OMCIA! S2 P1 “A New Boy For My Life”


Bop2bX9IQAEerHl.jpg large

\ Title \

One Month Crush In Apartment [SEASON 2]

\ Author \

sasa / @Saarahsalsabil

\ Main Cast \

Park Leera
Kim Jong In

\ Genre \

School Life, Fluffy Romance

\ Length \

Mini Chapter

\ Rating \

PG-17

p.s. : fanfic ini adalah kelanjutan dari fanfic OMCIA! Yadong Boy In My Apartment. fanfic ini adalah original buatan sasa ( @Saarahsalsabil ). tidak diperkenankan untuk plagiat

100% ORIGINAL BY @SAARAHSALSABIL

HAPPY READING

$$$$

WHAT ?

Liburan musim dingin sudah habis. Kini saatnya masuk sekolah kembali. Apa jadinya ya bila Kai sekolah lagi? Apa yang akan terjadi padaku ya?

Sekarang musim dingin sudah berganti menjadi musim semi. Aku tidak perlu khawatir karena aku tidak akan kedinginan lagi.

Tak lupa aku memberi tahu kalian bahwa kini aku menjadi Leera yang suka fashion lagi! Aku mulai ke salon lagi, membeli lipgloss untuk koleksi, shopping baju dengan eomma, dan lain-lain.

Karena aku sudah tidak tinggal dengan Kai jadi tidak perlu repot-repot masak-masak makanan, tidak perlu marah-marah untuk membangunkan Kai! Hahaha menyenangkan. Tapi sosok Kai cukup membuatku rindu juga. Aku tidak berani mengirim LINE padanya saat libur musim dingin kemarin. Dia juga sama sekali tidak menghubungiku. Berterimakasih saja tidak?

Berterimakasih untuk apa? Ya jelas karena aku sudah menjaganya saat dia koma!

Bagaimana dengan Chanyeol?

Hmm.. namja itu sudah agak pudar diingatanku. Sekarang, aku mau mengurangi sifat cengengku itu dan menjadi yeoja dewasa. Bisa tidak ya? Huh.

Oh iya,karena aku terbiasa masak sendiri saat di apartemen, sekarangpun aku terbawa suasana dan akhirnya aku mandiri. Masak sendiri. Eommaku pun selalu memujiku.

Pokoknya lupakan saja Chanyeol. Aku sudah terlanjur sakit hati. Tapi aku mendukung hubungan Chanyeol dengan Seohyun kok! Mereka kan cocok! Hehehe. Aku berharap yang terbaik saja buat mereka berdua. Karena mendendam sangat tidak baik.

Jangan lupa follow ask.fm ku ya disini kamu bisa tanya-tanya sepuasnya tentang aku! http://ask.fm/parkleera

“Leera ayo cepat turun! Eomma sudah siap nih!”

“Ne eomma, chankaman!”

/Dug Dug Dug/

Suara kaki menuruni tangga bergema di seisi rumah. Appa ku kerja keluar kota mulai bulan ini. Sehingga hanya eomma yang bisa mengantarku ke sekolah.

“Kau ganti warna rambut?” Tanya eomma.

“Iya.. aku mau warna coklat saja” Jawabku.

Memang aku kurang suka warna emas saat ini. Aku mau yang natural saja. Mungkin cokelat lebih baik?

Author POV

“Yang jelas…” Eomma mencubit pipi yeoja yang katanya cute itu. Lalu menatap mata cokelatnya dengan dalam. “kau lebih cantik begini” lalu eomma tersenyum.

“Tumben eomma tidak cerewet, malah memujiku” Leera ikut tersenyum geli.

Kedua yeoja gaul itu masuk ke dalam mobilnya yang tentu saja sedan mewah. Semenjak pulang dari Hawaii kedua orang tuanya membeli mobil baru dan Leera diberi oleh-oleh yang banyak sekali. Mulai dari baju-baju branded Amerika, makanan khas Hawaii, cenderamata, dan lain lain.

Leera merasakan beberapa perubahan dalam hidupnya. Kecerewetan ibunya sekarang mulai berkurang. Entahlah, mungkin karena Leera mulai rajin membereskan rumah, memasak sendiri, dan belajar mandiri. Sekarang Leera juga mulai menampakkan kesan baik lainnya, seperti tidak terlalu boros, ataupun pemarah.

Yeoja itu memandangi seragam pertamanya di semester dua. Seragam yang di setrikanya sendiri. Tidak percaya? Oh aku yang menulisnya sendiri bahkan tidak percaya dia melakukannya. Kedua, yeoja itu memegangi rambutnya, menyisirnya dari pangkal hingga ujung. Terasa lembut dan wangi. Warna coklat memang sangat menenangkan dan menyegarkan dipandang mata. Manik mata Leera menyusuri jalan. Pepohonan hijau, jalan panjang yang dipadati mobil, gedung-gedung pencakar langit, rute ini berbeda dengan rute yang dilaluinya beberapa bulan yang lalu saat masih tinggal bersama Kai. Kini ia sudah kembali tinggal bersama ibunya, dan tentu saja rute menuju ke sekolah turut berbeda. Leera merasa rindu akan momen-momen yang telah berlalu. Yeoja itu menggigit bibir pink soft miliknya sambil menatap debu di jalanan. Ia menyesal, kenapa perasaan ini baru datang sekarang.

#

Bundaran Sekolah, SAS

Rasanya aneh kembali sekolah dengan kehadiran namja itu.

Aku sangat penasaran dengan keadaannya. Apa dia menjadi sedikit rapuh sekarang? Menjadi lebih hangat? Menjadi lebih ramah? Tidak byuntae lagi? ( Menjadi lebih putih? ._.)

Semoga saja dia dapat hidayah untuk taubat ya, huh.

Walaupun aku marah-marah begini, tapi sebenarnya jantungku berdebar-debar lho. Mengerikan.

/Tap/

Sebuah langkah terdengar kian mendekat. Awalnya aku tidak begitu peduli. Namun, aku kenal aroma ini. Perasaankupun menjadi semakin kuat akan siapa dia.

Mau mati rasanya saat aku rasakan ia menyelipkan tangannya di antara jari-jariku.

Ini baru pagi dan Kai sudah seperti ini kepadaku hwaaa. Mati saja!

Annyeong” sapanya.

Tapi dengan suara yang berbeda.

Hah? Jadi suara Kai berubah sejak ia menjalani rawat inap di rumahnya? Memangnya dia minum apa sehingga suaranya jadi *ehem* kedengaran… emm…

Lebih macho.

Sayangnya, aku tidak berani untuk balik menatapnya. Aku tahu bahwa ia menatapku.

“Leera-chan!”

Sial. Ini-bukan-Kai…

Aku langsung menolehkan kepalaku pada orang ini.

“Ah.. Taemin-kun…”

Tanggapku berusaha sopan. Lagipula, dia kan lebih tua daripada aku. Tapi, dia kan seharusnya pindah ke Jepang, mengapa ia bisa sampai ke Korea Selatan? Eh sabar, kenapa ia mengenakan seragam sekolah SAS?!

Taemin, namja yang tinggi tapi tidak setinggi Kai. Warna kulitnya sangat berbanding terbalik, yaitu putih susu. Putih sekali. Bibirnya begitu merah merekah. Wajahnya juga sangat cantik. Jika pertama kali melihatnya, kalian pasti akan tahu kalau dia adalah orang yang ramah. Namja ini terlampau kurus. Aku bisa melihat dari seragam sekolah yang membalut tubuhnya. Ia sudah tidak berambut jamur lagi. Kini rambutnya sudah jauh lebih keren dengan polesan warna hitam. Ia terlihat sangat sensasional dan mencolok.

