OMCIA!YBIMA [SHORT_STORIES_9A]


OMCIA!-Yadong-Boy-In-My-Apartement!

| Title |

 

One Month Crush In Apartemen! [Yadong boy in my apartemen!]

 

| Author |

 

Bekicot Princess aka @Saarahsalsabil

 

| Main Cast |

 

Park Leera

 

Kim Jong In

 

Park Chanyeol

 

Seo Joo Hyun

 

| Another Cast |

 

EXO Members

 

The Blonde Curly Girl

 

Sasangnim

 

| Genre |

 

School life, romance, fluff, AU

 

| Length |

 

Chaptered

 

| Rating |

 

PG-15

 

| Summary |

 

Tinggal dengan namja mesum itu di apartemen ini?! GILA! Shireo!

 

Previous Part

 

| Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6a | Part 6b | Part 7a | Part 7b | Part 8 |

 

NO PLAGIARISM PLEASE. AND IF YOU ARE SILENT READERS PLEASE GO OUT^^

 

 

 

100% ORIGINAL BY @SAARAHSALSABIL

Previous Part:

DEG

 

Semilir angin mengibaskan rambut mereka berdua. Rambut mereka melayang ke udara seiring kalimat terakhir yang dilontarkan Chanyeol. Mereka saling terdiam hingga akhirnya bola mata Chanyeol yang bergetar memandang lekat bola mata milik Leera. Seakan mengunci Leera ke dalam matanya.

 

Chanyeol terus menunggu jawaban dari Leera yang sedari tadi mengunci mulutnya. Lelaki itu mengharapkan sebuah jawaban, menunggu mulut Leera kembali terbuka untuknya.

 

“Aku..”

 

Leera menundukan kepalanya sembari memegang erat tangannya yang bergetar. Apakah ini jawaban dari semua kekalutan yang dirasakan Leera? Leera masih saja memutar fikirannya dan berusaha mengontrol detak jantungnya. Bahkan ia merasa pelipisnya berdenyut dengan cepat. Juga pipinya yang panas.

 

GREB

 

Chanyeol menarik Leera kedalam pelukannya.

 

“Tidak apa-apa jika kau tidak bisa menjawabnya sekarang. Dengarkanlah detak jantungku ini, detak jantung yang kupersembahkan untukmu. Jawablah lewat hatimu.” Chanyeol tersenyum getir. Sementara Leera masih terbekap ke dalam pelukan Chanyeol, ia masih belum bisa berkata-kata.

 

Leera memejamkan matanya dalam pelukan Chanyeol. Kini, ia merasakan kehangatan yang sesungguhnya. Perasaannya yang mengatakan bahwa Chanyeol tidak serius dengannya, kini mulai menghilang. Ia tahu bahwa Chanyeol benar-benar serius dengannya. Bukan hanya karena ingin menggertak Minyoung saja. Ia tahu bahwa cinta Chanyeol padanya benar-benar tulus.

 

Leera mengeratkan pelukannya dan mencoba mendengar detak jantung Chanyeol lebih jauh lagi.

 

“Aku juga, merasakan hal yang sama denganmu..”

 

Perkataan Leera yang sangat singkat pada Chanyeol. Namun, Chanyeol bisa memahaminya. “Terimakasih telah menjadi yeoja pertama untukku.” Chanyeol langsung melonggarkan pelukannya dan berdiri. Senyum Chanyeol yang masih terulas, kini sudah hilang dengan cepat.

 

Ia membantu Leera bangun dan Chanyeol terus menggenggam tangannya. Mereka berdiri dengan berpegangan tangan.

 

Kai melihat mereka dari jarak jauh. Melihat mereka dengan ekspresi yang datar.

#

Dia terus menggenggam tanganku..

“Sekali lagi terimakasih..”

Seulas senyum terhias di bibir Chanyeol. Tangannya meraih pucuk kepala Leera. Ia ingin mengacak rambut yeoja itu. Leera spontan menunduk setelah merespon tangan Chanyeol yang mengacak rambutnya.

Chanyeol tertawa geli melihat respon Leera. Ia akhirnya melepas genggamannya dan memasukan tangannya di kantung celana.

“Kau ini lucu sekali..”

