[END] OMCIA! YBIMA [16]


http://kpopsotoybanget.files.wordpress.com/2013/06/crush-month-apartement1.pngOMCIA!-Yadong-Boy-In-My-Apartement!iihuhuh

| Title |

One Month Crush In Apartemen! [Yadong boy in my apartemen!]

| Author |

Bekicot Princess aka @Saarahsalsabil

| Main Cast |

Park Leera

Kim Jong In

Park Chanyeol

Seo Joo Hyun

| Genre |

School life, romance, fluff, AU

| Length |

Chapter 16 of 16

| Rating |

PG-15

| Summary |

Tinggal dengan namja mesum itu di apartemen ini?! GILA! Shireo!

Previous Part

| Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6a | Part 6b | Part 7a | Part 7b | Part 8 | Part 9a | Part 9b |Part 10| Part 11|Part 12|Part 13| Part 14 | Part 15a | Part 15b |
100% ORIGINAL BY @SAARAHSALSABIL

no plagiat !

mian for any typos ! maaf kalo ada code code komputer gajelas, aku juga gakngerti kenapa bisa gitu -_-

HAPPY READING

“Park Jiyeon?” tutur Seohyun spontan pada yeoja di depannya.

Seohyun tentu sangat mengenal yeoja di depannya. Yeoja yang mendapat beasiswa sama sepertinya. Yeoja yang pernah dikenalinya sebagai seorang pramuniaga took alat tulis.

Leera terlonjak saat mendengar nama itu.

Park Jiyeon? Yang aku tahu, itu adalah nama yeoja paling berengsek yang pernah ada..

 

Saat Leera memandang mata yeoja itu dengan tatapan tidak suka. Sebaliknya, yeoja itu malah tersenyum.

Dan itu membuat emosi Leera menjadi naik..

Drastis.

“Buat apa kau kesini hah? Yeoja berengsek!”

Tatkala Leera langsung bangkit dan berteriak ke depan wajah Jiyeon. Myungsoo langsung berdiri di depan Jiyeon agar Leera tidak sembarang menerjangnya.

Seohyun tentu saja kaget dan menghadang tubuh Leera agar tidak mengapa-apakan Jiyeon. Seohyun tidak mengerti ada apa sebenarnya, karena, ia juga tidak tahu bahwa yang menyebabkan Kai kecelakaan adalah Jiyeon sendiri.

Jiyeon tetap bermuka datar dan menjawab dengan santai,

“Aku hanya ingin menjenguk ….. teman lamaku.”

Mendengar nada bicara Jiyeon yang begitu santai, Leera jadi semakin marah.

“Dia hampir mati dan kau berlagak seperti tidak punya dosa? Manusia macam apa kau ini hah, Park Jiyeon?”

Leera mengepalkan tangannya kuat-kuat, bersiap-siap untuk melayangkan pukulannya pada wajah tidak tahu diri Jiyeon. Jiyeon hanya bisa bersabar dan was-was, setidaknya, ada Myungsoo yang melindunginya.

“Aku hanya ingin melihat keadaannya..”Ujar Jiyeon dengan nada yang lebih bersahabat, namun tatapan matanya yang datar tetap tidak berubah.

Leera masih dirundung kemarahan, ia sangat geram. Hanya seginikah usaha Jiyeon untuk bertanggung jawab? Apa dia tidak punya rasa bersalah sama sekali? Setelah menyakiti perasaan Kai di masa lalu, sekarang ia membuat Kai hampir mati!

Seohyun mendekat pada Leera dan membisikkinya, “Leera-a, kendalikan dirimu, ada apa sebenarnya?”

Leera tetap diam dan tidak mau menjelaskannya pada Seohyun. Tatapan matanya tak beralih dari Jiyeon sama sekali, iya, tatapan mata penuh kebencian.

“KAU!”

“Kalau kau mau tahu. Aku membencimu dari dulu!” Leera menjerit sambil mengepalkan tangannya. Mendengus pada yeoja dengan wajah santai itu.

Namun Seohyun tetap tidak menyerah dan kembali menenangkan Leera. “Leera-ya, duduk kembali ya? Biarkan Jiyeon menjenguk Kai.”

Walaupun sebenarnya Seohyun sangat bingung, apa hubungan antara Kai dan Jiyeon, juga mengapa mereka bisa saling kenal, ia tetap membiarkan Jiyeon menjenguk Kai dan menenangkan keadaan ini.

“Leera-a, tenanglah..” Seohyun mengelus pundak Leera dan menuntunnya untuk duduk kembali.

Leera akhirnya berhenti memandang Jiyeon dan langsung memalingkan muka ke arah tubuh Kai. Namun ia sama sekali tidak menjawab perkataan Seohyun dengan balasan ‘iya’, ‘baiklah’, atau yang lainnya, ia tetap diam.

Myungsoo yang menutupi tubuh Jiyeon lalu bergerak mundur dan membiarkan Jiyeon mendekati Kai. Jiyeon berjalan santai lalu memandangi wajah Kai dengan serius. Diam-diam ia merasa sangat sedih, sedih yang teramat perih, hatinya sakit, dan keadaan ini sungguh membuat dirinya tertekan. Kalau Kai tidak bangun lagi, ia tak segan-segan bunuh diri untuk membalas dosanya.

Bibir Jiyeon membuka untuk mengucapkan sesuatu, namun tak ada seorangpun yang tahu apa yang ia ucapkan karena itu sangat pelan dan cepat. Semua memandangi Jiyeon yang terlihat tidak sedih sama sekali, wajahnya datar tanpa ekspresi, hanya matanya yang kelihatan serius memandangi wajah Kai.

Sesungguhnya tangan yeoja itu sangat gemetar melihat tubuh Kai sekarang. Semuanya diperban, lukanya sangat parah. Rasanya, ingin menangis melihatnya. Namun, tangis yang ingin keluar itu, Jiyeon tahan sampai matanya memerah dan sakit.

Mianhaeyo, Kai-a..” Ucapnya, sangat pelan pada mata Kai yang tertutup.

Leera hanya bisa menahan emosinya. Ia terus mengawasi Jiyeon dari kursi yang didudukinya. Seohyun mencengkram bahunya agar ia tidak berbuat sesuatu yang tidak diinginkan. Dan Myungsoo setia berdiri di sebelah Jiyeon.