Menyadari tatapan penuh kecurigaan milikku. Taemin langsung menyahut dengan senyum lebarnya. Ia menggaruk kepalanya sambil menjelaskan semuanya padaku. Pluss.. tangannya juga belum dilepaskan dariku.

“Kau pasti kaget kan Leera-chan? Aku kembali pindah ke Korea. Karena aku kangen sekali dengan Leera-chan.”

Taemin tertawa sambil mengacak-acak rambutku. Eh, sebenarnya aku sebal diperlakukan seperti itu. Tapi mau bagaimanapun juga, aku harus menjadi gadis yang sopan dan jadi idaman namja!

Kangen padaku? Pasti hanya alibi. Aku yakin ayahnya pindah kerja lagi kesini, makanya ia ikut pindah juga.

Oh kalian belum tahu ya? Maaf aku tidak pernah menyinggung-nyinggung soal dia sebelumnya. Dia adalah anak dari pemilik perusahaan tempat Appaku bekerja. Ya istilahnya bisa disebut sebagai pejabat dan juga bos diatas bos. Ia dan aku pernah berteman saat aku masih kelas 6 SD, tentunya saat ia belum pindah ke Jepang. Lalu saat aku beranjak SMP, ia pamit ke Jepang dan sekolah 4 tahun disana hingga SMA kelas 1. Ya walaupun hanya setahun berteman, tapi dia sangat lengket padaku. Aku baru ingat kalau ia sangat suka skinship. Iya, dulu aku masih terima karena dulu aku masih polos dan bertubuh mungil. Lah sekarang? Setelah yang kualami barusan, sepertinya kebiasaan skinshipnya masih abadi di tubuhnya. Apa dia tidak sadar kalau aku sudah beranjak dewasa-_-

Oke kembali pada saat ini.

Aku terus berjalan konstan, tidak berusaha melepas genggaman tangannya. Walaupun aku sedikit risih. Sedangkan, Taemin tetap cuek dengan senyum sumringah berjalan disampingku.

Setelah kami berjalan melewati bundaran, aku melihat namja itu alias Kai. Aigo, ia sedang berjalan santai dengan satu tangan dimasukkan ke kantungnya dan satu tangannya lagi memegang apel. Lalu apel itu digigitnya. Berjalan cuek seakan-akan tidak ada siapa-siapa di dunia ini yang mengamatinya.

Aku tahu dia tidak akan pernah sadar kalau aku berjalan di depannya. Takkan pernah sadar. Takkan pernah mau melirikku. Apalagi menyapaku eoh?

Tapi semua itu malah terjadi.

Dunia sedang terbalik!

“Pacarmu?” Manik mata Kai beranjak ke arah senyum sumringah tanpa dosa milik Taemin.

Aku tersentak kaget. Kupikir ia sama sekali tidak peduli dengan kehidupanku. Mau Taemin pacarku, suamikku, nenekku kek. Kupikir dia selamanya tidak akan peduli. Ternyata aku salah!

Taemin semakin erat menggenggam tanganku. Pura-pura tidak melihat namja di depannya.

Itu berarti aku dituntut menjawab pertanyaan ini.

“Emm… dia…”

Bodohnya, aku malah tidak bisa menjawab karena aku tidak kuat! Aigo!

Belum sempat kujelaskan siapa Taemin sebenarnya. Tetapi Kai langsung mengangkat bahu sambil mengunyah apelnya. Perlu kujelaskan, ekspresinya sangat datar. Sulit ditebak apa yang ada di hatinya sekarang. Tidak mungkin kan ia cemburu padaku? Ya ampun Leera!!

Kai berjalan semakin jauh. Ia berbelok.

Aigo Leera-chan, aku lupa bilang bahwa kau tambah manis sekarang,” goda Taemin setelah Kai berlalu. Sejujurnya pujian itu membuatku sedikit terbang.

Senyum sumringah khas miliknya langsung mengembang lagi. Ia tertawa lalu kami naik tangga bersama setelah berbelok. Aku heran kenapa ia tidak juga melepaskan tanganku. Aduh!

“Eh eh, anu… mian Taemin-kun tapi aku harus kesana…”

“Kelasku disana hehe”

Taemin menjawab dengan bingung, tetap tidak mau melepaskan tanganku, “Tapi aku tidak tahu dimana letak kelasku. Bagaimana dong?”

Bilang saja kalau mau aku tunjukkan kelasmu dimana-_-

“Memangnya kelas Taemin-kun apa? 2 apa?”

“2-1”

Agak kaget juga mendengar jawabannya. Ternyata dia siswa yang sangat pintar. Kelas 2-1 adalah kelas unggul tentunya.

Oke, aku pun mulai melangkahkan kakiku ke kelasnya itu. Naik tangga lagi, hingga sampai ke kelas 2-1. Ia pun masuk ke sana lalu melambaikan tangan padaku.

“Sampai nanti, manis!”

Pipiku langsung merah.

Dan dia masuk kelas dengan senyum sumringah tanpa dosa miliknya.

#

Author POV

Suasana kelas ramai seperti biasanya. Baekhyun seperti biasa, duduk di atas meja sembari mengoleskan eye liner miliknya, ‘SUMMER EDITION 2014 NEW’ !

“Kau harus coba ini! Warnanya tahan lama dan tidak cepat pudar!”

Chanyeol menggoda Baekhyun yang sedang mengenakan eye liner.

“Eh eh tumpah. Eh jatuh. EH”

Tangan besar Chanyeol menggerak-gerakkan jari lentik bak bidadari milik Baekhyun.

“YA Chanyeol-ah! Eye liner ini hadiah dari nenekku tahu! Jangan merusaknya!”

Namja cute itu merengut, lalu berbalik badan. Sambil berfikir ‘memangnya Baekhyun punya nenek?’ Sialnya saat berbalik badan, tangannya tak sengaja menyenggol Kai yang berada di sebelahnya. Sehingga eye linernya jatuh ke bawah dan isinya mengotori seragam milik Kai.

Ekspresi namja bernama lengkap Kim Jong In itu tidak kaget, tidak marah, dan tidak apa-apa. Justru ia dengan tangkas menangkap botol mungil eye liner itu. Tanpa ekspresi apapun. Wajahnya tetap datar. Sebaliknya, wajah Baekhyun terlebih histeris, setengah ingin pingsan.

Botol itu kini ada di genggaman Kai. Lalu memandang lurus ke arah Baekhyun.

“Nih, lain kali hati-hati,” ujarnya sambil menyerahkan botol mungil eye liner itu pada Baekhyun. Baekhyun tentu saja bersyukur. Ia langsung menampilkan ekspresi terharu. Terharu akan jasa pahlawan di depannya ini.

“Go.. go… gomawo, chagiya Kai-ya! Huhuhu.” Baekhyun sangat terharu. Sedangkan Chanyeol yang melihat itu hanya memutar matanya dan menggeleng-gelengkan kepala.

Suho yang baru datang ke arah mereka spontan kaget. D.O juga, matanya langsung melotot ke arah lantai yang ternyata terkena cairan eye liner yang tumpah. Setelah bola mata mereka mengarah ke bawah. Mata mereka langsung mengarah ke atas, ke atas, dan ke atas. Hingga pandangan mereka berpaku pada seragam Kai yang tersiram cairan yang sama.

