[Ficlet Abal Abal Series] Why So Curious?


ps: ini lagi bete makanya iseng bikin fanfic.
ini lagi bete makanya iseng bikin fanfic. Cerita ini sangat simpel gak ribet dan pendek. Aku nulis sambil lalu aja. Soalnya rasanya gak adil gak nulis fanfict pas exo comeback.
awas nyesel bacanya ya gaje bt soalnya. gabut https://i0.wp.com/25.media.tumblr.com/0566f0181674a40e496968f2eae0fd98/tumblr_m8oaysztFJ1ruf3ijo1_r3_500.jpg

Why So Curious?

Di sebuah stasiun kereta di Gangwon.

Tidak ada yang spesial. Hanya seorang gadis dengan matanya yang tertutup poni. Rambutnya hitam dan lurus. Ia tak pernah bicara sedikitpun. Sepanjang harinya hampir ia habiskan di stasiun ini, membagikan sebungkus roti dan bunga kepada para pedagang tetap stasiun.

“Gomawo, gadis cantik” Tutur seorang pedagang mochi bercelemek merah, tersenyum dibuatnya. Badannya bulat bagai mochi dan wajahnya putih sekali seperti mochi.

“Terimakasih, kau gadis yang baik hati” Balas seorang kakek sol sepatu. Cengiran giginya membuat gadis itu tersenyum juga.

“Terimakasih!”

“Gomawo!”

“Semoga Tuhan memberkati gadis baik sepertimu!”

Semua pedagang yang diberikan rotipun melumat habis rotinya. Ada yang disimpan, dibawa pulang, atau malah diberikan pada anaknya.

Dari kejauhan seorang namja memandangnya penasaran. siapa dia ini? sudah seminggu terakhir dia selalu datang dan disambut senyum oleh seisi stasiun?

#

“Darimana saja kau malam-malam begini?” Teriak paman Lee dari balik kursi hangatnya. Bertanya pada keponakannya yang malang ini, Kim Jong In (Kai).

Kai tetap melanjutkan langkahnya menaikki tangga. Ogah menjawab pertanyaan basi pamannya yang selalu dilontarkan tiap ia pulang.

Wajar sebenarnya, karena Kai selalu pulang larut malam. Tidak wajar untuk anak SMA seperti dia. Apalagi sekolahnya seperti tidak niat saja. Terkadang masuk terkadang tidak. Pamannya saja yang tidak tahu segala tabiat buruknya. Belum lagi Kai suka mengutili dagangan-dagangan di stasiun.

Sebenarnya Kai hanya akan pergi ke stasiun jika ia lapar. Tetapi minggu ini lain. Ada sesuatu yang menarik perhatiannya.

“Kai-ya! dengarkan pamanmu berbicara!” Teriak paman Lee. Tapi tetap saja matanya tidak beranjak dari televisi. Ketika Kai tidak menyahut sama sekali ia akan berhenti dan lelah untuk memanggil anak itu.

Orangtua Kai sudah meninggal. Ia tinggal hanya dengan pamannya. Pamannya membuka toko di rumahnya. Hanya itu yang dapat menjadi tunjangan hidup mereka berdua. Kai, lebih senang makan dari hasil curiannya di stasiun daripada makan-makanan di rumah hasil kerja halal pamannya.

Kai merasa kepalanya pusing sekali. Ia pun melompat ke tempat tidurnya. Meringkuk di dalam selimut. Kalau ia sakit tak pernah ia berinisiatif meminum obat sendiri. Ia berdiam disana lama sekali.

Pokoknya besok aku harus tetap sekolah. Aku harus ke stasiun itu lagi. dan lagi.

#

Kelas,

“Choi Yoo Ra?”

“Hadir” Gadis ini menjawab dengan lemas.

Sejak berangkat sekolah, tubuh gadis berambut-hitam-lurus ini sudah lemas. Pandangannya sudah mulai kabur saat Miss Rachel selesai mengabsen.

15 menit berlalu. Miss Rachel sudah berada di depan papan tulis menjelaskan suatu materi tentang logaritma. Blablabla ia menggoreskan kapurnya diatas papan hijau. sreet sreet goresan kapur itu membuat kepala Yoo Ra sakit. sreet pandangan Yoo Ra semakin kabur dan akhirnya ia ambruk.

Yoo Ra yang pingsan membuyarkan seluruh konsentrasi temannya. Ia ambruk dan jatuh dari kursinya.