“Aku ingin bicara denganmu.”

“Berdua saja.”

Leera langsung beranjak dari kursi, Seohyun melepaskan cengkramannya dan memandang Jiyeon dengan sangat bingung. Sebenarnya, apa arti semua ini?

 

Cklek

 

Pintu ditutup, mereka bertiga pergi—Myungsoo akan mengawasi dari jauh karena takut Jiyeon akan diapa-apakan—Seohyun di kamar sendirian.

Kini, Leera dan Jiyeon berada di sebuah balkon yang menghadap ke kota. Balkon itu dibatasi pagar pembatas yang terbuat dari besi mengkilat, angin musim dingin masih berhembus walau kecil. Jiyeon memandang mata Leera dengan tajam dan membuka mulutnya.

Jeongmal mianhaeyo..” tuturnya, tulus.

Leera terbelalak kaget, namun hatinya memang belum bergetar. Takut Jiyeon ada maunya. Ia masih berperasangka buruk terhadap yeoja itu. Leera masih menampakkan ekspresi tidak tertarik.

“Jika kau tidak mau percaya kalau aku merasa bersalah, yasudahlah…” Ujar Jiyeon menunduk.

Tetapi kepalanya mendongak lagi pada Leera dan menatapnya dengan serius. Jiyeon meneguk ludahnya dan mengeluarkan seluruh emosinya.

“Kau harus tahu, aku sangat sedih dan menyesal telah membuatnya begini!”

Terdengar isak tangis di akhir kalimat Jiyeon yang dilontarkannya dengan menjerit. Jiyeon lega dapat mengeluarkan segalanya dari hatinya. Sesenggukan itu merusak nada bicaranya. Matanya yang tadi sangat kuat menahan tangis, kini perisainya malah hancur. Air matanya mengucur deras. Kemudian, Ia memandang manik mata Leera dengan serius, menunggu responnya.

“Aku bersungguh-sungguh …” Ujar Jiyeon sekali lagi di tengah isak tangisnya.

Leera mematung di tempatnya dan memandangi Jiyeon dengan perasaan yang berkecamuk. Ada rasa marah, iba, sedih, bercampur aduk jadi satu. Ia bingung terhadap yeoja di depannya ini. Sehingga Leera masih diam, masih bersifat tidak peduli.

“Siapa yang tidak sedih jika tlah membuat kesalahan yang fatal seperti ini? Aku punya banyak salah terhadapnya, dan kini aku nyaris membunuhnya… sungguh, jeongmal mianhaeyo.. aku minta maaf untuk selama-lamanya.”

Leera masih diam memandang tingkah Jiyeon. Jiyeon kembali berbicara dengan suara dengungan.

“Jika.. jika Kai tidak bangun lagi.. sungguh, aku akan bunuh diri untuk menebus dosaku.” Jiyeon tersenyum miris. Bibirnya yang melengkung karena senyum kini basah dijatuhi air matanya.

Leera sungguh tercengang mendengar yang ini. Ekspresi Leera mendadak berubah. Pandangan yeoja ini langsung focus pada Jiyeon. Ia serius akan apa yang ia katakana.

“Hey, jangan lakukan hal bodoh. Aku memang membencimu tapi jika kau membunuh dirimu sendiri tidak berarti aku tidak akan membencimu lagi. Dengan bunuh diri tidak berarti juga aku memaafkanmu.” Tutur Leera sambil menatap lurus mata Jiyeon.

“Mungkin aku akan memaafkanmu jika kau punya kekuatan untuk bangunkan Kai lagi. Jika kau bisa buat Kai tersenyum lagi, aku akan memaafkanmu, jika kau bisa buat Kai ingat akan teman-temannya lagi, aku akan memaafkanmu. Aku Tanya denganmu, mengapa kau setega itu menjauhinya? Menyakiti hatinya? Demi apa? Kau lakukan semua itu demi kepentingan dirimu sendiri, tidak sadarkah kalau kau itu egois? Kau buat Kai hampir mati demi kepentingan dirimu sendiri? Harusnya kau berfikir seribu kali sebelum membuat Kai mati. Dan dosamu, tak akan pernah tertebus jika Kai tidak bangun dan ingat pada dirimu lagi. Dia punya gangguan otak dan aku tidak bisa jamin saat dia bangun ia masih ingat siapa itu Park Jiyeon. Jangan menangis jika saat kau meminta maaf padanya namun ia tak ingat siapa dirimu.”

Tangis Jiyeon semakin menjadi namun ia tahan agar ia bisa membalas omongan Leera. “Aku hanya bisa minta maaf. Aku tidak punya kekuatan apa-apa untuk membangunkan Kai, tapi aku bisa berdoa pada Tuhan. Aku akui aku egois dan semuanya yang kau ucapkan aku terima, dan aku minta maaf. Aku menghindarinya karena aku tidak mau membuatnya sakit hati lagi, aku tidak mau membuat ia masih mengingat diriku. Sungguh, jika aku tetap bersamanya, kami justru tidak akan pernah bersatu karena dipisahkan jarak, dan akhirnya ada yang sakit hati lagi. Aku yakin, bukan hanya aku wanita yang dicintai Kai, aku yakin Kai punya seseorang lagi yang spesial dan punya kekuatan untuk menyembuhkannya. Aku yakin—“ henti Jiyeon.

“Aku yakin wanita itu kau, kau Park Leera.” Tutur Jiyeon dengan matanya yang berlinang.

Leera sungguh tercengang. Dadanya bergetar, merasa sebuah beban terangkat ke atas.

#

Ruangan tempat Kai dirawat kini penuh oleh teman-temannya yang terus menunggu. Namun, suara mesin detak jantung masih saja berbunyi sama. Mata Kai masih terpejam rapat.

Jiyeon sudah pulang. Ia sungguh menyesali perbuatannya. Yeoja itu sangat memercayai Kai pada Leera.

“Jaga Kai baik-baik ya, Park Leera.”