Sehun yang sedari tadi diam langsung merasa tidak enak. Ia tahu apa yang akan terjadi.

“Sehunnie. Ambil lap!” Suho menepuk pundak Sehun. D.O ikut mendekati Sehun sambil mengacak rambutnya. “Di gudang banyak kok” Ujarnya.

Sehun hanya memandang mereka pasrah. “Ne, hyunghyung semua”

Sehun pun beranjak. Kai mengikutinya untuk memberisihkan bajunya.

Sehun sudah keluar dahulu dari kelas dan sudah jauh dari pintu. Sedangkan Kai masih di ambang pintu. Tetapi…

Seorang yeoja dari arah berlawanan ingin memasuki kelas itu. Roknya memang tidak pendek seperti dulu. Ia sudah memanjangkannya. Rambutnya juga sudah berganti warna menjadi agak natural. Kai terhenti sejenak melihatnya. Merasa ada atmosfer baru disini.

Tak bisa dipungkiri, mata Kai memang terus memandang rok milik yeoja itu.

Mereka ingin saling lewat.

“Permisi…”

Ujar Leera sambil menunduk. Dia pun ke arah kanan karena Kai di arah kiri. Tapi Kai malah dalam waktu bersamaan ke kanan juga. Saat Leera ke kiri. Kai ke kiri juga.

Begitu terus berulang-ulang dan tak pernah selesai.

Leera tidak menunduk lagi. Ia langsung memberianikan diri mengangkat wajahnya.

“Eh? Permisi, aku mau lewat…”

ujarnya, suara Leera mengecil karena merasa malu.

Tapi Kai masih saja tanpa sengaja menghalang-halangi jalan Leera. Sehingga emosi alami yang terkubur di dalam diri Leera pun lama lama bangkit jua.

“YA! Kenapa kau ini menghalang-halangi jalanku terus eoh?!” Ujar yeoja yang katanya cute itu.

Kai menatapnya agak sedikit kaget. Ekspresinya yang seharusnya datar seperti air tenang. Kini menjadi kacau karena yeoja ini.

“Hey, aku tidak menghalangi jalanmu. Lewat saja. Aku tidak keberatan”

“Ya bagaimana aku bisa lewat kalau kau ke kanan dan kekiri sesuai langkah kakiku eoh? Kau yang jelas jelas menghalangiku!”

“Ani. Aku tidak menghalangimu yeoja bawel”

Semua murid spontan menolehkan kepalanya untuk memerhatikan keributan disana. Geng EXO kembali ricuh. Baekhyun apalagi. Wajahnya yang hancur karena terharu kini bersemi.

“WHAAA MEREKA KEMBALI LAGI TEMAN-TEMAN!” Serunya berteriak.

D.O menahan-nahan tertawa. Sedangkan Suho “Baekhyun-Ah jaga mulutmu. Semua murid jadi melihati kita nih”

Sebaliknya dengan Chanyeol. Ia terbisu melihat Leera kembali. Tak tahu harus apa. Ia masih merasa bersalah pada Leera. Tapi apa boleh buat sih. Ia tak mau menggali luka lama. Ia hanya berdoa agar luka Leera segera terobati. Terobati dengan Kai.

Tapi… daripada begini. Lebih baik aku bertingkah normal agar semuanya bisa seperti dulu lirih Chanyeol.

Mulut Chanyeol langsung terbuka lebar, bersiap untuk menjerit.

“BENAR SEKALI HYUNNIE. BARU PAGI PAGI SUDAH ADA ADEGAN MENEGANGKAN!”

Chanyeol menepuk pundak Baekhyun keras-keras.

“Sakit, paboya-_-“

Kembali ke arah Leera dan Kai. Leera jadi tidak nyaman menjadi pusat perhatian teman-temannya. Ia pun langsung berbalik badan ke luar kelas lagi karena malu. Sedangkan Kai tetap berekspresi datar dan keluar kelas juga.

Seisi kelaspun masih menggoda mereka sambil lalu.

Sementara itu diluar kelas. Leera kesal bercampur malu. Baru saja hari pertama sekolah di semester 2. Rasanya sama saja seperti di semester 1 dulu. Saat Kai melihat roknya yang sangat pendek itu.

Aishh jinja! Tutur Leera dalam hati.

Ia pun merengut kesal sambil mengepalkan tangannya. Wajah cutenya (maksudnya, yang katanya cute) itu mulai hancur karena emosi. Ia menyusuri balkon di depan kelasnya. Tetapi saat ia menoleh ke belakang.

Kai seakan mengikutinya.

“Ma, ma, mau apa kau hah? Su, sudah puas mempermalukanku?” Tanya Leera sinis tetapi malu-malu. Tergagap-gagap pula. Sehingga ia terkadang buang muka dari tatapan Kai yang memerangkapnya.

Kai mengangkat sebelah alisnya. Ia membuang muka juga ke belakang untuk menyembunyikan senyumnya.

“Aku tidak mau apa-apa. Sudah puas? Puas sekali. Terimakasih” Ujar Kai sambil lalu. Tetap mengendalikan ekspresinya agar tidak ketahuan tersenyum dan tetap datar.

Leera kesal mendengar jawaban Kai yang begitu cuek. Tanpa ekspresi sama sekali. Kai memang tidak peduli pada perasaannya. Sama sekali. Itu fikir Leera. Rasanya sesak jika seperti ini. Tadinya sih senang. Senang saat Kai berhadapan dengannya di ambang pintu. Senang melihat Kai lagi. Senang melihat Kai baik-baik saja tanpa ada perubahan fisik yang berarti.

Tapi rasanya diberi ekspresi cuek itu. Tidak enak.

Dan tadi, saat ia bersama Taemin. Senang rasanya Kai peduli dan bertanya. Tetapi tak ada sedikitpun ekspresi cemburu di wajahnya.

Kai hebat.

Leera mendengus memandang bahu bidang Kai yang semakin menjauh kesana. Memandangnya lama-lama, berfikir. Seakan-akan bahu Kai adalah karya seni yang patut dipandangi.

Tetapi sialnya, namja itu menoleh ke belakang. Leera! Kau ketahuan memandanginya!

Lebih sial lagi, namja itu tersenyum.

Oh, senyum pertama seorang Kai di pagi hari. Indah. Indah sekali.

Tetapi Leera tidak bisa menikmati senyum itu lama-lama. Ia dengan benci langsung menoleh ke arah lain. “cuih!” katanya.

Yeoja itu pun berlari menuju kelasnya.

Sambil berbunga-bunga di dalam hatinya.

#

Kelas 2-1

Jam istirahat, Taemin bingung ingin melakukan apa. Setelah berkenalan dengan teman satu kelas. Kelihatannnya mereka semua menyukainya sebagai murid pindahan yang baik.

Annyeong Taemin-sshi!” Para yeoja mengelilingi mejanya.

Tentu saja Taemin hanya duduk tenang di mejanya.

“Oh Annyeong” Sapanya juga dengan santai namun ramah.

“Taemin kenapa bisa pindah ke Korea? Bukannya di Jepang lebih kawai yaa?” Tanya salah seorang yeoja yang berambut hitam lurus.

“Terus, terus… katanya di Jepang banyak namja tampan !?” Tanya yang di sebelahnya.

“Eh eh Taemin kau ini mirip artis deh!”

“Taemin wajahnya kawai! Seperti anak perempuan!”

“Kau jago dance?! Wahh! Aigoo! Hebatnyaa!”