Miss Rachel dengan otomatis langsung beranjak dan mencoba mengangkat tubuh Yoo Ra namun berat. Hingga akhirnya murid lain pun membantunya dan menggotongnya ke dalam poliklinik.

Sementara itu dari dalam poliklinik Kai mengamati seorang siswi yang sedang digotong menuju ke arahnya. Samar-samar Kai melihatnya karena pandangannya juga agak buram efek dari kepalanya yang pusing.

Dilihatnya Yoo Ra dibaringkan di salah satu ranjang poliklinik. Petugas poli langsung membuatkan teh hangat dan mengambilkan minyak kayu putih. Dipegangnya dahi Yoo Ra dan terasa panas sekali.

Kai memalingkan mukanya dari Yoo Ra. Merasa tidak tertarik dengan yang siswi sakit. Kepalanya masih berdenyut-denyut aneh.

“Kim Jong In? ” Panggil petugas poli.

“Ya” Jawab Kai pendek.

“Apa kau masih pusing? Jika iya, aku akan membuatkan minuman jahe untukmu” Tawar si petugas.

Kai berfikir sejenak. Kalau dipikir-pikir iya juga, dia memang masih pusing. Pusing berat.

“Ya” Lagi-lagi hanya dua huruf itu yang keluar.

“Baiklah..” Petugas itu beranjak dari serambi kecilnya yang ditutupi tirai. Ia menyelimuti Yoo Ra dengan selimut lalu melangkah menuju pintu. “Aku akan ambil jahe dulu” Singkatnya lalu menutup pintu poliklinik.

Hanya tinggal Kai dan Yoo Ra yang tertidur.

Kai menguap, memandangi langit-langit poliklinik bercat putih polos dengan pusat perhatian lampu kecil di tengahnya.

Perlahan-lahan Kai memejamkan matanya.

gadis itu..

stasiun..

aku harus kesana..

Hanya itu yang daritadi mengganggu pikirannya. Kai walaupun dingin, adalah namja yang mudah penasaran. Tapi rasa penasaran untuk yang satu ini, begitu kuat, lebih kuat dari apapun.

Saat Kai sudah hampir terlelap. Ia merasa haus, ia pun berusaha mengambil minum di meja kecil. Kepalanya di dongakkan kesamping. Kemudian, Kai pun terkejut.

Gadis ini?

Ia memandangi Yoo Ra lama sekali.

Dia? dia kan.. yang waktu itu ..

“Terimakasih!”

“Gomawo!”

“Semoga Tuhan memberkati gadis baik sepertimu!”

Pikiran Kai langsung melayang kesana.

Sejenak pikiran Kai melayang. Rasanya,

Sudah tidak pusing lagi.

Sungguh!

Namja berambut cokelat berjambul ini langsung bangkit dari ranjangnya. Berposisi duduk dengan kaki menggantung. Ia menarik nafas pelan-pelan lalu berniat menghampiri Yoo Ra yang sedang tertidur.

Ini kesempatanku! Setidaknya kalau aku penasaran aku bisa menyelidikinya disini..

Kai menggunakan selopnya lalu berjalan menuju ranjang Yoo Ra. Ia memandangi gadis itu yang tertidur lelap. Wajahnya begitu suci dan … indah. Ia tertidur sangat rapi. Kai berusaha mengamatinya lebih dekat. Ia menundukkan kepalanya. Menunduk.. menunduk… mengamati matanya… semakin penasaran…

sreet! pintu terbuka.

Petugas poliklinik kembali dari mengambil jahenya.

“Kim Jong In! Apa yang kau lakukan?!”

Jahe-jahenya jatuh menyebar ke lantai.

>>

Mata Yoo Ra langsung membuka lebar mendengar jeritan petugas tersebut.

Ia kaget melihat wajah seorang namja yang tidak dikenalnya sangat dekat dengan wajahnya.

Kai spontan menarik wajahnya jauh-jauh dan membungkuk. “Aniya, aku tidak melakukan apapun. Ini semua salah paham” Tegas Kai.

Petugas poliklinik menggeleng-geleng tidak percaya. Kecewa. Seorang murid rela berpura-pura sakit demi berduaan dengan pasangannya di poliklinik?

“Kalian berdua! keluar! akan saya antar menuju ruang waka kesiswaan!” Perintah petugas poli.