 

Malam ini karena banyak teman-teman SAS datang menjenguk, Leera memilih untuk menyendiri di pagar balkon untuk memandangi langit malam. Terdengar tangis teman-teman  Kai saat SMP dulu. Minyoung, yeoja yang pernah meneror Leera (yang sangat fanatik dengan Kai) menangis tersedu-sedu di hadapan ranjang. Dialah yang menangisnya paling heboh. Walaupun sekarang ramai, sebaliknya malam ini terasa sangat sunyi bagi Leera.

Tidak. Chanyeol tidak pernah lagi datang menjenguk setelah kejadian kemarin.

Baekhyun mengintip dari balik jendela dan menemukan Leera yang sedang bingung menatap langit. Namja itu beranjak dari sofa dan keluar.

“Hey, Leera-a.”

Leera kaget dan langsung menoleh. “Oh hai.. Baekhyun-a.”

Niat Baekhyun tadinya ingin menghibur. Tetapi entah kenapa suasananya sangat sedih untuk itu. Akhirnya mereka saling terdiam.

Bahkan Leera yang menyahut duluan.

“Baekhyun-a..”

“Hmm?” Jawab Baekhyun pelan dengan raut bisaa. Raut ini sangat jarang dipakai Baekhyun untuk ekspresi wajahnya, kalau diingat kan ia suka membuat onar dan lelucon. Sungguh aneh, memang.

Tiba-tiba Leera membuka mulutnya.

“Menurutmu, Kai akan bangun lagi atau tidak?”

Baekhyun terdiam. Ia berfikir keras. Jujur, Baekhyun memang beranggapan Kai sudah mati.

“Tentu saja.. Kai akan bangun lagi.. “ Nada bicara Baekhyun terdengar sedih. Tidak seperti dia bisaanya.

Leera semakin putus asa. Baekhyun yang ceria saja menjadi sangat sedih begini. Walau Baekhyun bilang Kai akan bangun. Tetapi, sifat Baekhyun sekarang malah bilang sebaliknya.

Leera diam saja. Ia berkhayal bahwa esok pagi Kai sudah bangun. Lalu ia akan marah-marah seperti dulu. Setidaknya khayalan seperti itu dapat membuat Leera sedikit senang. Ya, walaupun hanya ‘khayalan’.

Tiba-tiba Suho, Sehun, dan Kyungsoo mengagetkan mereka berdua dari belakang. Suasana mendadak berubah.

Suho langsung berseru dengan gembira. “Tentu saja Kai akan segera bangun!”

Sehun menyahut “Tadi dia mengedipkan mata loh! Sayang Leera-a tidak melihatnya!”

Kyungsoo tersenyum sumringah dan mengangguk mantap. “Ini serius, kata dokter kita masih punya harapan!”

Tiba-tiba Seohyun menghambur masuk.

Dengan mata yang berair. Seohyun menangis!

“Kai akan bangun lagi! Dia.. dia akan bangun lagi..” Seohyun langsung memeluk Leera dengan erat dan menangis. Leera memandang wajah merah Seohyun yang sembab lalu bergantian memandang wajah anggota EXO lainnya. Mereka semua kelihatan bahagia.

Lalu Leera menjatuhkan air mata bahagia dan berujar mantap.

“Kai… Kai akan bangun lagi!”

Lalu mereka semua berpelukan. Dan saling memberi harapan.

#

06:00 AM

Suho, Baekhyun, dan Kyungsoo tidur di karpet bawah. Sementara Sehun di sofa karena dia yang paling muda. Sementara para yeoja ( Leera dan Seohyun ) tidur di sofa ukuran besar. Sungguh hari yang sangat melelahkan. Mereka tidur sangat nyenyak sehingga tidak ada yang terbangun sama sekali hingga jam segini.

Ces..

 

Suara teh yang mengalir ke dalam cangkir.

Mata sipit Baekhyun sedikit terbuka mendengar suara itu.

Suara apa itu?

 

Baekhyun melihat ke arah teman-temannya yang masih pulas tertidur.

Mereka semua masih tidur. Kok ada yang lagi bikin teh ya? Ih serem… tidur lagi saja! Ah Baekhyun jangan pikirkan yang aneh-aneh!

 

Baekhyun pun bersikeras menutup matanya. Tapi..

Ces…

 

Suara itu masih terdengar.

Sial… suara apa sih itu. Bikin merinding saja.

 

Baekhyun pun mengeratkan pelukannya terhadap Suho dan berbisik. “hyung.. maaf ya aku memelukmu.. aku takut.”

“is nyam nyam..” Igau Suho. Namun tetap saja Suho tetap tidak terbangun.

Karena posisi kaki yang tidak nyaman, Baekhyun pun menggeser kakinya. Namun….

Kaki Baekhyun menyentuh kaki seseorang yang sedang berdiri!

Deg

 

Deg

Tunggu dulu.. perasaan mereka pada tidur. Terus ini siapa yang berdiri? Jangan jangan hantu? Oh tidak! Ah sudahlah Baekhyun tidur saja!

 

hyung?”

Suara itu memanggil. Baekhyun semakin memejamkan matanya.

Tapi..

hyung

Kali ini suaranya makin jelas.

hyung

Baekhyun pun diam diam mengintip dari balik matanya, mencari-cari arah suara. Tetapi tidak ketemu juga.

hyung

Sial! Siapa sih?

 

Baekyun terus mengamati sekitar. Sampai akhirnya kaki itu menyenggol kaki Baekhyun.

“Kyaa” Baekhyun menjerit. Tapi pelan.

Dibukanya matanya lebar-lebar. Ia melihat muka innocent seorang namja.

Eh tunggu dulu.. itu kan?

 

Itu kan….?

 

Oh sialan.. Sakit-sakit bukannya istirahat malah menakut-nakuti hyungnya sendiri!

Eh sabar? Itu Kai?

 

Kai!

 

Kai sudah bangun!!

 

“Kai-ah!!!!!”

Baekhyun menjerit dan langsung lompat dari tempatnya.

“Hey kalian semua! Kai sudah bangun!”

Baekhyun langsung menerjang tubuh Kai. Lalu memeluknya.

“Aw hyung.. sakit..” Ujar Kai pelan.

Untung saja tulangnya tidak patah lagi-_-

Yang lain mulai mengerjap-kerjapkan matanya dan menguap. Kyungsoo langsung membulatkan matanya dan bangkit.