“Taemin ini…”

“Taemin ituu…”

Mendadak, ia disini menjadi artis. Dan entah mengapa, ia senang itu. Karena Taemin begitu ramah, ia pun membalas semua pertanyaan itu dengan senang dan sebaik mungkin.

Taemin juga sangat pandai menari.

Semua murid namja memandanginya dari jauh. Merasa iri pada Taemin karena para yeoja mengerubunginya seakan artis saja. Padahal Cuma murid pindahan dari Jepang.

“Biarkan artis baru itu” ujar ketua kelas.

Semua pandangan berpusat pada Taemin. Ia bangkit dari mejanya dan ingin beranjak untuk ke depan kelas. Buat apalagi kalau bukan memamerkan dance-nya yang keren?

Semua yeoja memberiinya jalan menuju ke depan kelas. Berpasang-pasang juga mata antusias memandangi Taemin.

“1 .. 2 .. 3 … go!”

Musik hip hop diputar oleh Taemin dari ipod nya. Ia pun mulai melakukan dance nya sesuai irama. Bergerak dengan keren. Rambut hitam konvesionalnya bergetar-getar karena gerakan lincahnya.

/Hap! Hap!/

Dance yang benar-benar keren! Semua yeoja di kelas itu bersorak histeris.

Semua murid yeoja yang lewat pun bertanya-tanya tentang apa yang terjadi. Sehingga mereka menuju ke arah keributan. Dan menemukan lelaki tampan yang sedang melakukan dance dengan keren. Seseorang menaikan volume musiknya membuat suasana semakin terasa. Kelas 2-1penuh oleh murid-murid yeoja yang menjerit histeris melihat Taemin.

/Hap! Hap!/

Musik berakhir. Taemin dengan indah membungkukkan tubuhnya. Dan dance itu berakhir dengan tepuk tangan yang meriah.

“TAEMIN KEREN! KYAAA!”

JEONGMAL, JEBAL-IN AKU!”

Taemin pun berdiri tegak lagi dan tersenyum lebar. “Gamsahamnida

“KYAAA”

Semua yeoja semakin histeris melihat senyum Taemin.

“Keren sekali” Bisik salah seorang yeoja pada temannya.

Taemin kembali berterimakasih dan membungkuk-bungkuk. Ia pun segera keluar kelas. Dan gerombolan pun bubar seiring kepergian Taemin.

Ia ingin bertemu dengan Leera. Tapi sayangnya, ia tidak tahu dimana kelasnya.

Taemin melangkah menyusuri koridor. Mencari sendiri dimana letak kelasnya. Sebuah keberuntungan hinggap pada dirinya. Ia melihat namja yang tadi pagi menyapa Leera.

“Kau!”

Kai berhenti dari langkahnya sejenak. lalu berbalik badan. Ia menatap namja yang memanggilnya, namja yang lebih pendek darinya, cantik, kulit seputih susu, dan suka tebar pesona. Menjijikan, pikir Kai. ia jadi ingat kejadian tadi pagi. Saat Leera bergandengan tangan dengan orang ini.

Kai tidak menjawab teriakannya yang bertajuk ‘Kau!’ itu. Ia hanya menatap mata Taemin. Menagih apa yang ingin dikatakan kakak tingkatnya itu.

“Kau tahu dimana kelas Park Leera?” Tanya Taemin dengan ramah. Ia menampakkan senyum ramahnya pada semua orang.

Seperti biasa, tebar pesona dan sok ramah

Kai tidak menjawab apapun. Ia hanya menggerakan manik matanya ke suatu arah. Tepatnya ke arah sebelah kirinya. Dalam artian, ia menjawab dengan isyarat. Maksudnya, kelas 1-1 ada di sebelah kiri.

Taemin mengangkat sebelah alis tak mengerti. Apa sebeginikah tindakan adik kelas di Korea Selatan? Sangat tidak sopan. Di Jepang, kakak kelas diperlakukan dengan hormat. Mereka membungkuk, memberi salam, mengutarakan senyum walau dipaksa.

“Tidak bisakah kau sopan sedikit?”

Sindir Taemin masih dengan senyum ramah yang menuntut. Ya, menuntut Kai untuk tersenyum juga. Bodoh sekali. Bodohnya Taemin menuntut Kai untuk tersenyum. Kepada orang terdekatnya saja, Kai masih jarang tersenyum. Apalagi kepada orang sepertinya?

Kai mengangkat pundaknya acuh. Lalu membalikkan badannya. Berjalan kearah lain.

Taemin sudah tidak memperhatikan Kai lagi. Ia langsung menuju kelas Leera. Berjalan dengan tegap. Senyum lebar, pandangan lurus ke depan, dan memasang wajahnya yang sangat cantik itu.

“Leera-chan!”

Leera yang sedang mengobrol dengan temannya langsung beranjak kaget. Ia menolehkan kepalanya ke arah suara. Sebenarnya, ia sudah tahu siapa itu. Pasti Taemin. Leera tidak tahan membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Apa yang akan Taemin lakukan terhadapnya di depan teman-temannya?

Semua murid memandang ke arah pintu kelas. Termasuk geng EXO.

Chanyeol berbisik dalam hati, siapa lagi orang ini?

Suho berbisik was-was kepada D.O dan Baekhyun. Sedangkan Sehun hanya bengong sendiri.

Seohyun hanya menatap dengan tatapan biasa. Tetapi yeoja ini merasakan aura yang aneh terpancar dari diri Leera.

Leera berdiri dari kursinya. Berjalan lunglai ke arah pintu. Tidak nyaman dengan pandangan teman-temannya.

“Taemin-kun. Hai?”

Taemin memperlihatkan tertawa tidak berdosanya lagi. Ia langsung memeluk Leera seperti biasanya. Untungnya pelukan itu hanya berlangsung sebentar. Tetapi.. ups!

Taemin mencium dahinya juga. “Annyeong” ucap Taemin dengan sorot mata lurus ke arah yeoja yang berada di dekat tubuhnya. Leera melotot kaget. Karena ini sudah menjadi makin gila.

Leera tidak bisa berkata apa-apa. Speechless. Itulah yang dirasakannya sekarang. Apalagi melihat sorot mata Taemin yang seperti itu. Sorot mata yang sangat… hangat.

Tentu saja teman-teman Leera yang melihat itu sangat kaget. Spontanitas menganggap bahwa Taemin adalah namjachingu Leera. Geng EXO apalagi. Mereka sangat shock. Terutama Chanyeol. Chanyeol berfikir, jika Kai melihat ini. Entah jadi apa lelaki yang mencium Leera barusan. Mencium… mencium di depan umum. Di depan kelas!

Leera benar-benar terpaku di dekapan Taemin. Sehingga Taemin terlebih dahulu membuka percakapan. “Ayo kita keluar…” ucapnya dengan senyum yang membuat matanya menghilang.

Taemin melepaskan dekapannya. Lalu melingkarkan tangannya yang besar di antara leher Leera dan merapatkan tubuh Leera pada dirinya.

Taemin menggaet yeoja itu tanpa perasaan bersalah sedikit pun. Ya lagipula. Taemin tidak tahu apa-apa sih. Pipi Leera tentu saja memerah, mendapat perlakuan seperti itu dari namja? Yeoja mana yang tidak akan meleleh?

Leera hanya mengikut saja kemanapun Taemin membawanya. Ke taman? Ke perpustakaan sekalipun? Terserah Taemin. Leera hanya ingin bersikap baik.