“Dasar! Berpura-pura sakit dan membolos pelajaran cuma demi berduaan ”

Yoo Ra langsung bangkit dari ranjangnya. “Aniya.. ani..” dia mencoba membela diri tetapi suaranya terlalu lemah.

Kai melebarkan tangannya diantara Yoo Ra. “Dia tidak bersalah. Sungguh.”

“Aku tak peduli alasan kalian. Jelaskan semuanya dengan guru waka kesiswaan kalian!”

Kai merasa jengkel. Ia tidak bisa berasalan lagi. Yoo Ra sendiri belum terlalu pulih. Ia sulit untuk bangun. Akhirnya Kai berusaha membantunya. Tapi Yoo Ra sendiri menolak bantuannya dengan diam.

Petugas poli membuka pintu lebar untuk mereka berdua dan langsung mengantar mereka ke ruang waka kesiswaan. Kai dan Yoo Ra berjalan beriringan. Yoo Ra masih tertatih-tatih. Kai prihatin dan ingin membantunya. Tetapi apa boleh buat, kelihatannya Yoo Ra sungguh-sungguh tidak menyukainya.

Sial! umpat Kai dalam hati.

Mereka langsung berhadapan dengan meja waka kesiswaan. Guru berperawakan keras dan tegas berada di depan mereka.

Kai harus menjadi tokoh utama dari semua ini. Karena Yoo Ra, sungguh tidak tahu apa-apa.

“Begini pak, dia tidak bersalah. Aku bahkan tak kenal dia.”

Tapi percuma saja. Tak ada yang percaya omongan seorang Kim Jong In.

#

Mereka berdua dihukum membersihkan taman belakang sekolah.

“Aku bahkan tidak kenal kau”

Tutur Yoo Ra cemberut dibalik rambut hitam panjangnya. Namun ekspresi itu terlihat bagai tanpa ekspresi sama sekali bagi Kai.

Kai berbisik dalam hati , jadi dia ini bisa bicara juga ya?

“Aku… juga” Balas Kai sembari menarik gagang sapu dari tangan Yoo Ra. Yoo Ra menjadi bingung.

“Kau pergi saja. Aku yang salah, jadi aku yang pantas mengerjakan hukuman ini” Tutur Kai. Tentunya ini kejadian yang sangat langka. Seorang Kai yang arogan dan pemalas? rela melakukan semua ini?

Demi Yoo Ra?

Yoo Ra terdiam lama. Ia memandang Kai dengan penuh tanya. Ada sedikit keraguan dan rasa penasaran.

“Sebenarnya, apa yang hendak kau lakukan?”

Kai menenggak ludahnya. Apa yang harus ia jawab? Menjawab ‘aku hanya penasaran denganmu makanya aku mendekatkan wajahku padamu sedekat beberapa centi hanya untuk melihat matamu.’ ? konyol. gila. tidak waras. bisa-bisa Kai langsung ditampar.

Yoo Ra menatap Kai, menagih jawabannya.

Kai menyadari Yoo Ra menatapnya. Ia menjadi semakin tidak konsentrasi. Pikirannya malah jadi aneh.

Yoo Ra semakin bingung. Mengapa namja ini selalu diam dan bertingkah aneh?

“Mungkin, aku berjalan sambil tidur” Jawab Kai berusaha sedatar mungkin.

“Tidak mungkin. Aku jelas-jelas melihat matamu terbuka” Di akhir kalimatnya, nada bicara Yoo Ra menjadi kecil dan gugup. Ia langsung teringat kejadian itu.

Yoo Ra gugup. Kai lebih gugup lagi.

“Hmm… molla, semua itu terjadi begitu saja” Tutur Kai sembari menatap lantai yang disapunya. Tak kuasa menatap mata gadis di depannya.

“Kau konyol” Balas Yoo Ra sambil mendesah kesal.

“Tidak. Memang itu kenyataannya.” Jawab Kai lagi sambil pura-pura menyapu.

Kai mulai menyapu dan pindah dari tempatnya berdiri. Ia semakin menjauh dari Yoo Ra. Ia terus menyapu dan menyapu lalu mengumpulkannya di sudut.

Yoo Ra berjalan mendekatinya. Berdiri di depannya. “Bohong” Ujarnya.