“Kai!? Kau masih ingat kami?”

Suho masih dalam posisi duduk. Matanya masih tidak jelas. Tapi ia melihat seorang namja berpakaian pasien sedang duduk di atas ranjangnya. “Kai?” Ujar Suho.

“Kai!”

“Kai sudah bangun!”

Semuanya kaget, suasanapun langsung ribut dan refleks semuanya memeluk Kai. Kecuali satu, Leera.

Leera masih mengerjap-kerjapkan matanya tidak percaya. Yeoja ini masih dalam posisi duduknya. Dari jauh ia memandang namja itu, namja yang sedang tertawa bahagia di pelukan teman-temannya. Giginya yang putih besar itu terpampang jelas karena tertawa lebar. Matanya menjadi kecil karena ia tertawa.

Itu sungguh Kai.

Leera masih diam di tempat. Itulah namja yang ia tunggu-tunggu selama ini. Yang ia nangisi selama ini.

Namun mengapa dia.. tidak langsung menghambur untuk memeluknya?

 

Kai.. aku senang kau masih hidup..

Leera hanya memandang dari jauh dan melihat anggota EXO, Seohyun tertawa-tawa bersama Kai, tersenyum gembira. Sedangkan dirinya sendiri? Diam duduk di sofa. Bingung mau bertindak apa. Ya ampun Leera, kau hanya tinggal berlari kesana, dan memeluk Kai bukan? Mengapa rasanya susah sekali.

Setelah anggota EXO ribut-ribut menyoraki Kai yang sudah bangun. Mereka semua langsung menggoda Leera.

“Sepertinya ada yang malu-malu nih..”

“Siapa ya yang waktu itu semangat sekali menjaga Kai disini? Sampai nangis-nangis?”

“Hahahahaha”

Sial.

Muka Leera sudah merah sekarang.

Kai terdiam dengan raut cueknya seperti bisaa. Namun saat matanya menyelusuri, ia menemukan Leera dengan muka yang memerah.

Dia.. paling semangat menjagaku? Begitu pikir Kai.

 

Leera langsung menunduk malu. Tapi Seohyun membantunya untuk berdiri. Berdiri untuk merayakan akan bangunnya Kai.

Sungguh awkward moment. Kini semua mata tertuju pada Leera. Yeoja itu dituntun oleh Seohyun untuk menemui Kai.

Leera melangkahkan kakinya.

Semakin dekat. Semakin dekat. Semakin dekat. Kini Leera sudah ada di hadapan Kai. Dan…

Deg

 

Deg

Leera terdiam.

Kai juga diam.

Daritadi mata Kai menatap manik mata Leera. Menunggu yeoja itu mengucapkan sesuatu. Sementara yeoja itu sendiri terus menunduk tak berani memandang wajah Kai.

“Jadi.. kau terus menjagaku ya?”

DEG

 

Dunia berguncang. Es kutub mencair. Jakarta langsung banjir. (?)

Kai duluan yang memulai pembicaraan ini. Mau apalagi? Jika bukan Kai, yakinlah pasti Leera tidak akan bersuara sama sekali bukan?

Leera tak mengerti menjawab apa. Yeoja it uterus diam. Diam. Dan diam. Ia menggigit bibirnya karena kikuk dan ragu.

Kai hanya memandangi yeoja itu bingung dari balik perbannya. Sementara Leera sepertinya menahan-nahan sesuatu.

Ayolah Leera. Kau ini harus berani dong jangan pengecut begini! Pekik Leera dalam hati.

Satu..

 

Dua…

 

Tiga… !

“IYA AKU TERUS MENJAGAMU DAN MENGKHAWATIRKANMU. DASAR BODOH……!!”

Spontan Leera langsung memeluk Kai dan menangis.

“Hey hey…!” Kai kaget karena Leera memeluknya.

Gang EXO yang melihatnya merasa terharu, sementara itu Seohyun tersenyum sendiri memandangnya. Alangkah lucunya tingkah mereka berdua.

“Ohh.. akhirnya.. happy ending.. :’) “ Baekhyun menyeka matanya dan berlogat seperti ibu-ibu yang habis menonton sinetron.

“Ohhh ya ampun..” Sehun memeluk Baekhyun secara tiba-tiba. Sehun sangat terharu.

“Ih apa peluk-peluk, yehet!” Usir Baekhyun.

“Ohorat!” Balas Sehun manyun. *)sumpah author gak ngerti arti yehet sama ohorat apaan. asal pake aja wkwkwkwk :v

 

Suho dan Kyungsoo hanya bisa tersenyum-senyum sendiri. “Dasar.. cinta monyet”

Tok!

 

Tok!

Bunyi ketukan pintu…

“Sehun, bukakan pintunya!” Perintah Baekhyun.

Sehun langsung beranjak membuka pintu dan voila. Tuan dan Nyonya Kim! Beserta orangtua Leera.

Terlihat wajah-wajah lusuh menghambur masuk ruangan. Wanita tua itu menangis tersedu-sedu.

“Kai anakku.. ohh..”

Leera langsung melepas pelukannya terhadap Kai, ia merasa malu. Sekarang gantian Nyonya Kim menghambur memeluk anaknya.

“Kai.. eomma sangat mengkhawatirkanmu..”

Nyonya Kim langsung mengecup dahi Kai. “Ya ampun nak.. maafkan eomma ya” Nyonya Kim menangis bahagia.

Rambut eomma Kai begitu acak-acakan, make up nya sudah tidak teratur lagi demi bisa bertemu anaknya secepatnya. Berpeluh-peluh keringat di dahinya.

Tuan Kim tersenyum pada Kai. Lalu mengelus rambut anaknya itu.

“Kau memang anak kami. Kami tahu kau kuat.” Tutur ayahnya.

“Maafkan kami ya nak.”

“Maafkan Kai juga, Appa..” Ujar Kai sambil tersenyum kekanak-kanakan. Jarang sekali Kai berekspresi seperti ini.

Perkiraan dokter sungguh meleset. Kai sama sekali tidak lupa ingatan. Ia masih ingat semuanya. Tapi, mungkin tidak untuk satu hal. *)akan author kasih tau di part selanjutnya*)

Sementara itu eomma dan Appa Leera memeluk yeoja itu. Leera.

