“Yasudah aku pergi sendirian saja ? arraseo, kau balik ke kelas sendiri ne?”

“Ne~” aku menjawab dengan senyum.

Lalu aku bersentuhan dengan Yoona dan aku mendengar isi hatinya,
‘Semoga dia menerimaku, sehingga aku punya cerita yang menarik untuk diceritakan ke Seohyun-Ah’

Mwo? Apa maksudnya? Aku sempat bingung karena selama ini aku tidak pernah mendengar isi hati Yoona yang amat teramat aneh seperti ini. Namun, entah kenapa aku jadi tidak peduli dan kembali hanyut saja pada buku yang kubaca dan menikmati kursi yang Sehun berikan padaku. Mwo? Kenapa aku selalu mengungkit-ungkit kursi ini?! Sudahlah,

Yonna pun pergi dari perpustakaan, dia menuju ke taman.

#
Keesokan Harinya

Seohyun POV

Hari ini kami sudah berjanji untuk memberi tahu masing-masing namja yang kami suka. Aku pun sudah tau siapa yang kuputuskan untuk menjadi namja yang kusuka. Aku sangat berdebar untuk memberitahu ke Yoona. Aku juga sangat penasaran siapa namja yang disukai Yoona. Namun aku melihat ada hal yang aneh dari Yoona pagi ini, entah kenapa dia seperti orang gila? Ketawa-tawa sendiri suka senyum-senyum sendiri. Huhu~ tapi mungkin dia akan memberitahunya padaku mengapa dia seperti itu.

“Seohyun-Ah!! Ayoo kita ke taman sambil membicarakannyaa~” Ajak Yoona padaku dia sangat bersemangat, sampai-sampai aku hampir terjatuh.

“Ne..” Aku hanya menjawabnya dengan pura-pura malas.

Kami pun akhirnya berlari menuju taman. Melewati banyak kerumunan. Yoona benar-benar tidak hati-hati, walaupun wajahnya terlihat cantik dan anggun tetapi dia benar-benar lincah dan susah dikontrol. Ya beginilah resikonya berteman dengan orang yang lincah. Namun baiknya adalah Yoona tidak munafik seperti yang lain.

BRUKKK

Oh tidak, jangan ada masalah lagi. Kini tatapanku hanya ke tanah, sungguh aku tidak berani melihat ke atas. Siapapun yang kutabrak jebal jangan marah padaku.

“Aigoo.. jeongmal mianhae,”

Suara siapa itu?

OH SE HUN?!

Oh tidak, dia bersama Kai dan anggota EXO yang lainnya. Matilah aku,

Tapi untungnya mereka langsung pergi, namun mengapa Sehun kembali dingin padaku? Oh.. menyebalkan dan yang paling menyebalkan lagi, aku tidak mendengar apa-apa dari hatinya. Mungkin pikiran dia sedang kosong tadi?

“Seohyun-Ah, ayo bangun…” Yoona menarikku secara paksa, karena dia tidak sabaran ingin segera ke taman. Ya ya aku tahu Yoona kau sangat senang sekarang, tapi mohon jangan kasar padaku eoh?

“Ne, Yoona-Ah sabar sedikit.” Akupun sudah bangkit dan kini sudah berjalan bersamanya menuju taman. Namun aku masih menyambut bantuan kasar nya itu dengan senyum terbaikku, bagaimanapun dia kan chingu ku yang paling berharga.

‘Oh Seohyun-Ah.. aku benar-benar sangat senang sekarang.. mohon kau lebih cepattt.. Oh kau pasti akan kaget mendengarnya’

Itulah isi hati Yoona tadi saat dia menggenggam tanganku, aku semakin penasaran. Dasar Yoona J

#
Taman

“Masih penasaran denganku Seohyun-Ah?” Yoona mulai menggodaku, oh ini kebiasaannya untuk membuat orang penasaran.

“Tentu sajalah Yoon!!” Aku menjerit padanya tanda semangat. Yoona pun langsung mengembang senyumnya. Aku harap dia akan memberitahuku sesegera mungkin.

“Tapi kau duluan deh Seohyun-Ah!! Biar tambah seru!”

Ya ampun Yoona-Ah kau menyebalkan sekali, stelah membuatku sangat penasaran seperti ini kau memaksaku? Oh yasudah baiklah daripada aku tidak mengetahui siapa namja yang kau sukai?

