Can I Marry U, My Sister? | Heartburning 3


http://thaniagallery.files.wordpress.com/2013/07/cimyms.jpg?w=450

Title:

Can I Marry You, My Sister?

Genre:

Fluff, Family, School life/life, romance, AU

Main Cast:

Kim Jong In/Park Jong In

Park Leera

Support Cast:

-Kang Hyejin

Oh Sehun

Previous:

| First | I Know She’s Bad Girl |

Length:

Chaptered

Rating:

T

Summary:

‘Babo Jongin, kini kau menjadi adik dari seorang noona yang kau cintai setengah mati!’


—  Saarahsalsabil Created —

Previous Part>

“Aku  sudah berusaha sebisa mungkin, namun nada bicaraku tetap terdengar datar dan tidak baik”

Jongin kembali menghembuskan nafas beratnya. “Noona—noona kapan aku bisa mendapatkan hatimu jika terus begini?” Jongin berkata sambil menatap sebuah bingkai besar yang terpampang di dinding. Disana terlihat sosok Tuan dan Nyonya Kim yang tengah duduk di kursi besar—memakai pakaian formal. Tuan Park memakai sebuah tuxedo dan Nyonya Park memakai sebuah gaun satin merah. Sementara ia dan Leera terdapat di samping keduanya. Berdiri dengan tegapnya. Jongin dengan balutan jasnya. Juga sisiran rambutnya yang rapih. Leera yang berada di sebelahnya memakai balutan gaun juga. Sama seperti yang dipakai Nyonya Park. Mereka berdua terlihat cantik. Tak lain tak bukan foto itu adalah sebuah foto keluarga. Yang secara tidak langsung mengatakan kalau mereka kini telah menjadi sepasang keluarga yang RESMI.

“Mulai sekarang aku harus bertingkah lembut pada noona itu, sedikit-demi sedikit..” Kai tersenyum miring pada dirinya sendiri.

#

“Jonginie!”

Kai membulatkan matanya lalu berbalik badan. Merespon panggilan kakaknya yang notabene ‘noona backpack toska’ itu. “Ne?” Balasnya seperti biasa. Mereka telah tinggal berbulan-bulan dan tak heran Kai bersikap tenang dan tidak lagi grogi.

Leera menyilangkan tangannya di dada lalu melangkah mendekat pada adik angkatnya itu. Seakan-akan bersikap berkuasa di depannya. Yeoja itu sedikit mendongak untuk melihat wajah Kai yang lebih tinggi darinya.

“Aku mau pergi. Kau jaga rumah ne?” Leera menyentil hidung Kai hingga Kai dengan spontan mengerjapkan matanya.Membuat detak jantungnya menjadi lebih cepat walau hanya sedetik. Sudah biasa ia diperlakukan seperti ini, namun mengapa gejala-gejala detak jantung, darah yang berdesir dan sebagainya masih bersisa saja. Namun ia tetap tidak berkutik. Memandang wajah noonanya dari dekat adalah yang terindah.

“Kebiasaan!” Ujar noonanya sembari semakin menekan hidung Kai dengan gemas. Semakin kencang. “Jawab noonamu ini kalau ia berbicara, dasar tampan” Sahut Leera lagi dengan senyum seringainya. Lalu ia tertawa kecil.

Kai ternyata merasakan sensasi aneh di dadanya dan segera memegang-megang kepalanya karena sedikit gugup. “Hmm.. mian” Ujarnya datar dengan wajah polos tanpa dosa.

Yeoja di depannya dengan dress red soft dan cardigan itu semakin menatap Kai gemas. “Siapa yang menyuruhmu minta maaf, Jonginie! Kau ini semakin membuatku gemas saja” Leera kembali meraih wajah Kai. Mencari-cari daging pipinya dan mencubitinya habis-habisan.

“Rasakan!” Lanjut Leera yang masih tertarik untuk menguyek-uyek wajah Kai lebih jauh.