Kai masih menatap ke lantai. “Mianhae, aku tidak bermaksud membuatmu dihukum. Tidak penting kenapa aku melakukan ini, yang terpenting, kau tidak melaksanakan hukumannya dan bisa kembali ke kelas. Mian, aku bersungguh-sungguh waktu itu aku tidak melakukan apa-apa padamu.” Tambah Kai panjang lebar. Masih menatap kosong lantai yang sudah bersih.

Yoo Ra membuat Kai menatapnya dengan cara berjongkok. “Kau tidak mau memberitahuku?”

Jantung Kai langsung berdegup kencang melihat Yoo Ra yang muncul secara tiba-tiba di pandangannya.

“Itu tidak penting” Jawab Kai langsung mengalihkan pandangan.

Kai terus pura-pura menyapu tak ingin menatap Yoo Ra karena ia terlalu gugup. Lantai itu sebenarnya sudah sangat bersih, tetapi ia terus melanjutkan kegiatan menyapunya 5 menit ke depan. Saat ia menaikan pandangannya kembali, Yoo Ra sudah tidak ada disana.

Kai menjatuhkan sapunya tepat di atas sana. Angin sore mulai berhembus ke kemejanya. Ia mengacak rambutnya tanda kesal.

Kenapa aku tidak tanya namanya? bodoh!

#

Stasiun Kereta

Hap

Tangan Kai dengan handal mengambil satu kotak mochi dari etalase dagangan. Ia langsung menyelinap diantara kerumunan. Kemudian memakannya sambil jalan.

Setelah makananannya habis, ia memandang mengelilingi seisi stasiun. Mencari gadis itu. Entah siapa namanya, kelas berapa, dan bagaimana nasibnya sekarang. Ia sibuk melamuni gadis itu entah apa alasannya ia selalu memikirkan gaids itu. Ia terus berjalan kesana kemari.

“Itu dia pencurinya! dia yang suka mencuri mochi saya!” Teriak seorang wanita.

Sayangnya Kai tidak menyadarinya, pikirannya sudah teracuni oleh Yoo Ra. Semacam overdose(?) *maksa banget sumpah mentang mentang comeback*

Satpam stasiun itu sudah melesat mengejar Kai yang berada di depan mereka. Kerumunanpun memberi jalan bagi satpam ini.

Tseet!

Satpam ini terus berlari mengejar Kai yang berjalan santai di depan. Hingga sampai belokan….

Kai yang sedang melamun tidak sadar pun langsung sadar. Tetapi terlambat, tinggal beberapa meter lagi. Tapi

HUP

Seseorang langsung menariknya berlari dibalik kerumunan dan memutar arah untuk bersembunyi.

Orang itu berlari sekencang mungkin menyusuri sisi lain dari stasiun sambil menggenggam tangan Kai dengan kuat. Mereka terus berlari menembus kerumunan dengan melesat bagai angin ke ujung suatu tempat. Setelah berlari dengan waktu yg cukup lama akhirnya mereka dapat keluar dari stasiun dan berhenti di tempat yang aman.

Keduanya sama-sama kehilangan nafas teraturnya. Mereka berdua terengah-engah dibuatnya.

Kai berusaha menelusuri siapa orang ini. Orang ini mengenakan topi yang menutupi wajahnya. Sehingga Kai tidak mengenali siapa dia. Kai berusaha mencari-cari celah dibalik topi itu namun selalu gagal.

“Satpam itu… hosh.. hosh” Seseorang yang mengenakan topi itu masih terengah-engah.

“Ia sangat berbahaya. Mereka sudah tahu bahwa kau lah yang selama ini suka mencuri dagangan seisi stasiun. Mereka sudah lama mengincarmu. Hosh..”

“Jika kau tertangkap. Aku tidak jamin kau dapat pulang ke rumah…” Tutur seseorang itu.

Kai mengernyitkan alisnya. Ada rasa takut bercampur rasa aneh. Juga rasa bersyukur yang amat sangat. Orang ini menyelamatkannya dari sebuah bencana yang besar. Rasanya juga, iya tahu. Iya mengenali suara ini.

“Jangan-jangan kau…”

Sial! Aku gugup lagi

Kai memukul pelan wajahnya sendiri untuk menguatkan dirinya.

“Kau.. ye,yeoja yang waktu itu?” Bata Kai.

Yoo Ra perlahan melepaskan topinya yang menutupi wajahnya. Lambat laun rambutnya yang panjang jatuh ke bawah. Gerakan itu bagai slow motion yang indah bagi Kai.

Entah terserang setan apa. Kai tersenyum sendiri. Bahkan ia tidak sadar kalau ia tersenyum.