Eomma! Appa!” Pekik Leera sambil memeluknya.

Lalu Nyonya Kim menoleh ke arah Leera. “Hai nak? Terimakasih sudah menjaga Kai dengan baik.” Tutur Nyonya Kim sambil tersenyum.

Leera mengangguk malu. “Sama-sama tante..”

Anggota EXO dan Seohyun hanya cekikikan melihat tingkah Leera. Sepertinya bintang utama pagi ini adalah… Leera dan Kai.

Semua orang tahu. Ada suatu kebahagiaan di hati mereka masing-masing yang tidak dapat dijelaskan. Pagi itu sungguh pagi terbaik di dunia. Pagi yang penuh tangis bahagia, haru, penuh tawa, penuh senyum, dan kebahagiaan abadi.

#

Sunrise Apartement,

Apartemen ini menyimpan banyak kenangan.

Leera memandangi ruangan yang dipakainya bersama Kai di satu bulan ini. Sofa yang dipakai untuk menonton tv bersama, dapur yang berantakan, meja makan yang tak pernah ramai, kamar dengan deluxe bed dan tombol lampu yang selalu didebatkan.

“Kai taruh bajumu di cucian!”

 

“Kau apakan dapurku hah?!”

 

“Jangan mengintip!”

 

Leera mengingat itu semua.

“Leera-a kenapa diam? Ayo bereskan barang-barangmu. Kau akan kembali lagi ke rumah. Eomma dan Appa kan sudah selesai liburan dari Hawaii.” Ujar Eomma Leera.

“Baik, eomma.” Jawab Leera.

Yeoja itu mulai menuju ke kamar dan mengemasi barang-barangnya. Ia membuka lemari dan memasukkan baju-bajunya ke koper. Saat mengambil sebuah rok, ia jadi teringat.

Mengapa kau tak pendekan saja lagi rokmu itu?”

 

Ah kenangan lama.

Sudah selesai berberes baju. Leera menuju lacinya. Laci pertama, berisi aksesoris, ia masukan semua aksesoris itu ke dalam koper. Laci kedua, syal. Syal pemberian Kai. Syal ini punya Jiyeon.

Leera tetap membiarkan syal itu dan menutup lacinya.

Setelah semua barang-barangnya beres. Ia beranjak keluar kamar.

“Bagaimana dengan barang-barang Kai?” Tanya Leera.

“Nanti ada seorang asisten membereskannya.. ayo pulang, kau harus bersih-bersih. Liat bajumu? Lusuh begini. Apalagi kau bau belum mandi.”  Eomma Leera yang cerewet keluar lagi.

Leera hanya mengangguk-angguk pasrah namun akhirnya mereka berdua tertawa. “Iya iya.. baiklah nyonya Park yang cerewet.”

#

“Tenang saja, anak anda bisa dirawat di rumah. Asalkan ia mau pergi rontgen secara rutin dan meminum obat. Jangan terlalu banyak aktivitas dulu.” Tutur seorang dokter lewat kacamatanya, tersenyum.

Nyonya Kim tersenyum senang mendengarnya. “Dengar kan? Kau bisa pulang.”

Kai hanya menarik bibirnya dan menjawab “Iya..”

“Syukurlah” Kata Appanya.

Teman-teman yang lain sudah pulang dari ruangan Kai. Kini hanya tinggal keluarga Kim saja.

“Oh iya, tenang saja.. eomma sudah mengirim asisten untuk membereskan barang-barangmu di apartemen. Mulai besok kau tinggal di rumah.”

Kai merasa sedikit kaget. Jadi ternyata sekarang keadaan kembali seperti semula ya? Tidak ada lagi yang akan marah-marah. Tidak ada lagi yeoja yang cerewet. Entah mengapa, Kai menjadi sedikit lemas.

“Sebaiknya kita berkemas. Ini saatnya pulang.” Tutur eomma nya dengan nada ramah.

#

“Ini serius?” Tanya Chanyeol setengah tidak percaya.

“Kai sudah bangun?!” Hampir saja namja itu meloncat dari sofa apartemennya.

Seohyun mengangguk.

Ekspresi Chanyeol langsung berubah. Ia langsung teringat Leera. Hatinya kini jadi sakit lagi. Pokoknya Chanyeol harus langsung menelfon Kai. Mengkonfirmasi, bahwa tugasnya selama ini sudah selesai.

Mulai nanti, aku harus jadi namja yang bertanggung jawab!

 

Chanyeol langsung mengambil ponselnya.

Kai.. Kai.. mana kontak Kai??

 

“Ini dia!” Chanyeol langsung memencet kontak Kai dan menelfonnya.

Tut…

 

Tutt..

 

Tutt..

Yeoboseyo?” Chanyeol berusaha menyapa.

Yeoboseyo?” Balas lawan bicaranya.

“Kai! Kau kah itu?”

Ne, ini aku..” Ujar Kai dengan nada datarnya.

Chanyeol menarik nafas dalam-dalam.

“Aku .. minta maaf! Oh iya! Aku sudah melakukannya. Maafkan aku ya.. aku tidak tahan sih.”

“Melakukan apa?” Tanya Kai masih dengan nada datar.

Chanyeol ingin menjawab lebih lanjut. Tapi, Seohyun mengawasinya dari jauh dengan ekspresi aneh.

“Ah….” Jawab Chanyeol terbata-bata.

Ini adalah pembicaraan antar namja. Seohyun tidak boleh mendengarnya!

Lalu namja ini segera menghambur keluar ruangan apartemen. Tepatnya ke balkon.

“Aku sudah mengakhiri hubunganku dengan Leera. Dan aku rasa yeoja itu sangat sakit hati dan…………. Aku pasti dibenci olehnya. Lalu, bagaimana ini? Apakah tindakanku benar? “

“…”

“Jawab Kai-a. Oh iya, aku rasa dia menyukaimu soalnya dia menangisimu tiap waktu dan sepertinya sih..”

“…”

“Kai-a?”

“Oh maaf, ya.. menurutku tindakanmu tepat. Terimakasih sudah jujur padanya, ya walaupun tindakan kita sejak awal memang salah sih. Harusnya kita tidak melakukan taruhan bodoh itu. Lagipula maaf ya waktu itu aku..”