Melihat tingkah noonanya yang tentu saja lucu. Kai ikut tertawa walau pelan. Hingga matanya sedikit mengecil. Sedangkan Leera masih asyik dengan tingkahnya yang gemas.

“Sudah noona, lebih baik kau simpan tanganmu untuk melakukan hal yang lebih bermanfaat” Tutur Kai ditengah-tengah tertawanya. Ia dengan lembut menyingkirkan jari-jari lentik noonanya dari kedua pipinya. Lalu tersenyum tipis.

Noonanya ikut tersenyum juga, namun senyuman jahil lah yang terpantri di wajahnya. Ia lalu mengangkat alisnya dan menuju keluar. Melenggang dengan baju casualnya juga tas selempang berbentuk persegi yang tergantung di tangan kanannya.

Kai tersenyum hingga noonanya itu melangkah pergi, ia merasa senang memandangi noonanya itu lama-lama hingga ia menghilang.

Kai masih saja tersenyum-senyum tidak jelas sembari memandangi pintu rumah yang besar dan tinggi itu. Namun, kagetnya ia saat melihat seorang lelaki menjemput noona berharganya itu.

Mwo?! Seorang namja?!

Kai langsung berlari terbirit ke arah pintu rumah utamanya itu. Sedikit mengintip lewat celah pintu yang sudah di rapatkan noonanya tadi. sret, ia terus mengintip. Matanya menjelajahi bahu noonanya dan wajah cekung seorang lelaki yang menjemputnya. Dengan sebuah mobil mewah berwarna biru kehitaman. Mobil itu mengkilat, senada dengan kenampakan lelaki itu.

Sebuah senyum terpantri di wajah keduanya. Hingga saatnya, Leera dibukakan pintu mobil oleh namja itu, ia masuk ke dalam mobil dengan posisi elegan dan anggun seperti biasa, lalu namja itu menutup pintunya, memutari dashboard dan masuk ke dalam kursi pemudinya.

Kai menganga hingga mobil itu melesat pergi. Matanya membulat seiring hilangnya bayangan itu. Ia merasa tertusuk, tertusuk karena ternyata noona yang sangat spesial baginya itu ternyata menyespesialkan orang lain. Kai sempat naik ke langit saat ia menebak-nebak bahwa ia lah orang terspesial pertama di mata noonanya. Namun tidak.

Jongin tahu, Jongin yakin bahwa tatapan noonanya terhadap namja itu adalah tatapan memuja. Tatapan yang sangat berharga. Jongin bersandar di pintu rumahnya. Menumpukkan kepala besarnya disana, memukul-mukulkannya beberapa kali karena perasaan yang kacau.

Ia sebal karena merasa tergantikan.

Ia  tidak terima bahwa noonanya mempunyai seseorang yang spesial selain dirinya.

Terakhir, Jongin hanya memandangi atmosfer yang kosong. Menggemeletukkan giginya. Lalu berbalik masuk. Menutup pintu rumahnya dengan keras.

“Sial!”

#

“Hyejin-a”

Yeoja dengan potongan rambut pendek itu menoleh singkat kepada namja yang memanggilnya. Tidak terlihat antusias.

“Ya, Sehun-a?” Balasnya cepat. Sekarang Hyejin sedang sibuk membolak-balik buku tebal milik perpustakaan, mencari makalah tentang tugasnya.

Ia memandang Sehun dengan tatapan ‘ayo lekaslah tidak tahu aku lagi sibuk?‘ lalu ia menyerah dan mengembalikan tatapan matanya pada buku lagi.

Sehun menggaruk kepalanya. Lalu perlahan duduk di sebelah Hyejin yang terlihat serius dengan bukunya.

“Tidak biasanya kau begitu serius?” Tanya Sehun mengawali pembicaraan. Ia sengaja datang kesini untuk menemui Hyejin. Namun, ia tidak menyangka Hyejin sesibuk ini.