“Ya? Ya?” Tanya Yoo Ra bingung mengapa Kai tersenyum-senyum sendiri.

“Ehh..” Kai langsung tersadar. Ia langsung melihat wajah Yoo Ra sepenuhnya di depannya. Lalu menghentikan senyumnya dan bersikap seperti biasa.

“Gomawo” lanjut Kai.

Yoo Ra menjawab singkat, tidak terlalu peduli “Ne,” gadis ini langsung bangkit dari posisinya. Lalu mengibas-kibaskan celananya yang terasa kotor.

Kai ikut bangkit menegakkan tubuhnya. Perbedaan tinggi tubuh yang sangat jauh langsung terlihat. Yoo Ra, yeoja imut yang hanya seukuran dada Kai. Sedangkan Kai dengan tingginya yang 182 cm menjulang tinggi.

Yoo Ra hendak meninggalkan Kai. Tidak mengerti ingin bicara apa lagi, karena sekarang mereka berdua sudah tidak ada kepentingan lagi. Tidak ada ikatan apapun.

Yoo Ra sudah membalikkan badannya.

“Tunggu,” Hadang Kai.

Yoo Ra kembali berbalik. “Mwo?”

“Aku belum tahu namamu” Asal kalian tahu, butuh perjuangan bagi Kai untuk bicara ini.

Yoo Ra menatap tanpa ekspresi lalu menjawab, “Yoo Ra. Choi Yoo Ra”

Kai mendapatkan nama itu mengambang di atmosfer. Kai akan ingat nama itu selama-lamanya.

Yoo Ra hendak berbalik lagi, ingin pulang. Kai merasa gerah, ia merasa Yoo Ra semakin tidak suka dengannya. Apalagi ia tidak penasaran sama sekali dengan nama Kai?

Yoo Ra sudah berjalan beberapa langkah menjauh. Tapi, ia menoleh.

“Oh iya, jangan pernah mengutil lagi, Kim Jong In” Tutur Yoo Ra singkat. Tapi terasa panjangggg sekali bagi Kai.

Ia, ia tahu namaku?

Sedetik setelah itu, Yoo Ra melayangkan senyum pada Kai. Lalu pergi.

Tentu saja, Kai merasa sangat bahagia. Walau takbisa memilikinya. Tapi, ini adalah hal terindah yang pernah diberikan Tuhan untuknya.

Kai sudah sangat bersyukur merasakan jatuh cinta pada pertama kalinya. Hatinya yang sekeras batu, akhirnya bisa dilunakkan juga. Ia bersumpah akan berhenti mengutil, berhenti bolos, dan berhenti bertingkah bodoh.

Dan… tentu saja ia akan selalu menghormati pamannya. Entahlah, ini seperti dorongan dari Yoo Ra. Senyum Yoo Ra yang hanya terjadi sedetik tak lebih. Akan diabadikan oleh Kai untuk selama-lama-lamanya.

Yoo Ra, cinta pertamaku.


 

THE END

Seseorang takbisa berubah secara natural demi orang lain. Tetapi, seseorang bisa menjadi acuan untuk orang lain berubah.

Cinta itu tak mesti memiliki.

Kadang-kadang sesuatu yang tidak mungkin dapat terjadi tanpa kita sadari.


HAHAHA pasti bingung kenapa yoo ra bisa tau nama Kai? Bukan karena gossip sekolah ataupun karena petugas polinya manggil nama Kai wktu itu. Krn saat itu si yoo ra nya gak dnger dia kan masih tidur-_- hayooo tau darimana? Wkwk, ya yang jelas si yoo ra nya ini juga suka sama Kai. Cuma tersirat aja biar seru, dan Kai nya gaktau kalo Yoo ra nya suka jg sama dia, jadi saling gaktau nih-_- bisa diitung sad ending juga nihhhh. Tapi gak seru ah mau happy ending soalnya lg pengen sad sad –an. Kan ini fanfic iseng doang soalnya lg bêteL

Byeee tunggu OMCIA nanti yaa!

-sasa

Ask me a question on : http://ask.fm/Saarahsalsabil

Gaje ya? makasih udh scroll kebawah maaf ngeTroll :p

 

27 comments

  1. yah.. kok gk dilanjut saeng epepny ? pdhl bagus nih.. ceritanya keren..
    bikin sequelnya saeng.. please

Kritik dan Saran ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s