“Mau kutraktir makanan kesukaanmu? Apa yang kau sukai?” Tanya Taemin sembari berjalan menggaet Leera.

“Eh… aku…” Leera tidak tahu harus menjawab apa.

Taemin tidak mendengar apa yang Leera katakan. Sehingga Taemin menundukkan kepalanya beberapa centi tepat di depan wajah Leera.

Aigo! Jangan bernafas di wajahku Taemin-kun!

/Deg/

Jarak ini sungguh sangat dekat. Wajah Taemin terlalu manis!

“Apa yang kau inginkan?” Tanya Taemin lagi dengan matanya yang menyusuri lekuk wajah Leera dari dekat.

Leera tambah tak kuasa menjawab.

Jantung ini berdetak terlalu cepat! Aigooo! Ya Tuhan! Mengapa namja tampan ini melakukan hal seperti ini…?

Penampakan mereka berdua dari jauh. Sudah seperti orang yang ingin berciuman.

/TAK!/

Tangan Taemin yang melingkari leher Leera telah terlepas. Bukan terlepas. Atau lebih tepatnya dilepas oleh seseorang! Seseorang itu mengajak Leera berlari dari Taemin. Tangan Leera digenggam oleh namja baru ini.

Leera yang detak jantungnya semula tidak stabil. Sejenak langsung berubah tambah tidak stabil setelah menyadari yang membawanya lari adalah Kai. Kini tangan mungil Leera berada di genggaman tangan besar Kai. Apasih rasanya dibawa lari oleh orang yang kita sukai?

Taman. Kai mengajaknya ke taman. Bukan mengajak sebenarnya. Tetapi lebih tepatnya, memaksa.

Taman kosong yang terletak di belakang sekolah. Rumput hijaunya terpangkas rapih dan rata. Namun tak ada bunga sama sekali yang menghiasi rumput itu. Beberapa pohon mungil yang baru saja ditanam, tumbuh di jalur yang telah ditata. Suasana taman begitu hening dan sepi. Warna hijau sejauh mata memandang. Kecuali dua remaja yang sedang berada disana sekarang. Hanya mereka. Berdua. Dipayungi oleh langit biru yang luas membentang cakrawala.

Leera di dorong ke pojok taman. Di antara dua dinding. Ia terkurung disana oleh kedua tangan Kai yang menghalangi tubuhnya.

Leera semakin merapat ke dinding. Takut akan gerakan Kai yang tiba-tiba. Kini Kai memandangnya lurus kepadanya. Tidak ada lagi pandangan kemanapun. Kini tubuh Leera sudah dikunci oleh tangan Kai yang bertumpu pada dinding.

Setelah menghadapi namja tadi. Sekarang, aku berhadapan dengan namja yang kusukai? Ya ampun. Semoga aku tidak terkena serangan jantung! Eomma! Tolong aku!

Mata Leera membulat sempurna melihat air muka Kai yang kelihatan tidak ramah. Apasih yang membuat Kai hingga seperti ini? Apa salah Leera hingga ia melakukan ini?

Kedua tangan Kai mencengkram pundak Leera. Sedikit keras. Membuat yeoja itu semakin takut. Nafas Kai yang tersedak-sedak juga Leera yang serupa, membuat mereka saling bertukar nafas sekarang.

Keadaan begitu hening. Yang ada hanya suara nafas mereka.

Kai yang semula diam bagai batu. Mulai membuka mulutnya. Wajahnya begitu serius dan sedikit terlihat kesal.

“Kau, kenapa? Apa yang kau lakukan dengan namja itu?!”

Ujar Kai sedikit menjerit. Entah ada gerangan apa. Leera juga bingung dibuatnya. Ia tak pernah mendengar Kai sebegini marahnya padanya.

“Siapa dia itu?” lanjut Kai lagi dengan nada tidak ramah.

Cengkraman Kai makin kuat. Rasanya, Leera tidak bisa bernafas. Melihat namja yang disukainya membentaknya. Malah membuatnya ingin menangis.

Ini tidak menyenangkan

Keringat Kai mulai mengalir di dahinya. Alisnya ditekuknya.

“Kenapa kau tega melakukan ini?” tanyanya lagi. Kali ini dengan nada yang lebih pelan.

Manik mata Kai tetap fokus masuk ke dalam tatapan Leera. Yeoja itu tidak tahan dan mengalihkan manik matanya ke arah lain. Lalu memejamkan matanya karena takut.

“Ada apa sebenarnya hah? Park Leera apa yang kau lakukan?!” Kai kembali membentak.

Leera semakin memejamkan matanya dengan tekanan. Pundaknya yang sakit tidak dihiraukannya. Melainkan hatinya yang teriris mendengar Kai membentaknya.

Ini bukan yang kuharapkan, Kim Jong In… ini hari pertamaku sekolah.

Leera tak kuasa menahan air matanya. Ia menangis dalam matanya yang terpejam. Bahkan wajahnya saja dialihkan dari tatapan Kai.

Kai sangat tertegun melihat yeoja di depannya menangis. Perlahan ia sadar. Lambat laun, cengkraman itu ia lepaskan. Tangannya langsung meraih wajah Leera yang mulai basah.

“Leera-ya..”

ucapnya sangat pelan dengan suara beratnya.

“Leera… mianhaeyo..” lirihnya. Sangat merasa bersalah.

Tangan Kai mengusap pipinya. Jari-jarinya meraih pinggir mata yeoja itu.

Leera yang tadinya hanya menangis dalam diam. Lama-lama berubah menjadi sebuah sesenggukan.

“Aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf.”

Ujar Kai. wajahnya sangat takut melihat Leera menangis. Ia tidak percaya telah membuat yeoja ini menangis. Ia sungguh-sungguh merasa bersalah.

/PLUK/

Kai menyandarkan Leera di dadanya. Membiarkan yeoja itu menangis disana. Kai memeluknya sangat dalam. Namun, sedih sekali. Leera tidak membalas pelukan itu. Ia begitu rapuh.

Kai meraih puncak kepala Leera. Menumpukan dahinya diatas sana.

“Mengapa aku begitu bodoh. Memarahimu, membentakmu, padahal kau tidak tahu apa-apa?”

“Leera-ya. Maafkan aku. Siapapun dia. Sesungguhnya aku tidak berhak ikut campur. Karena aku bukan siapa-siapa dirimu. Maafkan aku karena telah mengacaukan hari pertamamu sekolah.”

“Aku.. aku minta maaf karena telah membentakmu dan memperlakukanmu seperti ni. Tolong maafkan aku ne… jeongmal mianhae…”

Semua itu, tulus dari hati seorang Kim Jong In.

Hening sesaat.

Kai memejamkan matanya di antara selipan rambut-rambut di puncak kepala Leera. Ia tidak tahu apa isi hati Leera sekarang. Entah sakit entah luka. Yang jelas, ia menyadari bahwa ia bodoh sekali. Untuk apa ia membentak Leera? Toh, ia bukan siapa-siapanya? Ia tidak berhak ikut campur.

Air mata Leera terus mengalir. Memang, sangat hangat berada di pelukan Kai saat ini. Namun sakit hatinya masih sedikit tersisa.

“Leera-ya, jangan menangis”

Namun Leera malah semakin menangis.

Kai semakin frustasi dan ia pun memikirkan cara lain agar yeoja itu berhenti menangis.

Ia melonggarkan pelukkannya terhadap Leera lalu menatapnya dalam-dalam.

“Tatap aku”

Kai terus menatap Leera yang masih menundukkan kepalanya karena menangis.