Dahulu ia hanya siswa yang tidak peduli pelajaran sama sekali. Bermain basket. Bermain basket. dan Bermain basket. Sehun sampai muak mendengar kata-kata basket ribuan kali dari mulutnya. Namun sekarang? Ia justru sibuk berkutat dengan buku tebal sembari istirahat panjang.

“Hmm..” Hyejin hanya menggumam sembari mengetik beberapa kalimat dari buku itu ke dalam laptopnya. Tidak mengindahkan kata-kata Sehun.

Sehun hanya mengangguk-angguk kecil. Matanya mulai melirik-lirik layar laptop Hyejin. Terus begitu dengan jangka waktu yang lama. Membuatnya berganti subyek menjadi seorang ‘pengganggu’.

Hyejin yang merasa sedikit terganggu pun mendongakkan kepalanya pada Sehun. Memberi matanya kesempatan untuk menatap lawan bicaranya ini. “Apa kau tidak ada pekerjaan lain, Sehun-a?” Hyejin menatapnya sinis namun diusahakannya agar terlihat biasa.

Mendapat sebuah death glare dari seorang Kang Hyejin. Bulu kuduk Sehun merinding. Ia perlahan merangkai senyum permintaan maafnya. “Hehehe, mianhae, Hyejin-a aku hanya–“

Hyejin langsung memotong perkataan Sehun dan memutar bola matanya. “Kau hanya menggangguku, Sehun-a”

Sehun hendak membuka mulutnya.

Hyejin mengacungkan telunjuknya pada bibir Sehun dan menghembuskan nafas kesal. “Ya, lebih baik kau cari kesibukanmu sendiri. Kau tahu aku sedang serius agar aku bisa masuk kuliah manajemen? Kau tidak ingat impianku? Lebih baik kita berjuang masing-masing untuk mencapai kesuksesan. Bukannya itu yang kau katakan dahulu sewaktu di panti?”

“Sebentar lagi kita akan dewasa, Sehun-a. Lakukanlah yang terbaik untuk hidupmu” Hyejin menepuk pundak Sehun dengan wajah menasihati. Lalu kepalanya langsung kembali berbalik pada laptopnya.

Sehun mengerti itu. Seakan-akan memecahkan sebuah puzzle. Jadi ini alasan seorang Hyejin selama ini?

Lelah. Hal itu yang pertama kali muncul di benak Sehun saat melihat ekspresi seorang Hyejin yang selalu berkutat di perpustakaan.

Dia benar-benar memaksakan dirinya…

Tetapi, Sehun merasa ini tidak adil. Hyejin dapat meluapkan segala isi hatinya. Tentang mimpinya, tentang lelaki yang dikaguminya, hobinya, segala sesuatu tentang dirinya. Namun mengapa Sehun sendiri tidak bisa melakukannya? Sebagai seorang sahabat yang sangat dekat seharusnya Sehun dapat berbagi apapun pada Kang Hyejin.

Namun hal itu tidak pernah terjadi. Hingga saat ini,

Hingga mereka hampir berpisah.

Hanya tinggal setahun lagi,

Malah, Sehun merasa hubungan persahabatan mereka tak pernah dekat lagi. Merenggang. Seiring berjalannya waktu. Jika mereka harus mengejar mimpinya masing-masing. Bukannya sama saja mereka harus berpisah?

Sehun menunduk dalam-dalam. Masih tidak mau berkutik dari posisinya yang berada di sebelah Kang Hyejin.

Andai saja Hyejin tahu

“Ini karena Jongin kan?”

Hyejin langsung menghentikan kefokusannya pada layar monitor.

“Karena kepergian Jongin?” Lanjut Sehun lagi dengan nada lemah.

Hyejin menghentikan ketikan jarinya terhadap keyboard. Menatap kosong layar lalu membuka mulutnya.

“Kau sendiri yang bilang jangan mengingatnya lagi” Hyejin sungguh menghentikan pekerjaannya. Telinganya hanya fokus pada namja di sebelahnya, walau matanya tetap ia paksakan memandang layar.