Leera semakin menunduk. Namun, akhirnya gadis ini menaikan kepalanya lagi dan tersenyum.

“Aku ini manis, bukan lucu..”

Oke, pernyataan yang cukup berani Park Leera. Memang wajar jika ia mengelak.

Chanyeol menghembuskan nafasnya sembari mengalihkan pandangan ke kiri. Cukup lama hingga ia merespon pernyataan Leera barusan.

“Haha, kau ini..”

“Yasudah, ayo kita bantu mereka..”

Mereka berdua hendak pergi dari semak. Namun, sebelum itu Kai dating dengan membawa ranselnya. Ia memandang mereka dengan ekspresi datar lalu mengangkat selembar kain berwarna pink kea rah mereka berdua.

“Tunggu dulu,” Cegah Kai.

Leera dan Chanyeol memberhentikan langkahnya dan memandang Kai. Leera mendengus menyadari kehadiran Kai. Ia berfikir, mengapa Kai selalu mengganggu kebersamaan mereka?

“Maaf jika aku mengganggu kalian. Namun, ini cukup penting.”

Kai berujar dengan nada yang sangat serius. Lalu perlahan ia mengangkat selembar kain berwarna pink kea rah Leera.

“Apakah celana dalam berwarna pink ini punyamu? Aku menemukannya di ranselku.”

Tubuh Leera bergetar. Tangannya sudah mengepal dengan keras. Rasanya tangan itu ingin ia ayunkan hingga menampar pipi namja yang tidak tahu diri itu!

Leera sudah panas bagai penanak nasi. Ia berusaha mengendalikan dirinya di depan Chanyeol. Namun, hal itu percuma saja.

“DASAR NAMJA TIDAK TAHU DIRI!!”

Kai terdorong ke belakang. Leera sudah mendorongnya duluan rupanya. Gadis ini sudah tidak tahan lagi. Tega-teganya Kai mempermalukan dirinya di depan Chanyeol?! Apa ia tidak ada tempat lain lagi untuk mengobrol tentang celana dalam itu?! Babo!

Akhirnya semakin jauh Leera mendorong Kai. Kai pun semakin mundur entah kemana, mereka terus menjauh dari Chanyeol di ujung sana. Chanyeol hanya menahan tertawanya. Tidak tahan dengan tingkah konyol mereka berdua.

“Buahahaha!”

Sementara Leera semakin jauh mendorong Kai hingga perbatasan daratan. Leera pun menjeburkan Kai ke dalam air dingin.

BYURR!

Tubuh Kai yang terlempar indah ke danau menciptakan suara yang khas. Juga cipratan air yang heboh. Mau tak mau Leera terkena cipratan air itu. Bukan cipratan, mungkin lebih tepatnya ‘guyuran’.

Leera benar-benar sudah termakan amarah. Ia masih saja mengepalkan tangannya. Ia memandang Kai dengan tatapan ‘apa kau bodoh hah?! Sudah tahu itu barang pribadi! Mengapa kau angkat tinggi-tinggi begitu dasar gila! Babo!’

“Rasakan itu! Dasar gila!”

Leera berkacak pinggang menatap Kai yang terlelap air dengan tingkahnya yang tidak bisa diam.

“Hey dingin!”

Teriak Kai dari bawah daratan.

“Ini dingin sekali!”

Teriak Kai sekali lagi, dengan suara persis orang yang mengalami kedinginan karena es.

“Masa bodoh dengan dingin!” Balas Leera tidak peduli.

Pemandangan sore hari itu berlangsung indah walaupun dihiasi caci makian dan teriak-teriakan dari Tom and Jerry satu ini. Tempat mereka yang jauh dari perkemahaan membuat suara mereka tak sembarang bisa didengar. Leera hampir menghabiskan sore harinya di danau dengan warna biru tua kehijauan itu. Membentuk refleksi yang sempurna. Bayangannya terlihat sempurna disana. Juga pepohonan tinggi yang disebut Leera, pohon pinus Daeyul. Rerumputan disana walaupun liar namun terlihat mengagumkan, seakan Tuhan lah yang mengurusnya dari langit. Bunga-bunga air dengan warna ungunya yang mencolok di kemerahan dan cahaya tembaga dari sore hari membuat air terlihat lebih berwarna dan terang.