“Tatap aku, Leera-ya. Aku ingin bicara serius”

Leera menghapus air matanya sembari menunduk. Hidungnya memerah, matanya berair, dan begitu sembab. Wajah cute nya sudah tidak berarti lagi saat ia menangis. Ia masih sedikit sesenggukan saat menatap wajah Kai saat ini.

Leera, kau harus kuat. Aku harus kuat menatap wajah Kai… dia serius.

Leera mencoba bertahan untuk tidak menangis. Segelintir air mata yang tersisa masih mengalir. Namun Kai secepatnya menghampusnya.

Semilir angin yang mengarungi taman berhembus ke arah mereka. Sejenak rambut mereka tertiup angin pagi.

Air mata itu jatuh lagi. Namun Kai segera menghapusnya dengan jarinya.

“Aku tidak mau lihat air matamu tumpah lagi. Jika aku melihatnya sedikit saja. Aku akan langsung menghapusnya dari matamu.”

Kai mencoba tersenyum sembari menatap Leera. Walau malu dan kaku rasanya.

Kini mata mereka tak akan bisa beranjak kemanapun. Seakan-akan dunia ini milik mereka berdua.

“Tersenyumlah” ajak Kai. kini senyum namja itu mulai mengembang. Senyum tertulus untuk yeoja di depannya.

Sebenarnya susah sekali untuk tersenyum. Namun, Leera mencobanya. Dan ia berhasil! Ia tersenyum.

Mereka berdua saling tersenyum.

“Aku….”

Tutur Kai disela-sela senyumnya. Tiba-tiba ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Sebenarnya ingin bilang sesuatu sih padamu… em..” Suaranya sejenak mengecil.

Pipi Kai langsung memerah. Udang rebus sudah matang.

Leera tercengang. Frekuensi detak jantungnya langsung meningkat. Deg deg dan deg… itu yang dirasakannya. Kepalanya langsung menjadi pusing seketika dan wajahnya menjadi panas.

Ia baru sadar bahwa Kai sempat mengalihkan pandangannya. Mungkin karena malu? Leera langsung menunduk. Ia menutup pipinya yang memerah juga.

“Apa?” Tanya Leera sambil mengalihkan pandangannya juga. Rasanya malu sekali jika memandang namja itu.

“Em…” gumam Kai. masih mengalihkan pandangan. Hatinya masih bimbang untuk mengatakannya atau tidak.

Ayolah Kai! katakan atau tidak? Gumam Kai

“Aku.. sebenarnya..”

Deg

Deg

Deg

Deg

Deg

Leera menggigit bibirnya. Menjerit-jerit dalam hatinya.

KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

“sebenarnya kenapa?” desak Leera, namun masih tidak mau menatap wajah Kai.

Mereka berdua sama-sama malu melihat wajah satu sama lain.

Tetapi tiba-tiba Kai merapatkan tubuhnya pada yeoja itu. Tangannya memegang kedua sisi kepala Leera. Ia naikkan dagu yeoja itu agar ia dapat meraihnya.

((sensored))

Namun semua itu terjadi hanya sebentar. Kai langsung melepas bibirnya. Menarik nafas dan menatap Leera dalam-dalam lalu bilang

“Aku cemburu”

Leera merasakan darahnya yang berdesir hangat. Ia masih merasakannya. Ia masih mengingatnya. Ia hampir tidak percaya. Tapi itu nyata.

Rasanya seperti mau pingsan!

Kyaaaaaa mengapa harus menciumku? Padahal kau kan hanya mengakui kalau kau cemburu?

Sedangkan Kai, lega sekali setelah mengutarakan rasa cemburunya. Walau ia sudah terlebih dahulu mencium Leera. Sesungguhnya, ia sudah tidak tahan lagi. Rasanya ingin ia luapkan semua perasaannya, tapi, ia rasa ini bukan waktu yang tepat.

Kai langsung melepaskan tangannya dari Leera dan memasukkan tangan kanannya ke dalam kantung celana. Menghadap ke arah langit sambil bertutur kata,

“Aku serius cemburu. Dan anggap saja yang tadi adalah permintaan maafku”

Jelas Kai seolah-olah bicara pada langit.

Leera benar-benar terpaku. Permintaan maaf??? Kau sangat hebat tuan Kim. Ini adalah permintaan maaf paling indah yang pernah kau lakukan padaku.

Kai menghembuskan nafas lega. Lalu memberanikan dirilah matanya untuk menatap Leera.

“Dimaafkan?” tanyanya penuh harap.

Leera terdiam sejenak. TENTU SAJA DIMAAFKAN! Bisiknya dalam hati.

“Ya… baiklah jika kau maunya dimaafkan” pipi Leera kembali memerah. Lalu ia memegangi pipinya dan merasakan panas yang menjalar.

/TEEETTT/

Suara bel masuk sudah berbunyi. Mereka berdua terdiam mendengar bel itu.

Tiba-tiba Kai mengajukan tangannya. “Ayo pulang”

Leera mengangguk lalu mengikuti Kai dari belakang.

Taman itu pun sepi kembali. Hanya hehijauan yang terlihat. Merekalah yang menjadi saksi mereka berdua. Dan hati mereka tentu tidak akan pernah bisa berbohong.

#

Kelas 1-1

Pelajaran berlangsung seperti biasa. Sasangnim sosiologi kembali mengajar.

“bagaimana kabar kalian setelah liburan? Menyenangkan?”

Ujar wanita berusia 30 tahun itu. Masih cantik dengan rambut bergelombangnya yang berwarna kemerahan. Parasnya memang memukau, tak heran Suho memandanginya terus.

“Baik, bu!” Ujar murid-murid. Tentu saja jawaban paling nyaring berasal dari mulut Suho.

Sedangkan anak-anak yang tidak antusias hanya mengangguk-angguk saja. Ada dua murid yang sebenarnya antusias, tapi pikiran mereka bukannya siap untuk pelajaran, malah melayang kemana-mana.

Sedari tadi, Leera selalu memegangi bibirnya. Entah kenapa. Pikirannya tidak fokus pada guru yang mengajarnya. Rasa panas itu masih menjalar di dalam tubuhnya. Jika kalian bisa melihat kenampakan yeoja ini secara langsung dari matamu. Kalian akan sadar betapa idiot wajahnya yang melamun itu.

Sedangkan Kai. sedang berpangku tangan sembari memandang langit-langit yang kosong. Melamun juga.

Sekilas ia menoleh pada Leera. Lalu spontan Leera menoleh pada Kai. mata mereka bertemu. Lalu mereka saling membuang muka.

Leera merasa aneh sekali. Rasanya seperti habis melakukan hal aneh saja.

Aku tidak percaya first kiss ku adalah dia. Ya ampun

Leera terus menahan diri agar tidak kembali menatap ke arah meja Kai.

Seohyun sepertinya menyadari tatapan-tatapan Leera dan Kai itu.

“Kau merasa tidak? Ada yang aneh dengan mereka berdua semenjak istirahat?” Tanya Seohyun pada Chanyeol yang duduk di sebelahnya.

Chanyeol hanya mengangkat bahu pura pura tidak perduli. Namun sudut matanya mengawasi mereka berdua.

“Sepertinya aku tahu”

#

Sepulang sekolah,

Para murid telah berhamburan keluar kelas. Geng EXO tentu saja keluar kelas beramai-ramai. Mereka saling mengumpul seperti ikan yang diberi makanan. Tertawa-tawa tidak jelas.