“Tetapi aku takbisa membiarkanmu terus-terusan hidup seperti mesin. Kau tidak seperti Hyejin yang dulu kukenal…” Sehun merasa tenggorokannya tercekat saat ia menyadari apa yang ia katakan.

Apa? Apa yang barusan kukatakan?

Hyejin menenggak ludahnya. Masih memaksakan diri menatap layar laptop, walau tak ada yang ia perhatikan sama sekali.

“Aku tidak suka caramu yang seperti ini. Kau tidak melupakannya, kau terus memikirkannya dan selalu sedih. Kau berpura-pura tegar di hadapanku. Mengganti semua rasa rindumu dengan menyendiri yang kau bilang ‘mengejar mimpi’? Aku tahu Hyejin-a”

“Kau bisa bahagia tanpa Jongin. Ingat bahwa aku ada disini. Aku akan selalu setia menemanimu. Walau kau tidak mengharapkanku–“

“Walau aku tahu kau lebih membutuhkan Jongin daripada aku… Aku hanya Oh Se Hun. Tidak berguna, hanya mengganggu kehidupanmu. Tidak jago main basket. Aku berharap kau masih menganggapku sahabatmu. Karena aku benar-benar menyayangimu. Aku akan terus berusaha melindungimu, walau aku tidak sekuat Jonginnie mu itu”

Sesak. Itu yang dirasakan Hyejin sekarang. Masih dengan posisi jari yang bertumpu pada keyboard dan mata yang terpaku ke layar. Ia masih bersikeras ingin menutupi rasa sedihnya. Namun, ia sudah tidak tahan lagi.

Air matanya yang terlalu banyak menumpuk di pelupuk matanya, terjatuh juga. Mengalir dingin menyusuri wajahnya. Terjatuh di atas tangannya yang kini mengepal.

Sehun terus memandang yeoja itu yang jelas-jelas tidak memandangnya balik. Ia terus berkoar panjang lebar yang dia sendiri tak tahu Hyejin mendengarkannya atau tidak.

“Aku akan terus berusaha lebih baik dari Jongin”

Sehun tersenyum samar. Sembari menelusuri raut wajah Hyejin.  Yang ia baru sadari bahwa raut itu adalah raut sedih. Sesak. Sakit yang amat mendalam.

“Aku bukan Sehun yang masih merengek lagi. Bukan Sehun yang terus-terusan menangis dan cengeng. Aku sudah berubah. Sekarang aku 17 tahun kau tahu?” Sehun menghentikkan ucapannya dan menyingkirkan segelintir rambut dari pipi Hyejin agar dapat melihat wajahnya dengan jelas.

Lalu ia selipkan rambut itu ke balik telinganya.

Betapa kagetnya ia melihat Hyejin yang menangis dalam diam.

Sehun menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya. Sedikit merasa bersalah karena telah membuat yeoja ini menangis. Namun, apa boleh buat. Ia ingin mencurahkan segala isi hatinya. Ia ingin membuat Hyejin mengerti.

Hyejin terus menangis. Hingga akhirnya ia memeluk Sehun yang tepat berada di sebelahnya. “Maafkan aku…” Isaknya.

“Kau tidak harus minta maaf. Aku hanya tidak mau kau menyusahkan dirimu sendiri” Suara Sehun benar-benar membuat Hyejin tenang. Ini pertama kalinya ia memeluk Sehun. Pertama kalinya disaat Sehun sudah beranjak remaja.

Dan Hyejin sadar bahwa suara Sehun yang sudah pecah dan sedikit berat. Memang benar-benar menghangatkannya. Menenangkannya.

Rasanya berbeda, saat dahulu, bahu Sehun tidak selebar ini. Ia kecil dan kurus, dengan suara cempreng dan wajah belepotan miliknya. Namun sekarang, begitu berbeda. Dan Hyejin baru merasakannya.

Sedari dulu. Ia memang terlalu banyak mengadukan kesedihannya kepada Jongin. Bukan Sehun.