“Oke Oke.. Ne!” Kataku yang siap memberitahu siapa namja impianku itu.

“Ehmmmmmmm…”

“Cepat katakan Seohyun-Ah!!”

“Baik baik.. Dia adalah namja yang tinggi,”

“Kulitnya benar-benar putih,”

“Berarti Kkamjong atau si Kai itu tersingkirkan!”

“Eohhh aku  tak pernah suka dengan namja yang suka yadong seperti itu dasar Yoona-Ah !!”

“Ohhh.. Kalau begitu Suho-ssi?”

“Itu juga bukannn!! Dia kan tidak tinggi “

“Oke lanjutkan!”

“Dia.. berambut pirang..”

Akupun menelan ludahku, dan aku tahu Yoona pasti sudah tahu siapa. Terbaca dari raut wajahnya. Dia hendak menjerit namun kali ini suaranya di rendahkan.

“Ya? Oh SeHun?” Tuhkan Yoona tiba-tiba menyeletuk seperti itu.

Aku pun tertunduk malu lalu menatap Yoona, kemudian aku mengangguk.

#

Author’s POV

Kali ini yeoja yang terlihat sangat ceria tadi tidak seperti biasanya. Dia duduk diatas tempat tidurnya dengan lesu dan tatapan ke bawah.

Tiba-tiba ponsel miliknya berdering,

“Yobasseo?”

“Ya, Yoona-Ah.. Ayo kita jalan-jalan ke Bussan Square park!”

“Jeongmal?”

“Ne~”

#
Bussan Square Park

Seohyun’s POV

“Yoona-Ah..”

Aku benar-benar bingung, bagaimana aku memberitahu Yoona tentang kelainan yang kumiliki ini. Apa dia akan menjauhiku? Tidak.. tidak akan mungkin,

“Mwo, Seohyun-Ah?”

Aduh, bagaimana ini.. yasudahlah apa boleh buat kuberi tahu saja dia.

“Boleh kuberitahu kau sebuah rahasia kecil?”

Kulihat gerik Yoona mulai bersemangat, dan aku sangat senang melihatnya. Entah kenapa seminggu ini dia kelihatan sangat lesu dan tidak lincah lagi. Padahal aku sangat suka Yoona yang lincah, yang bisa menghiburku.

“Ne.. apa rahasia itu?” Yoona menyelidiki wajahku, lalu dia tersenyum seperti biasanya. Oh itu sangat manis. Aku suka Yoona yang seperti ini.

Aku pun menjawabnya dengan senyum juga, namun tentu senyum yang lebih misterius darinya..

“Aku bisa mendengar isi hati orang lain.” Aku menelan ludahku dan mulai berujar lagi,

“Dan.. satu lagi Im Yoon Ah, mau kah kau membantuku melaksanakan rencana ini?”

#
Sekolah

Seohyun’s POV

“Bagaimana jadi tidak rencanamu itu?” Yoona tiba-tiba menghampiriku yang sedang duduk manis di kursiku,padahal aku sedang memandangi Oh Sehun dengan tenang dan damai.

Aku memilih untuk diam,

“Hey.. Annyeong Seo Joo Hyun!!”

Mwo, dia membentakku? Yoona-Ah bisakah kau mengerti keadaanku sekarang. Jelas-jelas ada Sehun di depan sana, dan ini pemandangan yang sangat menarik untuk dilihat. Paling Cuma 5 hari sekali aku bisa memandanginya dengan puas seperti ini. Tapi yasudahlah..

“Ne, Yoona-Ah.. Aku sedang tenang. Bisakah jangan mengangguku dulu eoh?”

“Habisnya, dari tadi malam kan kau sibuk menelfonku tentang rencanamu itu.”

Rencana? Oh iya, aku hampir lupa.. Oh Aniyoo Seohyun kau memang yeoja yang pelupa.

“Kau ingin mengetahui isi hatinya Oh Sehun kan?”

“Ne.. tapi aku tak kunjung berhasil”

Yoona yang mendengar jawabanku lalu menunduk, dan kini dia menatap wajahku lekat-lekat.

“Haa!! Aku ada ide”

“Mwo, apa itu?” Akupun menelusuri raut wajah Yoona,

Yoona lalu membisikan idenya padaku, dan aku pun menyetujuinya.

“Ide yang sangat cemerlang, Yoona-Ah” Aku mengerling pada Yoona, dan menyeringai.