Dari jauh terlihat siluet dua manusia yang sedang bermain air danau di kemerahan sore. Awan-awan menguntai dirinya menjadi kapas yang berantakan. Namun, lambat-laun mereka bergabung dan menghalangi matahari untuk kembali bersinar. Sehingga menghasilkan warna merah oranye yang begitu menyala.

“Rasakan itu huh dasar bodoh!”

SPLASH!

Leera kembali mengibaskan air ke wajah Kai agar namja itu tidak bisa bernafas dengan baik. Kai berkali-kali mengelak dan meraup wajahnya.

“Hey! Yang benar saja!”

Gadis itu mengambil sebuah batu kecil dengan pahatan alami yang sempurna. Lalu melemparnya ke danau.

“Jangan lempari aku dengan batu itu, yeoja babo!”

“Bodoh kalau kena bagaimana!”

Leera tertawa jahil dan kembali melemparkan batu-batu kecil ke danau. Meskipun tidak mengenai Kai, ia terus saja melemparnya. Sejujurnya, ia bisa saja melemparkan itu langsung tepat sasaran, namun ia sengaja melemparkannya agar sedikit meleset.

“Rasakan kekuatan batu ku ini, Kim Jong Yadong-In!”

“Bodoh!!”

Rona kemerahan kembali mendominasi sore hari.

Tangan Kai pun meraih pergelangan kaki Leera, dan menariknya agar terjun ke danau.

“KYAA!!”

Leera sudah terendam air danau sepenuhnya. Tiba-tiba gadis ini ketakutan karena kakinya menginjak Sesuatu yang lembut, seperti rerumputan yang berfisikan lumut. Leera pun menjerit ketakutan kepada Kai.

“Kyaa! Bodoh! Apa ini yang aku injak! Tolong aku, babo!”

“Kyaa!”

Tangan Leera sibuk mengepak-ngepakan air di sekitarnya. Ia ketakutan dan panik. Namun, justru pemandangan itu membuat Kai tertawa geli. Sekarang Kai tidak merasakan dinginnya air danau ini lagi, ia justru terhibur dengan perilaku Leera yang seperti itu.

“Kyaa.. mengapa kau malah tertawa huh? Bantu aku keluar dari sini ppali!”

Kai masih saja tertawa geli, dan mencoba menjahili Leera. Kai pura-pura menjauhkan dirinya dari Leera. Ia berenang ke tengah danau dan membiarkan Leera sendirian.

“Kyaa! Kai-Ya! Ppali bantu aku! Kok kau malah berenang menjauh sih? Kyaa! Cepat bantu aku bodoh!”

Kai menyeringai jahil lalu tertawa.

“Salahmu mendorongku kesini, nona naïf!”

“Haha..”

Hari sudah mulai menyembunyikan mataharinya. Awan-awan yang semula terlihat terang kini mulai memudar. Yang ada adalah bayang-bayang sinar bulan. Suasana mulai gelap.

Kai mulai memutar otaknya lebih jauh dan mencoba menghentikan tawanya.

Malam-malam begini, binatang apa yang akan berkeliaran di danau huh?

Kai pun segera berenang mendekati Leera. Ia berenang dengan cepat lalu mendekap Leera kuat.

“Heh? Untuk apa kau memelukku huh? Lepaskan aku!” Teriak Leera tidak terima.

“Ya untuk menyelamatkanmu bodoh! Jangan fikirkan yang aneh-aneh!”

Leera  terdiam.

Kai pun mulai mengangkat tubuh Leera agar gadis ini bisa mencapai ujung tanah dan mencapai daratan. Perlahan dan perlahan, akhirnya Kai berhasil dan Leera telah menduduki tanah.

Leera menghembuskan nafas lega dan terbatuk-batuk. Matanya penuh dengan air.

“Ya Kai-ya! Cepatlah keluar dari sana!” Teriak Leera, melihat langit sudah mulai gelap. Leera berusaha memfokuskan pandangan nya kea rah Kai. Mencoba mencari sebuah cahaya dari sana, memastikan agar Kai bisa bangun dari danau itu.