Rasanya sunguh berbeda.

“Hyejin-a. Ingat bahwa disini ada aku. Jangan bersedih lagi”  Sehun berbisik di telinga Hyejin.

Hyejin merasakan sebuah sapuan hangat di telinganya dan berusaha menghentikan tangisnya. Ia harus ingat bahwa ia masih punya sahabat yang menyayanginya disini. Ia harus sadar bahwa Sehun sudah berusaha mati-matian untuk membuatnya bahagia kembali seperti dulu, ia harus menganggap Sehun benar-benar ada. Bukan bayangan yang selalu mengikutinya.

Hyejin merenggangkan pelukannya dan mengelap air matanya. “Terimakasih” Ujarnya pelan dan lemah.

“Tidak usah berterimakasih. Karena ini memang tugasku” Sehun tersenyum kecil. Lalu menatap Hyejin penuh arti.

#

Rumah Eunhyuk

“Hah? Apa yang kau katakan? Mendekati seorang yeoja?” Eunhyuk tertawa puas sembari menatap hoobaenya yang berwajah polos itu.

Kim Jong In yang begitu polos di usia sekarang.

Wae? Mengapa tertawa sunbaenim, apa kau tidak pernah punya pengalaman dengan yeoja huh?” Tanya Kai sedikit menantang.

Eunhyuk langsung menghentikkan tertawanya dan memandang Kai hina. “Apa katamu? Tidak punya pengalaman?” Eunhyuk langsung melempar wajah Kai dengan guling yang berada di dekatnya.

Mereka berdua memang sedang berbincang di kamar. Apalagi yang akan diomongi lelaki jika mereka sedang berkumpul bersama kecuali wanita?

Kai merasakan sesuatu yang keras menimpah kepalanya dan ternyata itu adalah sebuah guling yang di lemparkan Eunhyuk. Spesial untukknya.

“Kau pikir sunbaenim-mu ini lemah? Lihat? Lihat wajah tampanku ini! Apakah aku terlihat meragukan huh?” Eunhyuk mengangkat alisnya sok. Lalu melipat kedua tangannya di dada.

Kai langsung sujud di depan Eunhyuk yang memandang sok makhluk di depannya. “Ampun Eunhyuk sunbaenim.” Ujar Kai seolah menghormati. Ia tahu Eunhyuk mempunyai seribu gaya yang membuatnya tampak seperti ‘guru’.

“Ajarkan aku apa yang kau bisa!” Kai menjerit polos dan memohon.

Sunbaenimnya itu hanya mengangguk-angguk sembari seolah-olah memilin jenggotnya—padahal tidak punya jenggot sama sekali—yang tak kasat mata.

“Tolonglah, sunbaenim.” Kai mengemis-ngemis.

Eunhyuk pun menyipitkan matanya pada Kai yang membentuk tangan memohon. “Apakah kau serius akan menimba ilmu padaku?”

Mata Kai langsung berbinar dan mengangguk pasti. “Tentu saja, sunbaenim!”

Eunhyuk langsung tertawa bijaksana seolah-olah ia memang bijaksana dan menatap Kai layaknya muridnya. “Hohoho, baiklah kalau begitu muridku!”

Kai pun langsung berucap-ucap terimakasih. Masih dengan matanya yang berbinar.

Kai yang polos. Sangat polos.

 #

“Jadilah pacarku.”

Deg

Apa yang dikatakannya barusan?

Leera tentu saja keringat dingin mendengar apa yang dikatakan namja di depannya.

Lalu yeoja ini memalingkan mukanya kea rah lain dan mendapati banyak gembok-gembok berwarna-warni bergelantungan di balik jeruji-jeruji besi. Kini ia ada di tower tertinggi. Gembok cinta.

Ia sebenarnya tidak terlalu mengharapkan semua ini. Ia bahkan tidak ada perasaan sama sekali tentang ini. Kesimpulannya hanya satu, ia sama sekali tidak menyangka.