“Hah? Kau melakukan apa? Hah? Maaf apa?”

“Tidak… maksudku maaf membuatmu jadi dibenci oleh Leera. Sebenarnya aku tidak mau ada temanku yang saling membenci tapi apa boleh buat. Ini salahku juga karena menyetujui taruhanmu.”

“Ya.. ini salah kita berdua. Namun, aku juga tidak tahu apa yang diinginkan wanita jika sedang marah seperti ini. Bukan marah, lebih tepatnya benci. Ia benci padaku.”

“Aku tidak mengerti wanita.”

“Ya, aku juga. Sampai nanti. Cepat sembuh ya.”

Tut..

Telepon dimatikan. Demikian perbincangan antar lelaki.

#

Rumah Kai

Kai berbaring di atas tempat tidurnya. Kamarnya memang tidak berantakan karena ia punya banyak asisten di rumahnya. Namun dinding kamarnya itu penuh dengan poster

mobil-mobil keren. Berbicara tentang mobil. Mobil Kai hancur akibat kecelakaan sehingga Appanya menyuruh Kai untuk memilih mobil baru di suatu website.

Kai pun membuka pc milik ayahnya yang sudah di setel ke website yang bersangkutan. Mata Kai memandangi mobil-mobil disana. Ia pandangi satu-satu tapi tidak ada yang menarik hatinya. Akhirnya ia menaruh pc ayahnya di lantai dan membuka-buka ponselnya. Barusan ia ditelfon Chanyeol.

Ia juga prihatin terhadap nasib Chanyeol. Ia memang aktor yang hebat sih. Tapi kan semua ini bukan dia yang mau. Melainkan taruhan itu yang menuntutnya berbohong. Jadi ini salah mereka berdua.

Alasan Kai mengapa minta maaf di telfon tadi sebenarnya adalah karena dia curang untuk memperoleh nilai 100 di ulangan sosiologi. Ia menukar jawabannya dengan yang baru. Harusnya Kai lah yang kalah dan harusnya Kai lah yang pacaran dengan Leera sekarang. Sungguh miris. Chanyeol harus menggantikan perannya.

Kai diam-diam masih memikirkan kata-kata Baekhyun di rumah sakit tadi. Apa benar selama ini Leera mati-matian menjaganya? Selalu menangisinya? Dan… kata Chanyeol tadi.. bahwa yeoja itu menyukainya?

Senyum Kai tertarik…

“Ini menarik sekali..”

Setidaknya masih ada beberapa minggu sebelum sekolah masuk lagi. Lihat saja apa yang akan terjadi di sekolah. Tentu banyak perubahan yang mengagetkan.

Kai memandangi kontak Park Leera. Disana terpampang wajah Leera yang sedang menyengir lebar dengan tangannya yang membentuk simbol peace. Oh iya, tak lupa. Wajah Leera sangat cute.

“Park Leera menyukai Kim Jong In? hahaha… baiklah.” Ujar Kai sambil terbahak.

#

Di tempat lain, tepatnya di kamar Park Leera.

“Uh… dasar Kim Jong In.” Leera bergumam sambil berposisi tengkurap. Ia sedang memandangi kontak Kai. Di kontak Kai juga terdapat foto Kai. Tanpa senyum.

Ibu jari Leera telah bersiap menekan tombol call. Namun,

Aku tidak bisa melakukannya!

 

“Bodoh..!” Ejek Leera pada diri sendiri. Yeoja itu memukuli kepalanya berkali-kali.

Tetapi tiba-tiba..

Drrtt..

 

Drrtt..

 

Telepon dari Kai!

“Aduh bagaimana ini bagaimana…” Leera memandang horor panggilan masuk itu. Jantungnya berdebar-debar. Sangat kencang.

Angkat tidak?

 

Angkat tidak?

 

“Uhh dasar Park Leera bodoh!!!”

Saat Leera gugup. Pasti sangat bodoh. Semua tahu itu.

Apa susahnya sih mengangkat telepon?

Baiklah! Aku akan angkat!

 

Ibu jari Leera pun mulai menyentuh tombol hijau.

Namun…

Panggilan terputus.

Aniyaaaaaaa…….”

Masa bodoh! Aku akan telfon dia kembali!

 

Deg

Deg

 

Akhirnya perlahan Leera mengutak-atik ponselnya. Menuju kontak Kai dan..

Akhirnya yeoja ini menelfon.

Tak ada nada sambung. Telfon langsung diangkat oleh Kai. Benar-benar ajaib namja itu.

Yeoboseyo?”

 

“Buat apa kau menelfonku?” Sapa Leera dengan nada sedikit dingin. Ya walau sebenarnya dia gugup juga.

Kai berdehem dari ujung telfon. “Tidak apa. Aku  hanya ingin …. Menelfon.”

“Hanya ingin menelfon?”

“Iya..”

“Baiklah..” Jawab Leera sambil menggigit bibir.

“Jadi… aku ingin bertanya padamu.” Ujar Kai dengan suara serak.

Deg

 

“Bertanya tentang?”

“Bertanya tentang dirimu.”

“Maksudmu?” Ujar Leera pura pura tidak tahu.

“Hahaha sudah lupakan. Apakah kau menangisiku terus?”

Sial.. aku harus jawab apa.

“Ya, Park Leera jawab dengan serius.” Paksa Kai.

“Em..” Jawab Leera ragu.

“Em apa?” Tanya Kai, semakin mendesak.

“Iya.. mm, mak, maksudku.. kau teman sekamarku dan tentu saja aku akan menangis jika kau hampir mati..”

Alasan yang bagus, Leera! Whoaa!

 

“Aku merasa ada yang berbeda denganmu akhir-akhir ini. Menurutmu, apa kau berubah?” Tanya Kai masih dengan suara seraknya.

“Eh eh.. berubah? Ap, apa yang berubah?”

“Ya.. kau aneh..” Kai menutup dan menjauhkan telpon dari mulutnya lalu tertawa terbahak-bahak. Sebenarnya tujuan namja itu menelfon adalah karena ingin mendengar Leera gugup dan kikuk. Mengerjai yeoja itu sungguh menyenangkan.

“Apa? Aku.. ak, aku tidak aneh!” Elak Leera sambil gugup.