#

Seohyun’s POV

Aku tidak mengerti ini, setelah dipikir-pikir jalan hidupku ini benar-benar tidak jelas. Sejak seminggu yang lalu, aku sudah memberitahu padanya namja impianku dan dia berjanji akan memberitahuku juga siapa namja impiannya.

Tapi dia tidak memberitahuku, ya ampun Yoona-Ah ada apa denganmu?

Ya kau tahu dia adalah Oh Sehun. Aku menyukainya karena dia adalah orang pertama yang jujur padaku, ya.. dia adalah orang pertama yang jujur sebelum kamu Yoona-Ah. Namun, Oh Sehun selalu labil ya? Kadang hangat padaku, kadang juga dingin. Sebenarnya apa sih perasaan dia padaku? Apa yang bisa membuatnya tersenyum, dan apa yang membuat dia dingin?

Oh Sehun, walaupun kau tidak pernah menghabiskan waktu bersamaku. Namun, aku tetap menyayangimu. Entah itu bagaimana caranya, namun aku akan terus menyayangimu.

‘Aku bingung padamu Oh Sehun, apasih yang ada di pikiranmu? Tolong izinkan aku menyentuhmu sekali saja, agar aku bisa mendengar suara hatimu. Apakah kau memikirkanku atau tidak? Jika tidak tentu aku akan segera melupakanmu………. Ehh tidakk! Aku tidak akan melupakanmu, itu janjiku.

Oh Sehun, sekali lagi aku masih bingung denganmu sampai sekarang. Kau selalu tersenyum padaku dan itu membuatku semakin tergila-gila padamu. Namun terkadang juga kau dingin padaku dan membuatku patah hati. Sebenarnya ada apa? Apa senyummu itu bukan untukku? Dan apa ternyata hanya dinginmu itu yang kau berikan untukku?

Yoona-Ah.. aku juga bingung padamu. Semakin hari kau semakin lesu, jangan bilang kau menyembunyikan penyakitmu dibalik semua ini? Aku tidak mau persahabatan kita berakhir seperti drama murahan seperti itu. Kembalilah ceria Im Yoon Ah, karena itulah daya tarikmu.

Oh iya… Oh Sehun, kau tahu apa yang ingin aku rencanakan dengan Im Yoon Ah? Aku berencana ingin menyentuhmu saat kau tersenyum padaku. Agar aku bisa menemukan jawabannya.’

“Sedang menulis apa Seohyun-ssi?”

Ah tidak.. dasar sunbae nakal. Ini kan privasi seseorang, seharusnya dia tidak boleh mengintipnya.

“Aniyo Kyuhyun oppa..”

#
Sekolah

Seohyun’s POV

“Kali ini kita pasti berhasil Seohyun-Ah!” Yoona menepuk pundakku dengan semangat. Senangnya Yoona-Ah bisa sesemangat ini, makan apa dia ya tadi pagi?

“Oke, Yoona-Ah!!”

Benar, aku pun melaksanakannya bersama Yoona. Saat itu aku melewati meja Sehun dan tepat saat itu Sehun tersenyum padaku. Dengan sangat beruntung akhirnya aku bisa menyentuhnya dan juga mendengar isi hatinya……

Dan Oh SeHun mengatakan…

‘Senyum Im Yoona-Ah sungguh benar-benar manis ya..’

MWO?

Seketika aku langsung lemas, sebelum itu aku menengok lalu menatap wajah Yoona. Terlihat urat senyum di wajahnya. Yoona-Ah habis tersenyum pada Sehun?

To Be Continued

————————————————————————-

Wah gimana? ngebosenin? gak nyambung? berantakan? atau sebaliknya? Yaudah langsung aja kasih kritik dan saran kamu ya dibwah ini^^ Soalnya ini klimaksnya belum ada, mungkin di chapter selanjutnya. Dan konflik pun udh mulai ada kan? Iya si Yoona u,u. Sungguh author butuuuuuuuh banget kritik dan saran kalian :) jadi mohon yang membaca kasih komen ya. Gampang kok kamu cuma harus isi nama utk bikin akun buat komennya^^ gampang kan? Jadi, jeballl bantu mimin ya, kasih respon kamu di komen:) thank you… Gomawo buat para readers^^

————————————————————————-

9 comments

Kritik dan Saran ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s