Detak jantung yang beradu itu tetap ada. Namun, belum tentu perasaan Leera juga mengatakan ‘iya’ bukan? Donghae hanya dianggapnya teman kuliah yang baik, asyik diajak mengobrol, dan asyik diajak jalan-jalan. Jika Leera menganggap Donghae adalah namja yang sedang mendekatinya.

Otomatis pasti ia memberitahunya pada orangtuanya.

Namun ini lain, Leera hanya menganggapnya teman sekuliah. Atau bahkan, jika Donghae tidak menyatakan perasaannnya hari ini juga, mungkin status Donghae untuk Leera sekarang adalah.

Seorang sahabat.

Mengingat Leera adalah yeoja yang super supel. Donghae pasti sungguh menyukainya.

Akhirnya Leera tertawa getir di hadapan Donghae dan mengibas-kibaskan tangan di depan wajahnya. “Kau ini lucu sekali. Kau bercanda kan, Lee Donghae? Sungguh tidak mungkin.”

Donghae merasakan tangannya yang memegang sebuah cincin menjadi berat. “Ah,,”

“Aku tidak bercanda.” Ujar Donghae lagi dengan tersenyum angelic pada yeoja di depannya ini.

Leera menghentak-hentakkan kakinya . “Apakah ada April Mop lain selain tanggal 1 April?” Ujarnya masih tertawa. Tak ingin membiarkan suasana serius ini makin serius lagi.

Donghae pun menurunkan tangannya yang memegang sebuah cincin tersebut, “Apakah itu artinya… kau menolakku?”

Leera merasa tertampar lalu tangannya dan kepalanya kompak menggeleng. “Ani! Aniya! Maksudku… aku hanya—“ Leera menggantungkan kalimatnya.

“Hanya apa? Hanya menganggap aku seorang sahabat?” Tanya Donghae dengan nada pasrah. Semilir angin lalu menghempaskan mereka. Berdiri diatas tower. Di ketinggian sekian meter, tentu saja angin banyak berhembus.

Benar. Tadinya Leera ingin mengucapkan hal itu namun—

“Eh, bukan! Maksudku… aku hanya butuh waktu untuk menjawabnya.” Timpal Leera buru-buru agar Donghae tidak merasa sedih.

Ini membuktikan bahwa Leera takkan pernah tega menolak namja yang menyukainya.

Donghae membulatkan matanya, “Benarkah?” Merasa masih ada jauh lebih banyak harapan di depannya.

Leera mengangguk sembari tersenyum hambar. “Ya.” Ujarnya.

Sementara itu, perasaan-perasaan aneh dan tidak enak terus menimpa Leera. Bagaimana caranya aku mengatasi ini?

Aku sangat jarang bisa jatuh cinta dengan lelaki!

#

Kai memerhatikan bagan-bagan yang digambarkan Eunhyuk di papan tulis. Papan tulis di kamarnya tentu saja, yang di ujung-ujung papannya terdapat gambar pesawat, monster-monster abstrak, dan logo-logo love yang tidak sempurna.

Eunhyuk tetap menggaris bagan-bagan itu dengan serius sembari menyipitkan matanya untuk memastikan garis yang dibuatnya lurus.

Tiba-tiba Kai mengangkat tangannya. “Itu—apa?” Tanyanya polos.

Eunhyuk langsung berbisik pelan, “Dilarang berbicara disaat gurumu sedang menulis.” Seolah-olah guru professional.

Terlihat di papan tulis tersebut.

Teman -> Suka -> Saling Suka -> Jadian

Hah? Kai hanya bertanya-tanya dalam hatinya.

Tujuan utama Kai berguru dengan Eunhyuk adalah karena ingin mendapatkan hati Noona Backpack Toska-nya. Tetapi… ia rasa semua pelajaran ini hanya akan menjadi hal lain. Dan… menyimpang!

Melihat tulisan ‘teman’ di papan tulis. Kai seolah berfikir “Aku dan Noona kan bukan seorang teman. Kami adalah saudara.”