“Hahaha..” Kai kelepasan tertawa.

“Sepertinya kau sedang jatuh cinta dengan seseorang.” Tebak Kai. Kai ingin tahu respon Leera tentang ini.

Oh… tidak…

 

“….” Leera terdiam tak bisa membalas Kai. Jantungnya berdetak sangat cepat.

“Halo? Park Leera?” Tanya Kai.

“Halo? Yeoboseyo?” Ulang Kai.

Kai terus menanyai keberadaan Leera namun Leera tak mampu berkata-kata. Ia terlalu gugup. Akhirnya Kai pun mengakhiri telfon.

“Yasudah kalau begitu. Semoga harimu menyenangkan. Sampai jumpa.”

Tutt

 

Tutt

 

“Ehhh?” Leera kaget mendengar telfon diputus.

“Seenaknya saja mematikan telfon!”

Ah dasar Leera, padahal dirinya sendirilah yang tidak berbicara di telfon makanya telfon dimatikan oleh Kai. Leera terlalu gugup untuk menanggapi pernyataan itu.

Apa maksud semua ini?

Aku ? Aku gugup?

Tidak mungkin aku menyukai Kai kan?

 

Oh tidak Leera. Aku rasa kau memang telah jatuh hati dengan namja itu.

;-; THE END ;-;

Setelah orangtua Leera dan Kai sudah pulang. Kai dan Leera pun tidak tinggal bersama lagi. Mereka kembali ke rumah masing-masing.

Kai sudah bisa dirawat di rumah. Walaupun harus terus diperhatikan dan tak boleh banyak aktivitas. Kai masih harus berbaring di ranjang selama sebulan lamanya.

Di musim dingin ini, sekolah libur. Sehingga murid SAS belajar di rumah hingga musim semi datang.

Seohyun dan Chanyeol masih tinggal satu apartemen. Chanyeol sungguh merasa lega dengan semua ini. Namun ia juga merasa bersalah dengan Leera. Ia berencana meminta maaf dan memulai dari awal lagi sebagai teman yang baik. Sementara Seohyun merasa gugup sekarang, karena ia menyadari Chanyeol menyukainya.

Anggota EXO sekarang hidup dengan bahagia karena Kai masih dapat bertahan hidup. Kyungsoo sering berbalas LINE dengan Kai. Mereka juga sering berkomunikasi lewat grup di Whatsapp. Kai sering tertawa-tawa sendiri di kamar karena perbincangan di grup. Tak jarang Baekhyun menggoda Kai dengan Leera.

Kai juga terkadang iseng mengirim sms pada Leera. Namun Leera mereplied nya dengan cuek. Padahal mah…

Jiyeon tetap bekerja di toko alat tulis tersebut. Rasa bersalah menghantuinya. Namun ia teringat perkataan Leera dan kembali tersenyum. Kini yeoja itu memulai hidup barunya dengan tenang dan tanpa sembunyi-sembunyi.

Sementara itu, Lee Min Ka sangatlah berjasa karena ia telah memberitahu Leera yang sebenarnya.

Minyoung, yeoja yang sangat fanatik dengan Kai menjerit histeris saat mendapat LINE dari temannya bahwa Kai sudah bangun.

Sementara Leera. Dia mulai menyadari bahwa dirinya menyukai Kai. Dia tidak bisa berbohong. Ya, mulai detik ini. Mulai sekarang. Buktinya saat Kai mengirimnya sms sapaan seperti ‘pagi’ atau ‘semoga harimu menyenangkan’ Leera selalu meloncat-loncat di atas kasur seperti orang gila.

Bonus

Anggota EXO datang menjenguk Kai di kamarnya. Sehun melihat-lihat seisi kamar Kai dan mendapatkan sebuah foto.

“Hey Kai-a.” Sehun menghampiri Kai dan menunjukan bingkai foto itu pada Kai.

Member EXO lainnya saling memandang satu sama lain. Terutama Baekhyun dengan Kyungsoo. Kyungsoopun langsung memandang Suho. Chanyeol tidak dipandang siapapun. Dan Sehun memandang hem apaya.

Baekhyun pun menarik telinga Sehun. “Hey, kenapa kau mengingatkan Kai sesuatu yang menyedihkan. Sudahlah biarkan dia move on dari yeoja itu!” bisik Baekhyun. Ia melotot melihat Kai memandangi foto Jiyeon.

“Sa,sakit hyung aduh!”

Akhirnya mereka pun diam. Mata Kyungsoo, Suho, Sehun, Baekhyun, dan Chanyeol memandang wajah serius Kai yang sedang memandangi bingkai foto itu. Kelima orang ini menunggu apa respon Kai. Terutama Chanyeol.

Sebenarnya, itu foto siapa sih? Kok pada heboh? Pikir Chanyeol.

Kai menekuk alisnya sembari memandang foto Jiyeon.

“Ini….” Tutur Kai pelan.

“Ini…”

Semua diam untuk mendengar kelanjutan omongan Kai.

“Ini siapa sih?”

GUBRAK!

Ternyata Kai lupa sama Jiyeon-_-

~Pulangnya~

“Eh, Sehun-a..” Chanyeol menarik pundak Sehun dan berbisik.

“Sebenarnya, yeoja di foto itu … siapa sih?” Tanya Chanyeol penasaran.

Sehun bingung bagaimana menjawabnya. Mata Sehun celingak-celinguk memandang sekitar. Lalu ia mendapati wajah Baekhyun.

Baekhyun menaruh tangannya di leher seperti mau mengiris lehernya. Lalu namja itu menjulurkan lidahnya dan memejamkan mata, menirukan orang mati. Mulutnya membentuk kode kode yang artinya ‘JANGAN BERITAHU DIA NYET’

Chanyeol langsung menoleh ke belakang, melihat Baekhyun. Posisi Baekhyun langsung berganti. Lalu Chanyeol menoleh pada Sehun.

“Siapa?” Desis Chanyeol di telinga Sehun.

Sehun hanya bisa meneguk ludah.

Kalau aku beritahu dia. Baekhyun hyung akan membunuhku. Kalau aku tidak beritahu. Chanyeol hyung akan membunuhku juga. Aduh, bagaimana ini?!