“Aku kena marah tukang gudangnya tahu karena mengotori lap nya! Hyung!” Rengek Sehun sambil menarik-narik baju Baekhyun.

“Sehunnie, resikomu mengapa menumpahkan eye liner ku”

“Ya! Yang menumpahkan eye liner kan kau hyung. Bukan aku-_,- “ Jawab Sehun ngotot.

Baekhyun tertawa garing. “eh iyaya? Aku ya? Hehe”

Sehun benar benar gemas dengan perlakuan hyunghyungnya padanya. Satu-satunya hyungnya yang tidak jahat adalah Kai. mungkin karena mereka berdua punya liner yang sama? Alhasil Sehun pun memilih mendekati Kai.

hyungg!” panggil Sehun.

Tetapi…

Kai berjalan menuju Leera yang hampir menuruni tangga. Ia ingin mengajaknya pulang bersama,

“Leera-chan. Ayo kita pulang” sialnya yang bicara itu terlebih dahulu adalah Taemin. Sialnya lagi, Taemin langsung menggaet tangan Leera.

Kai menahan gemas di dalam hatinya. Dipandangnya kesal wajah namja cantik itu. Taemin pun menyadari tatapan Kai dan member senyum untuk Kai yang sedang kesal. Sedangkan Leera hanya menurut saja.

“Baik, Taemin-kun” ujarnya. Bingung karena ada Kai juga di sisinya sekarang.

Kini berderet mereka, Kai, Leera, dan Taemin menghalangi tangga.

“Permisi, aduh, kita-kita mau lewat nih” ujar kumpulan yeoja. Namun yeojayeoja itu kaget seketika melihat Taemin. Lebih kaget lagi melihat Taemin menggaet seorang yeoja.

“eh, Annyeong Taemin-sshi. Maaf kami tidak sopan tadi hehe” ujar salah satu yeoja yang sadar.

“ne, maaf soalnya kami terlalu buru-buru” yeoja yang lain membungkuk.

Lalu salah satu yeoja menoleh ke arah Kai.

“Eh, mianhae Kai-ah juga”

Leera menyadari sesuatu.

Jadi yeoja yeoja itu meminta maaf kepada kai dan taemin sedangkan aku sendiri tidak dimintai maaf?! Apa apaan itu maksudnya huh?!

Leera agak kesal.

“Minta maaf juga pada yeoja ini. Karena dia juga bagian dari kita” Kai bertutur pada yeojayeoja itu. Lalu berlalu dengan dingin.

Leera tertegun, kepalanya langsung menoleh mengikuti bayangan Kai yang menjauh pergi.

Ia sangat baik.

Beberapa detik setelah itu, kumpulan yeoja itu mulai meminta maaf pada Leera. Malah sampai ada yang membungkuk.

Leera benar-benar tidak sadar kalau Kai sebenarnya ingin mengajaknya pulang bersama. Jadi, ia berfikir bahwa Kai sengaja melupakan ciuman itu dan kembali bersikap dingin. Bersikap seperti biasa. Bahkan, Leera tidak sadar kalau Kai kesal saat Taemin bersamanya barusan. Karena wajah Kai terlihat biasa-biasa saja.

“Ayo pulang, Leera-chan” Ujar Taemin sambil tersenyum tidak berdosa. Senyum pepsodent yang benar-benar simetris.

Leera membalas senyumannya. Senyuman kecut.

Sementara Sehun yang sedari tadi memandangi kejadian itu merasa prihatin pada Leera. Ia merasa mengerti semuanya.

Sehun pun memutuskan untuk mengejar Kai.

#

Di parkiran,

hyung!” Sehun menjerit memanggil Kai yang berada di kejauhan.

Sehun pun berlari mendekati Kai. Kai yang sedang membuka pintu mobil barunya pun menoleh ke arah Sehun.

Setelah Sehun sampai di dekatnya. Kai mengangkat alisnya.

Mwo?”

Sehun masih mengendalikan nafasnya akibat berlari tadi.

“itu… kau harus mendengarkan omonganku!” Tuntut Sehun.

Kai menghembuskan nafas berat.

“Ya? Memangnya apa?” Tanya Kai sedikit penasaran. Entah kenapa ia beranggapan bahwa Sehun ingin membicarakan tentang Leera.

Sehun memandang sekeliling parkiran. Takut-takut ada yang menguping pembicaraan laki-laki ini.

“Kau suka kan dengan Park Leera?”

Tidak ada nada menggoda dalam ucapan Sehun. Ia serius.

Kai memutar bola matanya. Tidak menjawab pertanyaan itu.

“Aish jinja hyung. Jebal” mohon Sehun berharap Kai menjawab pertanyaannya.

Kai mengangkat bahunya lalu langsung masuk ke dalam mobil. Menginjak gas.

Hyung!! Kenapa kau pergi begitu cepat?”

Hyung!! Kita lanjutkan pembicaraan tadi di LINE!” jerit Sehun pada mobil Kai yang sudah melaju.

#

Rumah Leera

Bangunan yang sangat megah. Lebih seperti istana. Dekornya yang begitu mewah dan indah membuat rumah ini menjadi rumah paling menakjubkan di perumahannya. Pagarnya saja setinggi menara. Luas rumahnya sebesar bandara. Setidaknya itu majas yang tepat untuk mendeskripsikan rumah keluarga Park.

Pada pagarnya. Sebuah sensor menyinari mata Leera dan plat mobil Ferari putih milik Taemin.

Muncul cahaya hijau dari sebuah layar computer kecil. ‘sensor diterima’

lalu pintu pagarpun terbuka lebar untuk mereka.

Mobil Taemin melaju ke dalam labirin semak hijau berpangkas kotak nan rapi yang berada di halaman rumah Leera. Lalu Taemin memarkirkan mobilnya disana.

Leera pun membuka pintu mobil dan turun.

“Ternyata kau masih ingat jalan rumahku. Oh iya, gamsa ne sudah mengantarku” Leera membungkuk sopan sambil tersenyum.

Taemin tentu saja membalas senyumnya sebaik mungkin.

“Cheonma. Sebenarnya aku ingin berkunjung. Sudah lama aku tidak main ke rumahmu”

Leera sedikit kaget mendengar jawaban Taemin. ‘bermain?’ ‘bermain ke rumah?’

Setidaknya Leera ingat bahwa umurnya adalah 16 tahun. Apa Taemin akan masuk ke dalam kamarnya seperti dulu? Tidak mungkin kan?

“Tentu saja aku tidak akan bermain ke dalam kamarmu, Leera-chan” Taemin tertawa kecil. Lalu melingkari leher Leera.

“Kau ini dasar sangat lugu!” Taemin tertawa lagi.

Leera benar benar tercengang mendengar jawaban Taemin. Entah mengapa bersama Taemin terasa membosankan jua.

Taemin dapat membaca fikiranku? Hebat.

“Ya baiklah, ayo kita masuk” Ajak Leera.

“Oke, aku juga rindu ahjumma Park!” ujar Taemin semangat.

Lalu mereka pun menuju pintu depan. Salah satu pelayan Leera membukakannya pintu.

Leera dan Taemin pun masuk. Di ruang tamu, sudah ada eomma yang duduk disana.

“Wah Taemin, sudah besar ya”

Eomma langsung memeluk Taemin.

“Kau tambah cantik tentunya” Eomma mencubit pipi Taemin.

Taemin tersenyum ramah. Tidak merasa risih pipinya dicubit.

Annyeong ahjumma ” ujar Taemin sembari membungkuk setelah pipinya di lepaskan.