“Sewaktu aku belum menjadi saudaranya. Aku juga bukan temannya. Aku hanya anak-anak ingusan yang tidak tahu apa-apa.”

Mengapa semua ini begitu sulit?

Apakah Kai terlalu naïf dengan semua ini? Ia selalu berfikir ia bisa mendapatkan Noonanya itu. Tetapi, kenyatannya. Itu-tidak-mungkin.

Sementara itu Kai terus diam sembari menunggu Eunhyuk selesai menulis.

Lalu Eunhyuk mulai menjelaskan apa yang ditulisnya di papan tulis.

“Jadi, maksud dari bagan ini adalah!” Eunhyuk lalu berdeham.

“Ehem… ini adalah tahap-tahapan seorang namja mendekati yeoja. Dan jika kita cermati. Semua ini sangat mudah di-la-ku-kan!” Eunhyuk menarik sebelah bibirnya.

Dasar remaja.

Kai terus memerhatikkan apa yang dikatakkan Eunhyuk. Eunhyuk terus berkoar dari a sampai z. Tidak berjeda, membuat Kai sedikit bingung.

Lalu, saat semua penjelasan panjang itu selesai. “Ah, mian Sunbaenim. Aku ingin bertanya.”

“Silahkan bertanya muridku…”

Kai pun menunduk dan bingung bagaimana menjelaskannya.

“Begini…” Kata Kai mengawali. Tetapi jedanya begitu panjang hingga Eunhyuk tidak sabar.

“Katakan…”

Kai bergumam, “Emm….”

Terlalu banyak waktu yang dikuras oleh Kim Jong In untuk menjelaskan semua yang ada di hatinya.

Tok tok tok > suara denting jam yang terus menghiasi isi kamar.

“Katakan cepaat!” Akhirnya Eunhyuk mulai kehilangan kesabaran dan melipat tangannya di dada.

“Aku dan yeoja yang aku incar bukanlah seorang teman.” Ujar Kai takut-takut.

Eunhyuk mengangkat alisnya lantas tertawa. “Bodoh sekali! Jelas kalau kalian bukan teman! Karena pada awalnya kalian tidak akan saling kenal! Buatlah ia menjadi temanmu dahulu.”

Kai malah semakin bingung.

Saudara? Teman? Keluarga?

Ini membingungkan!

Babo! Jika kau menyukai seseorang cepat lah akui perasaanmu, bocah!”

“Tapi Sunbaenim, dia..”

“Tapi apa?”

“Tapi, aku tidak mungkin mengakui perasaanku yang sesungguhnya padanya!”

Wae?”

Kai terdiam dan menaruh jarinya di bibir. Eunhyuk masih terus menunggu apa yang akan ia katakan.

“Karena dia adalah…”

To Be Continued

By the way ada yang mau lihat aku real life? (pada langsung gak semangat, gak ada kali sa!) Geer banget -_- btw yang mau liat ini linknya, aku sudah bikin sendiri page nya wkwk walau gaje, sebenarnya cuma buat iseng-iseng aja sih😐

https://sasafanfictions.wordpress.com/sasa-in-real-life/

Di page tersebut ada foto-foto aku bareng temen-temenku juga sih… pokoknya aku ceritain deh temen-temen aku yang kpopers yang mana, yang ini ngebias sama siapa, dan yang itu ngebias sama siapa, yang rusuh lah yang manalah, agak gaje-_- Aku cuma mau cerita-cerita tentang kehidupan real life aku sama kalian T,T

Anyway… yang nungguin OMCIA s2p5 harus sedikit bersabar karena di part 5 tersebut aku akan tuntaskan omcia sampai habis bis bis alias sampe the end/finish! Aku pengen cepet-cepet tamatin karena gatel nih. Itu ff paling lama yang aku kerjain, karena omcia udah 1 tahun wkwk *apasih ff geh pake ada umur segala-_-*

Terimakasih teman-teman yang udh selalu baca aku dan nyempetin buat komen! Sasa seneng banget :’D Gomapta!