“Hehehe” Hanya sebuah tawa singkat dari seorang Sehun.

–bonus end–

Mau lihat perkembangan selanjutnya dari cerita ini? Silahkan baca yang season 2!

klik! > OMCIA SEASON 2 “A NEW BOY FOR MY LIFE”

finally selesai juga nih :’) gakbisa berkata apa-apa berhubung ini udah malem :’) aku tahu endingnya emg kurang greget? dan cerita ini makin gajek + gajelas + ganyambung? aku juga gak ngerti haahaha otakku semakin menggila. lagipula skrg aku lg sakit chicken pox u now so.. maklumin aja apa yang ada hehehehe anyways.. thankyou for you all i love you :))) thanks for read this fanfic so far.. thanks! thank you to anyone! especially for silent readers.. hey? i talk to you silent readers :)) thanks for anything!! ff ini dibikin dari bulan juni tahun 2013 until now.. juni 2013 – januari 2014… berapa bulan tuh? ngarepnya sih udh setahun ;-; wkwkwk

thank you! and if u re so curious about Leera dkk stories. u can read omcia season 2 !!!!!!!!!!!!!

aku bakal rilis omcia ke 2 entah kapan… mungkin abis selesai un? ahahahaha see you next time! ^^

dan kalian bener bener wajib baca ini ! >> https://sasafanfictions.wordpress.com/2014/01/27/about-ending-omcia-season-1/

473 comments

  1. eonni,, boleh minta pass nya ndak??
    kalo ga gitu aku minta id line nya eonni ajah..
    biar aku add ntar kita komunikasi lewat line ^^
    gomawo…

  2. minta password yang season 2 dong…
    soalnya aku baru baca ini ff dari kemaren pagi sampek tadi jam 11 malem…
    boleh yah boleh chingu…. please…
    kirim password di fb aku “naila rohmatul zaidah” atau twetter aku “@NailaRZ_020398” kalo gak gitu DM aku di IG “cious_clouds.japson02 ”
    please…

  3. kyaaaaaa ada season 2
    eonni, boleh minta pw s2 *puppy eye*
    kalo boleh,minta id LINE nya aja,soalnya aku gapunya twitter hehe😆

  4. ommo…ommo…
    aku takut diusir dari ff ini karena tak kunjung cuap2 meninggalkan jejak. Maaf yaa, maklum ini ff aku bacanya SKS (sistem kebut semalam) dari chapter 1 sampai 16 end. waaahhhhh… gimana yaa kesan2nyaa…
    entah kenapa aku baca ff ini serasa masuk ke dalam kehidupan yg super complicated bgttt.. jujur aku suka banget sama karakter leera. aku suka tuh, jarang bgt tokoh utama yg sifatnya kaya leera, centil2 kepedean gitu… wkwkwk.. suka banget pokoknya. Apalagi scenenya kai kecelakaan sampai akhirnya divonis hidup (elaahh) itu rasanya, aduh susah dijelasin (doaku: semoga kai hidup, semoga, semoga) nyesekk abiiss… Apalagi bacanya SKS, jadi kerasa bgt feelnya. Pokoknya daebak banget deh.. aduh ini gak sabar ngelanjutin season 2. Penasaran banget!!! udah dulu ya chingu, nanti dilanjutin coment di season 2nya… pegel ngetiknya… wkwkwk… fighting!!!!

  5. Keren ffnya min😄. Tpi sayang ini dirilisnya uda lama ya min😢. Dan baru nemu cerbung omcia sekarang. Ohya min. Sorry buat ga ninggalin like, kritik dan saran buat part ff sebelumnya😥😢.

  6. Daebak banget nih FF sumpah… huhuhu mian ya di ff yang sebelum-sebelumnya aku nggak ninggalin jejak. Jadi aku borong aja semua di part yang ini. Sumpah chingu, waktu adegan Kai mati itu air mataku bercucuran #alayplis-,- #plak
    Tapi beneran chingu kamu kok bisa ya buat aku nangis gitu, kan keren. Ya ampun sumpah aku masih kebayang-bayang ampek sekarang. Bahkan aku masih nangis pas Kai udah sadar. Aneh pan tapi bedanya aku nangis bahagia xD wkwkwk dan mereka so sweet banget masa… ya ampun Park Leera ama Kai… uhu… terus pas baca bagian Chanyeol jujur ama Leera itu aku deg degan sumpah, kek nonton adegan drama yang aku nggak mau nonton soalnya takut ada yang terluka, ya semacam gitu xD. Sumpah ini daebak banget, apalagi mama papa kai ama leera malah kelihatan nyantai gitu ya walau akhirnya khawatir setengah mati. Dan aku bener-bener kebawa emosi sama adegan Jiyeon. Meski dia nggak tahu apa-apa kalau Kai sempet mati sebelumnya, tapi tetep aja entah kenapa kayak ada yang ngganjel gimana gitu. Wkwkwk.

    Pokoknya ini keren banget dah…. (y)

    Oh ya sebelumnya lupa aku pembaca FF kamu tapi masih baru😀 bangapta

  7. Finally… Ceritanya seru, sih. Suka banget karena romance comedy…
    Btw, boleh kasih saran gak, Kak? Untuk penulisan percakapan misal:
    “Halo? Park Leera?” Tanya Kai.
    “Halo? Yeoboseyo?” Ulang Kai.
    Biasanya keterangan di akhirnya pk huruf kecil. Jadi begini:
    “Halo? Park Leera?” tanya Kai.
    “Halo? Yeoboseyo?” ulang Kai.

    Di novel-novel sering gitu. Semoga membantu, ya, Kak. Keep writing!🙂

  8. Sumpah gara gara ni ff aku jadi jatuh cinta sama si kamjong. Aku kira kamjongnya mati ternyata enggak kalau benar kan kasihan leera . Pokoknya ni ff Bagus banget. Maaf ya aku baru ninggalin jejak sekarang tor dan boleh gak minta PS OMICA SESON 2nya part 1nya thor ?

  9. annyeong aku member baru disini,, salam kenal ya
    aku suka bgt baca ff diblog ini, ffnya keren

    thor mau tanya yg yadong boy in the apartemen part 5 knp gx bisa dibuka

Kritik dan Saran ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s