Kai berkali-kali berusaha untuk mencapai daratan. Namun, tubuhnya tak kuat untuk naik. Begitu sulit. Ia pun terpaksa memikirkan cara lain.

“Kai…?” Leera mulai bergidik. Langit sudah hampir sepenuhnya gelap. Apalagi sekarang Kai dan Leera tidak membawa sebuah alat penerang.

Leera mengerutkan alisnya dan mencoba menerawang dimana Kai sekarang. Karena suasana sudah menggelap saja. Danau itupun yang terlihat hanya semak belukarnya saja dan air danau yang berkilau terkena sinar bulan. Sementara tidak ada tanda-tanda dari Kai.

Leera mulai panik. Ia pun bangun dari posisi duduknya dan mulai berdiri di tepi danau. Mencari Kai.

“Kai?”

“Dimana kau?”

“Kai?”

Setelah hening beberapa lama, Kai tidak kunjung menyahut.

“Kai?” Nada suara Leera mulai merendah, melemah…

“Kai………..”

Leera menggenggam erat tangannya sendiri. Mengepalkannya kuat-kuat.

“Dimana kau Kai? Kai? Kai!!”

“Kai!”

“Kim Jong In! Cepat jawab aku!”

Yang terdengar hanyalah suara katak yang bersaut-sautan. Leera bergidik. Angin dingin malam hari mulai menyerbunya, dan bayangan Kai tidak kunjung terlihat.

Dimana kau Kai..

“Kai? Jika kau mendengarku, jawab aku! Kai?!”

Masih hening. Tidak ada yang menyahut.

Dan saat ini, suasana sudah gelap sepenuhnya. Leera tidak bisa melihat apa-apa, kecuali benda-benda tertentu yang memantulkan sinar bulan.

“Kai……..” Leera melemas. Tidak ada tanda-tanda bahwa Kai masih ada disini. Suasana begitu senyap.

Leera terduduk di tempatnya dengan memeluk lututnya. Ia menangis disana dengan menunduk. “Kai… dimana kau…” Suara Leera bergetar.

Ia terus menangis disana, di tengah kegelapan malam yang menyerbunya. Di dalam benaknya ia berfikir. Apakah tidak ada seorang pun yang dapat membantunya sekarang? Apakah tidak ada manusia yang peduli padanya? Bahkan teman camping nya sendiri? Tidak adakah yang mencarinya?

Khususnya namjachingu nya itu. Kemana dia sekarang? Bukannya seharusnya ia tak jauh-jauh dari sisi perbatasan?

Kai menghilang… atau ia tenggelam…

Ini… ini gawat,

To Be Continued

Iam so sorry ders :’3 Aku sibuk akhir-akhir ini, yaitu karena sekarang aku di ujung-ujung grade. Kelas 9 maksudnya, jadinya gak bisa sembarang online buat nulis fanfic gajek ini yah😄 plus, aku juga lagi sibuk-sibuknya ada acara osis. Lagi mau reorganisasi aja ribet amat to ._.v aku dilibetin, hari minggu ku di ambil u,u jadi tak bisa nulis fanfic deh😐 mian yang udah nagihin aku di twitter -_-  yang penting kan aku post nih omcia part 9 nya :p walaupun dikit yang penting ngepost gakpapa kan? soalnya kalian udh gaksabar sih :p yaudah mian nih kalo kurang puas. Minggu selanjutnya aku mau banyak ulangan. Jadi jangan terlalu banyak berharap aku ngelanjutin fanfic ini dengan cepat yah[?] ^^ please forgive for typos :*

@Saarahsalsabil

190 comments

  1. kyaa si leera dorong kai ke danau ya ampun leera gak kasian gitu ama kai yang selalu kau siksa😦
    hahaha🙂
    rasakan pembalasan kai terhadapmu leera! ternyata leera takut pas udah nyemplung ke danau, untung si kai baik hati jadi nolongin sih, walaupun dia juga agak jail ama leera, eh pas udah malem kai tiba tiba ngilang, terus leera nangis sambil manggil kai, ini ngebuktiin kalo leera itu sangat membutuhkan kai uwoooo senangnya🙂
    tapi kalo pas inget jiyeon ama kai kok aku malah kitati sendiri ya😦

Kritik dan Saran ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s