Lalu mereka bertiga saling mengobrol di ruang tamu. Sungguh Leera sangat merasa bosan. Tidak bersemangat. Dan gerah.

45 menit berlalu

“Eh tidak terasa kita sudah lama mengobrol yaaa” ujar eomma Leera sembari tertawa.

Taemin tersenyum ramah (lagi) “Izin pulang ahjumma ” Taemin membungkuk sopan.

Eomma Leera kembali menyahut.

“Oh iya, Taemin. Jangan lupa nanti malam ada acara makan malam bersama kami di café Languishine. Jangan lupa ya! Jam tujuh malam!”

“Ajak ayah dan ibumu!”

Spontan mata Leera membulat sempurna. Jadi? Nanti malam keluarganya dan keluarga Lee akan makan malam bersama? Dalam rangka apa?

Ya ampun. Sudahlah Leera jangan berfikiran yang aneh-aneh! Ini Cuma makan malam biasa kok ujar Leera dalam hati menenangkan diri sendiri.

“Semoga saja hanya urusan bisnis” Tutur Leera pelan.

Hanya tinggal menunggu nanti malam. Entah apa yang akan terjadi.

To Be Continued

Next

‘apa?! Jadi keluarga Kim juga ikut makan malam?!’

‘menurutmu? Kita akan pergi kemana?’

‘dengan menyesal kuakui ini bukan kencan’

‘bekas operasiku kambuh’

$$$$

MAAF ANEH MAAF GAKJELAS!^^

BUTUH KRITIK !🙂

422 comments

  1. ufff sedih sekali aku baru bisa fangirlingan lagi pas liburan u,u /gausah curhat/ niat nya aku maungejar baca omcia nya nih eon;;3 ah baru chap 1 aja udah greget bgt astagaaa;w; hwaiting thor!!;D

  2. yampun kangen banget sama ff disini /peluk author/ baru ngecek blog ini trnyatah pake h omcia s2 udh nongol huwaa gw telat update /abaikan– ciyee kai suka sama leera ciyeeh first kissnya leera uhuk mesrah sekaleh aokaok udah ah gaje bgt komennya -,- maafkan

  3. KYAAAAAAA SI LEERA SAMA KAI HAAAAAAAAAAAA GREGETAN!!!!!! Ini jungkir balik bacanya makin seru aja yg sequelnyaaa, tapi taemin agak lenjeh yaa kkk mian lanjutsss ahhhj

  4. Udh lama nih ga baca ff disini,, aku kira omcia season 2 blom keluar/? …
    Keren bgt thor,, chap 1 aja udh bikin gregetan,,

  5. Kyaaa,alhamdulillah aku bru bisa baca :3
    Kudet nya –”

    Sumpahh,,gk nyangka part ini Kai-Leera kisseu/?
    Huaaa,mantap dahh (y)
    Kai udh suka tuh sama Leera, Leera juga..
    Taemin,seneng aja sih..
    Ntar biar jd org ketiga yg buat Kai cemburu!

    Daebakk thor!!
    I Like It

  6. Tingkah laku kai g woles ah~ Hha
    entah mengapa, aku suka sikapnya yg dingin namun perhatian (jd gemes2 gimanaaa gitu kwkwkw)
    Yg ini sikapnya terlalu hangat thor, bisa didinginin dikit biar keliatan macho -apaaini
    aku suka alurnya, thor😀 keep writing^^

  7. Ya ampuuun eonni-ya, kyaaaaaaaaaa >..< Kai nyium Leera? Ooouuh sosweet :') pengen deh gantiin posisinya leera*eh? :'v tetem ganggu aja ih -_-" oh iya asal eonni tau, aku baca bagian di taman belakang sampai leera sama kai nggak fokus ke pelajaran, greget bgt aku bacanya :'v sampe senyum2 gaje :3 pengen tereak tapi udah malem :'D yaudah deh bantal guling pun jadi sasaran (aku gigit/? bantalnya) *jiwa fangirl* -_- eh kok aku malah curhat sih ya? :'v okedeh, aku mau cuz dulu ke part lanjutannya, sampai ketemu lagi :* (emot andalan :'v)

  8. Gila kai >< kamu tuh misterius banget sih:* , anjir -_- baek mulutnye lemes juga yes :v poor sehun-_- sehun kesian amat :v/haha , cie suho fallin in love nih yes :p , chanyeol nyebelin di sini males ah -_- , ahhh!~ tetem luph luph sayang:*:* kenapa kamu kembali bikin rusuh aja-_-/ditimpuk-_- , asek asek first kiss nih yeh/cuitcuit

  9. annyeong, thor ceritanya keren,.makin sweet aja sih mereka,,, nih ff sukses bikin aku mau teriak kegirangan tapi aku gk mau disangka ‘sakit’ + pengen sok cool kayak kkamjong #plakk😀 oke,, keep writing thor😉

  10. aish sa, maaf baru bisa baca dan komen T^T
    sebenernya udah selese saya baca, tgl part ini duang si e.e
    btw keren sa, lanjut ya :^) *emotnya-_-

  11. ff nya tambah bagus! and langsung mw iZin baca part selanjutnya,,,,,,
    Dan mw ty, klo blh tw satu part itu berapa halaman y?????

  12. Maaf, aku akui ini sangat telat. Sebenernya aku udah baca ff ini sampe s2p4 juga sih. Dan maaf aku udah jadi SIDER. Karna pulsaku yg ehem minim hehe. Tp aku sekarang re-read ff ini dari awal untuk mengisi waktuku sambil menunggu s2p5. Btw, “JEBAL-IN AKU” sumpah ini sukses bikin ngaqaq :v dan pesan lagi ya, tolong, aku tau author udah bikin wattpad. Tp kan author udah aku mention kan? @EvitaDevon? Aku pikir kamu ngerti yg aku bicarain. Jadi, mohon perhatiannya yaa^^ ohya keep writing! Semoga makin banyak penggemar yaa. Aku tunggu s2p5’nya. Tambah seru neeh🙂

  13. Mianhae aku baru baca T.T tambag seru aja lanjutannya😀 kenapa sih kainya dingin banget-_- ngomong lah kalau suka sama leera.. nanti keburu diambil taemin loh leera nya wkwkwk xD
    Lanjut baca p2 ah😀

  14. Kai cemburu sama Taemin >< Eeaaaa… Cepetan nyatain, kek! Malah dingin gitu –' Leera kan juga suka sama Kai. Kalo dingin gitu, Leera malah ngira Kai gak suka sama dia. Terus kalo Leera malah jadinya suka sama Taemin gimana? Malah ngelantur kemanaaa, lagi. Hehe… FF-nya keren^^

  15. KYAAAAAAAAAAA……. baca leera teriak dlm hati, jd ikutan teriak juga..
    ayuyu kai ini ya, gemesin abis…
    dan taemin senyum-senyum mulu deh ahahaha…

  16. Ini ff baru part awal aja udah bikin senyam senyum sendiri gimana kelanjutannya ya hahaha
    keren thor :3
    aku suka pas kai cemburu hahaha

  17. u,u
    kelanjutan ff nya omcia versi 2 bikin dag dig dug ajah malem” gini >

    ijim baca next chapter ya…😉

  18. Aaaaaaaaaaa
    Kai akhirnya ngakuu jugaaa
    Hhahhahaha
    Ngakaaakk gue

    Aduuuhh
    Taemin muncul
    Sptnya khidupan cinta kaira bakalan sedikt susah

Kritik dan Saran ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s