Jangan lupa juga baca ff sasa yang lain😄

Why So Curios?
The Sexiest Agent
Since We’re Child and Now You Love Me

 

ask.fm/saarahsalsabil

 

53 comments

    1. hwoaa juga makasih ya , kirain aku ff ini udah lempem2 kayak kerupuk gak ditutup rapet T.T

      iya udah 5 generasi baru ff ini keluar :”3
      sini darahnya aku tadahin, ntar dikasi ke tristan(?) *korban GGS XD*

      okeokee❤

  1. Nah! FF ini juga aku tunggu-tunggu nih sa😀 konfliknya greget,kainya ….. Pabo ,_, leeranya hyper bgt😀 okesip aku kan slalu menanti omcia saa (´⌣`ʃƪ) btw yg “Since We’re Child and Now You Love Me” juga di lanjut ya saa /maruk/ ok sip ff ini berhasil memonopoli sebagian besar otak ku ,-,

    1. yakin ditunggu-tunggu? seneng banget dengernya >.< greget tah? wkwkwk… pabo banget dan polossss! jauh beda sama omciaaa:3333 waduh emotnya adem ayem~

      ff kaistal yang masih bocah2 tuan muda itu? yg judulnya sepanjang rel kereta? yakin? WKWK okee deeh insyallah tapiyaa :33

  2. ahhhhh, akhirnya di publish juga ^.^

    haah, lupa sama part 1 dan 2 nya -.- , baca dari awal geh -_-

    cepet” di publish OMCIA S2 P5 nya yaaaa~

    1. iya alhamdulillah setelah sekian abad, 5 generasi, sampe nunggu aku lulus dulu😄 baru di post.. makasih udh bilang daebak , terhura ini :”3

  3. mau coba komen.

    maaf baru komen sekarang. pdhal udah baca dari minggu lalu. :v
    bagus bagus… keren… TOPbigbang deh… eh maksud nya TOPBGT..

    NEXT NEXT NEXT sekalian sama OMCIA S2P5!

    1. iya gakpapa, eh ini si adi? eh kata kamu komennya panjang? ini apaan pendek kayak rambut emma watson-_- eh tapi gapapadeh yang penting komen, hehex

      okeyokeyy lagi dlm masa pembuatan!

      1. X_X…. maksud aku, aku gabisa komen panjang panjang. ga seperti yang di bbm… :v
        gapapa lahh… thor kan banyak urusan yang lebIh penting daripada mencerna bm aku yang GJ(?) hahahaha….
        yakksss! panjangngan juga rambut tu nene! hahahaha

        iya iya sipp semangat yaaahhhh! semoga otaknya encer se encer ingus gueh #plaakkk
        cemungut eaksss! GO SASA GO SASA GO!

  4. Seru juga epep yang ini thor, haha kai nya polos. Wah kalo berguru ama eunhyuk begimana ???
    Next Chap di tunggu thor sama Epep omcia s2p5 ya thorr

  5. Aku g sbr buat nunggu klanjutannyaa,,,😥😥 *nangiskejer
    Plisss kasih taw kpastian kpn di nextnya?? Plisssssssssss ,,, aku skaaa bgett,, pnasaran pula ,, klo bisa minggu ini y thor??😀😀

  6. Jjiah TBC -_- btw, kapan eonni mau ngelanjutinnya? Padahal ceritanya seru lhooo^^ jangan lama2 share next part-nya naveh :’v next… Ditunggu :* :* :* /pasang emot keramat(?)/

  7. Like it! oia aku reader baru disini selama ini aku jadi siders tapi pas aku baca ff di blog ini for the first time I put my comment^^ sukses terus thor^.^

  8. omo daebakkk!!😀
    park jongin yang sabar ne? wkwk :’v
    loh bukannya jongin sama leera itu gak ada hubungan darah? kan jongin diadobsi sma keluarga park? taulahh terserah thor aja>/////<

Kritik dan Saran ?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s